Seputar Kaltim

    Upaya Tingkatkan Sanitasi Layak, 163 Rumah Tangga di PPU Terima Program Jamban Sehat Tahun Ini

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    10 Juni 2026 pukul 20:46 WITA

    Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten PPU, Jimmy Julianto. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) memperluas cakupan program percepatan layanan pengolahan limbah domestik atau jamban sehat pada 2026. 

    Sebanyak 163 kepala keluarga menjadi sasaran program yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1,5 miliar.

    Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU, Jimmy Julianto mengatakan jumlah penerima tahun ini bertambah dari target awal 161 Rumah Tangga setelah dilakukan perhitungan ulang anggaran.

    "Khusus tahun 2026, kita mengusulkan bantuan ke pusat dan mendapat anggaran DAK. Target awal 161, kemudian dihitung ulang sehingga bertambah menjadi 163 rumah tangga," kata Jimmy, Rabu (10/6/2026).

    Penerima program diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu yang masuk dalam basis data Dinas Kesehatan dan DP3AP2KB, termasuk kelompok yang memiliki risiko stunting.

    Dari total penerima, sebanyak 110 kepala keluarga berada di Kelurahan Maridan dan 53 lainnya di Kelurahan Riko.

    "Data penerima berasal dari dinas terkait. Program ini juga masuk dalam upaya penanggulangan kemiskinan," ujarnya.

    Program jamban sehat mulai dijalankan Pemkab PPU sejak 2024 menggunakan APBD. Pada tahun pertama, 11 unit terbangun di Kelurahan Pantai Lango dari target 10 unit. Sementara pada 2025, realisasi mencapai 23 unit di Babulu Laut dari target 20 unit.

    Jimmy menjelaskan bantuan diberikan melalui pola swakelola dengan pendampingan fasilitator. Penerima bantuan memperoleh material utama pembangunan jamban, mulai dari septic tank, pipa, bilik hingga kloset.

    Selain dukungan DAK, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran pendamping sebesar Rp400 juta melalui APBD.

    "Yang dari APBD untuk perbaikan bilik dan kloset. Sedangkan septic tank dan pipa dibiayai melalui anggaran DAK," jelasnya.

    Menurut Jimmy, kebutuhan sanitasi layak di PPU masih cukup besar. Hasil verifikasi lapangan menunjukkan masih ditemukan jamban warga yang belum memenuhi standar kesehatan dan lingkungan.

    "Kebanyakan pembuangan limbah individual belum standar. Kita khawatir menimbulkan pencemaran dan bakteri, sehingga program jamban sehat ini terus didorong," katanya.

    Melalui program ini, warga akan mendapatkan septic tank pabrikan berteknologi biofilter yang kedap dan lebih aman dibanding septic tank konvensional yang umum digunakan masyarakat.

    "Kedalamannya sekitar 1,65 meter dengan kapasitas 800 liter sesuai standar Kementerian PU. Saat ini, DPUPR PPU telah berkontrak untuk pengadaan material utama. Setelah seluruh kebutuhan tiba di lokasi, pembangunan fisik jamban akan segera dimulai," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Upaya Tingkatkan Sanitasi Layak, 163 Rumah Tangga di PPU Terima Program Jamban Sehat Tahun Ini

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    10 Juni 2026 pukul 20:46 WITA

    Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten PPU, Jimmy Julianto. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) memperluas cakupan program percepatan layanan pengolahan limbah domestik atau jamban sehat pada 2026. 

    Sebanyak 163 kepala keluarga menjadi sasaran program yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1,5 miliar.

    Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU, Jimmy Julianto mengatakan jumlah penerima tahun ini bertambah dari target awal 161 Rumah Tangga setelah dilakukan perhitungan ulang anggaran.

    "Khusus tahun 2026, kita mengusulkan bantuan ke pusat dan mendapat anggaran DAK. Target awal 161, kemudian dihitung ulang sehingga bertambah menjadi 163 rumah tangga," kata Jimmy, Rabu (10/6/2026).

    Penerima program diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu yang masuk dalam basis data Dinas Kesehatan dan DP3AP2KB, termasuk kelompok yang memiliki risiko stunting.

    Dari total penerima, sebanyak 110 kepala keluarga berada di Kelurahan Maridan dan 53 lainnya di Kelurahan Riko.

    "Data penerima berasal dari dinas terkait. Program ini juga masuk dalam upaya penanggulangan kemiskinan," ujarnya.

    Program jamban sehat mulai dijalankan Pemkab PPU sejak 2024 menggunakan APBD. Pada tahun pertama, 11 unit terbangun di Kelurahan Pantai Lango dari target 10 unit. Sementara pada 2025, realisasi mencapai 23 unit di Babulu Laut dari target 20 unit.

    Jimmy menjelaskan bantuan diberikan melalui pola swakelola dengan pendampingan fasilitator. Penerima bantuan memperoleh material utama pembangunan jamban, mulai dari septic tank, pipa, bilik hingga kloset.

    Selain dukungan DAK, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran pendamping sebesar Rp400 juta melalui APBD.

    "Yang dari APBD untuk perbaikan bilik dan kloset. Sedangkan septic tank dan pipa dibiayai melalui anggaran DAK," jelasnya.

    Menurut Jimmy, kebutuhan sanitasi layak di PPU masih cukup besar. Hasil verifikasi lapangan menunjukkan masih ditemukan jamban warga yang belum memenuhi standar kesehatan dan lingkungan.

    "Kebanyakan pembuangan limbah individual belum standar. Kita khawatir menimbulkan pencemaran dan bakteri, sehingga program jamban sehat ini terus didorong," katanya.

    Melalui program ini, warga akan mendapatkan septic tank pabrikan berteknologi biofilter yang kedap dan lebih aman dibanding septic tank konvensional yang umum digunakan masyarakat.

    "Kedalamannya sekitar 1,65 meter dengan kapasitas 800 liter sesuai standar Kementerian PU. Saat ini, DPUPR PPU telah berkontrak untuk pengadaan material utama. Setelah seluruh kebutuhan tiba di lokasi, pembangunan fisik jamban akan segera dimulai," pungkasnya.

    (Sf/Lo)