Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Korban mutilasi yang akan dimakamkan. (Foto: Mitra INAFIS)
Samarinda - Setelah melewati serangkaian proses penyelidikan dan autopsi, jenazah S, korban pembunuhan dan mutilasi yang ditemukan di kawasan Gunung Pelanduk pada hari pertama Idulfitri akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak.
Proses penyerahan jenazah dari kamar mayat RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) hingga ke tempat pemakaman ini dikawal langsung oleh Kepala Unit INAFIS Sat Reskrim Polresta Samarinda, Aiptu Harry Cahyadi.
Aiptu Harry tetap terjun langsung memimpin pengawalan jenazah meski dirinya harus menggunakan kursi roda.
"Izin komandan, kaki saya bengkak kemarin waktu turun ke TKP di rawa-rawa. Hari ini kami bersiap untuk membungkus jenazah dan menyerahkannya kepada pihak keluarga korban untuk segera dimakamkan," ungkap Aiptu Harry setibanya di RSUD AWS.
Mewakili Kapolresta Samarinda dan Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Aiptu Harry memberikan penjelasan kepada pihak keluarga terkait waktu pelaksanaan autopsi.
Ia memohon maaf apabila proses tersebut dirasa sedikit memakan waktu, karena hal itu merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) kepolisian yang wajib dijalankan untuk mengungkap fakta medis terkait kematian korban.
Setelah seluruh administrasi dan persiapan selesai, jenazah korban kemudian dibawa untuk dimakamkan secara layak di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sentosa dan Kenangan, berlokasi di Jalan Perjuangan Gerilya, Samarinda.
Dalam suasana duka tersebut, Aiptu Harry menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam sekaligus apresiasi kepada seluruh elemen yang telah bahu-membahu sejak awal penemuan jenazah.
"Kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman relawan, Dinas Sosial, pihak RSUD AWS Samarinda, serta PJA dan Mitra Bina INAFIS Samarinda. Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan hari ini mendapatkan rida dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala," tuturnya.
Terkait proses hukum, Aiptu Harry menegaskan kepolisian telah bergerak cepat dan menindak tegas para pelaku yang tak lain adalah orang terdekat korban.
"Alhamdulillah atas kerja keras Polri, tersangka sudah diamankan di Polsek Sungai Pinang. Semoga diberi ganjaran hukuman yang setimpal sesuai undang-undang yang berlaku di NKRI," tegasnya.
Di sisi lain, kelegaan sekaligus rasa haru tak bisa disembunyikan oleh pihak keluarga korban yang hadir menerima jenazah. Di tengah duka kehilangan anggota keluarga dengan cara yang tragis, mereka mengapresiasi kerja keras kepolisian dan tim relawan.
"Terima kasih kepada bapak-bapak atas bantuannya, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan bapak-bapak semua," ucap salah satu perwakilan keluarga korban dengan nada bergetar.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Korban mutilasi yang akan dimakamkan. (Foto: Mitra INAFIS)
Samarinda - Setelah melewati serangkaian proses penyelidikan dan autopsi, jenazah S, korban pembunuhan dan mutilasi yang ditemukan di kawasan Gunung Pelanduk pada hari pertama Idulfitri akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak.
Proses penyerahan jenazah dari kamar mayat RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) hingga ke tempat pemakaman ini dikawal langsung oleh Kepala Unit INAFIS Sat Reskrim Polresta Samarinda, Aiptu Harry Cahyadi.
Aiptu Harry tetap terjun langsung memimpin pengawalan jenazah meski dirinya harus menggunakan kursi roda.
"Izin komandan, kaki saya bengkak kemarin waktu turun ke TKP di rawa-rawa. Hari ini kami bersiap untuk membungkus jenazah dan menyerahkannya kepada pihak keluarga korban untuk segera dimakamkan," ungkap Aiptu Harry setibanya di RSUD AWS.
Mewakili Kapolresta Samarinda dan Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Aiptu Harry memberikan penjelasan kepada pihak keluarga terkait waktu pelaksanaan autopsi.
Ia memohon maaf apabila proses tersebut dirasa sedikit memakan waktu, karena hal itu merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) kepolisian yang wajib dijalankan untuk mengungkap fakta medis terkait kematian korban.
Setelah seluruh administrasi dan persiapan selesai, jenazah korban kemudian dibawa untuk dimakamkan secara layak di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sentosa dan Kenangan, berlokasi di Jalan Perjuangan Gerilya, Samarinda.
Dalam suasana duka tersebut, Aiptu Harry menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam sekaligus apresiasi kepada seluruh elemen yang telah bahu-membahu sejak awal penemuan jenazah.
"Kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman relawan, Dinas Sosial, pihak RSUD AWS Samarinda, serta PJA dan Mitra Bina INAFIS Samarinda. Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan hari ini mendapatkan rida dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala," tuturnya.
Terkait proses hukum, Aiptu Harry menegaskan kepolisian telah bergerak cepat dan menindak tegas para pelaku yang tak lain adalah orang terdekat korban.
"Alhamdulillah atas kerja keras Polri, tersangka sudah diamankan di Polsek Sungai Pinang. Semoga diberi ganjaran hukuman yang setimpal sesuai undang-undang yang berlaku di NKRI," tegasnya.
Di sisi lain, kelegaan sekaligus rasa haru tak bisa disembunyikan oleh pihak keluarga korban yang hadir menerima jenazah. Di tengah duka kehilangan anggota keluarga dengan cara yang tragis, mereka mengapresiasi kerja keras kepolisian dan tim relawan.
"Terima kasih kepada bapak-bapak atas bantuannya, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan bapak-bapak semua," ucap salah satu perwakilan keluarga korban dengan nada bergetar.
(Sf/Lo)