Seputar Kaltim

    Upaya Kurangi Genangan, DPUPR Berau Lakukan Pembersihan Drainase 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    19 Mei 2026 pukul 16:28 WITA

    Pembersihan saluran drainase di wilayah Jalan Gatot Subroto, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan pembersihan saluran drainase di wilayah Jalan Gatot Subroto, Tanjung Redeb pada Selasa (19/5/2026) sebagai langkah antisipasi genangan air saat terjadi hujan.

    Kegiatan tersebut difokuskan pada pengangkatan sedimen yang menumpuk di saluran drainase. Proses pembersihan masih dilakukan secara bertahap karena kondisi endapan di beberapa titik sudah mengeras.

    Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan mengatakan kegiatan tersebut pun difokuskan pada pengangkatan sedimen yang menumpuk di saluran drainase. Ia mengatakan pihaknya melakukan pengangkatan sedimen dengan keterbatasan ruang kerja dan alat.

    "Kegiatan hari ini ya sementara yang kita lakukan adalah mengangkat sedimen yang ada di sini. Cuman terbatas juga. Jadi teman-teman turun, mencangkul, menyekop, mengambil bagian yang bisa digali dan diangkat. Paling tidak satu meter dari lubang drainase kita angkat dulu. Nah, baru ke sebelah. Nanti kita pada saat hujan kita melihat lagi progresnya apakah ada perbedaan," ujar Fendra

    Ia mengatakan proses pembersihan pun dilakukan secara bertahap karena kondisi endapan di beberapa titik sudah mengeras. Ia menyebut ketebalan sedimen di sejumlah titik cukup tinggi, sehingga dapat menghambat aliran air saat hujan deras.

    "Nah, kalau kita lihat sedimentasi di sini adalah material tanah yang sudah sebagian sudah mengeras. Ada sekitar mungkin 60-70 Cm. Dengan diangkat ini kita berharap minimal mengurangi tinggi air supaya tidak terjadi genangan," katanya.

    Dirinya pun menyampaikan pekerjaan yang dilakukan hari ini yakni jalur depan dari Gang Jeruk hingga depan Kantor DPRD, dengan pemantauan lanjutan untuk melihat dampak pembersihan terhadap aliran air.

    Terkait penggunaan mobil penyedot lumpur, ia menyebut alat tersebut belum bisa digunakan karena kondisi sedimen masih keras dan belum berbentuk lumpur cair.

    "Sedot lumpur itu kalau sudah cair baru bisa. Kalau ini masih keras, jadi harus manual dulu," ujarnya.

    Selain itu, dirinya juga menegaskan bahwa normalisasi Sungai Tarum masih menjadi kebutuhan jangka panjang, namun terkendala anggaran serta kondisi lapangan yang banyak terdapat bangunan di sepanjang aliran sungai.

    "Kita perlu normalisasi di Sungai Tarum, tapi belum ada anggaran. Selain itu juga banyak bangunan di sepanjang aliran sungai," terangnya.

    Dalam kegiatan ini, DPUPR Berau menurunkan 14 personel Tim Reaksi Cepat (TRC). Keterlambatan pekerjaan di pagi hari disebut karena tim juga menangani perbaikan jalan berlubang di wilayah kota.

    "Ini dari TRC ada 14 orang. Kenapa startnya agak siang karena tadi juga ngerjakan perbaikan jalan di Tanjung Redeb," tandasnya.

    Terakhir, Fendra berharap dengan upaya yang dilakukan ini dapat mengurangi risiko genangan dan memperlancar aliran drainase, terutama saat curah hujan meningkat.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Upaya Kurangi Genangan, DPUPR Berau Lakukan Pembersihan Drainase 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    19 Mei 2026 pukul 16:28 WITA

    Pembersihan saluran drainase di wilayah Jalan Gatot Subroto, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan pembersihan saluran drainase di wilayah Jalan Gatot Subroto, Tanjung Redeb pada Selasa (19/5/2026) sebagai langkah antisipasi genangan air saat terjadi hujan.

    Kegiatan tersebut difokuskan pada pengangkatan sedimen yang menumpuk di saluran drainase. Proses pembersihan masih dilakukan secara bertahap karena kondisi endapan di beberapa titik sudah mengeras.

    Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan mengatakan kegiatan tersebut pun difokuskan pada pengangkatan sedimen yang menumpuk di saluran drainase. Ia mengatakan pihaknya melakukan pengangkatan sedimen dengan keterbatasan ruang kerja dan alat.

    "Kegiatan hari ini ya sementara yang kita lakukan adalah mengangkat sedimen yang ada di sini. Cuman terbatas juga. Jadi teman-teman turun, mencangkul, menyekop, mengambil bagian yang bisa digali dan diangkat. Paling tidak satu meter dari lubang drainase kita angkat dulu. Nah, baru ke sebelah. Nanti kita pada saat hujan kita melihat lagi progresnya apakah ada perbedaan," ujar Fendra

    Ia mengatakan proses pembersihan pun dilakukan secara bertahap karena kondisi endapan di beberapa titik sudah mengeras. Ia menyebut ketebalan sedimen di sejumlah titik cukup tinggi, sehingga dapat menghambat aliran air saat hujan deras.

    "Nah, kalau kita lihat sedimentasi di sini adalah material tanah yang sudah sebagian sudah mengeras. Ada sekitar mungkin 60-70 Cm. Dengan diangkat ini kita berharap minimal mengurangi tinggi air supaya tidak terjadi genangan," katanya.

    Dirinya pun menyampaikan pekerjaan yang dilakukan hari ini yakni jalur depan dari Gang Jeruk hingga depan Kantor DPRD, dengan pemantauan lanjutan untuk melihat dampak pembersihan terhadap aliran air.

    Terkait penggunaan mobil penyedot lumpur, ia menyebut alat tersebut belum bisa digunakan karena kondisi sedimen masih keras dan belum berbentuk lumpur cair.

    "Sedot lumpur itu kalau sudah cair baru bisa. Kalau ini masih keras, jadi harus manual dulu," ujarnya.

    Selain itu, dirinya juga menegaskan bahwa normalisasi Sungai Tarum masih menjadi kebutuhan jangka panjang, namun terkendala anggaran serta kondisi lapangan yang banyak terdapat bangunan di sepanjang aliran sungai.

    "Kita perlu normalisasi di Sungai Tarum, tapi belum ada anggaran. Selain itu juga banyak bangunan di sepanjang aliran sungai," terangnya.

    Dalam kegiatan ini, DPUPR Berau menurunkan 14 personel Tim Reaksi Cepat (TRC). Keterlambatan pekerjaan di pagi hari disebut karena tim juga menangani perbaikan jalan berlubang di wilayah kota.

    "Ini dari TRC ada 14 orang. Kenapa startnya agak siang karena tadi juga ngerjakan perbaikan jalan di Tanjung Redeb," tandasnya.

    Terakhir, Fendra berharap dengan upaya yang dilakukan ini dapat mengurangi risiko genangan dan memperlancar aliran drainase, terutama saat curah hujan meningkat.

    (Sf/Lo)