Seputar Kaltim

    Upacara Peringatan HUT ke-67 Kaltim, Dibalut Adat Kutai 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    09 Januari 2024 pukul 13:43 WITA

    Penyambutan masyarakat adat Kutai terhadap PJ Gubernur Kaltim di Acara HUT Kaltim ke-67 di Gelora Kadrie Oening Sempaja. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com

    Samarinda - Tak termakan oleh umur dan zaman, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih kental dengan kesenian adat istiadat. Hal itu dibuktikan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi Kaltim, di Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Selasa (9/1/2023).

    Berbagai macam kesenian dan adat pada saat pembukaan HUT Kaltim. Salah satunya terdapat 6.700 penari massal Jepen Begenjoh yang bergerak serempak meriahkan jalannya acara hingga akhir. Sampai-sampai Sekretaris Daerah provinsi Kaltim, Sri Wahyuni turun ke lapangan untuk ikut menari bersama.

    "Ribuan penari ini berasal dari SMP, SMA/SMK, sanggar seni, paguyuban, hingga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang kami minta delegasi sebanyak 20. Ini cukup meriah, apalagi yang dipanggung turun ke lapangan ikut menari," ujar Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim dan selaku ketua panitia HUT Kaltim ini, Siti Sugiyanti.

    Diketahui, tarian yang dilakukan dengan durasi selama 10 menit ini, ternyata hasil kreasi koreo tari dari tari jepen tradisi Kaltim. Yakni tari Jepen Sidabil, Jepen Tungku, Jepen Tenggarong dan Dendang Sumatera.

    Tak hanya tarian itu, sebelum membuka acara pesta rakyat, PJ Gubernur disambut masyarakat adat Kutai dan diberikan sambutan kehormatan. "Dalam sambutan kehormatan masyarakat adat Kutai ini tak bertujuan apapun, ini bagian dari penghormatan kepada Pj Gubernur selama menjabat di Kaltim, hal ini lumrah dilakukan setiap tahunnya," tuturnya.

    Kemudian, PJ menyaksikan lagi budaya Kutai yang ditampilkan oleh Perkumpulan Adat, Seni dan Budaya Kutai Pandji Keroan Koetai Bersatoe (PKBB). Yang mana dalam tarian tersebut sekelompok orang membawa naga. Kebudayan ini dilestarikan oleh masyarakat Kutai Kartanegara dan selalu menjadi unggulan Dinas Pariwisata Kaltim dalam acara pemerintahan.

    Yanti menyebut bahwa acara Pesta Rakyat Kaltim juga berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Dan ketika acara pembukaan berlangsung juga menampilkan tarian Bentang Gemilang Jakarta yang disaksikan oleh PJ Gubernur. "Untuk kedepan kami akan selalu berkolaborasi dengan DKI Jakarta, karena kita menyambut IKN juga," tukasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Upacara Peringatan HUT ke-67 Kaltim, Dibalut Adat Kutai 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    09 Januari 2024 pukul 13:43 WITA

    Penyambutan masyarakat adat Kutai terhadap PJ Gubernur Kaltim di Acara HUT Kaltim ke-67 di Gelora Kadrie Oening Sempaja. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com

    Samarinda - Tak termakan oleh umur dan zaman, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih kental dengan kesenian adat istiadat. Hal itu dibuktikan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi Kaltim, di Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Selasa (9/1/2023).

    Berbagai macam kesenian dan adat pada saat pembukaan HUT Kaltim. Salah satunya terdapat 6.700 penari massal Jepen Begenjoh yang bergerak serempak meriahkan jalannya acara hingga akhir. Sampai-sampai Sekretaris Daerah provinsi Kaltim, Sri Wahyuni turun ke lapangan untuk ikut menari bersama.

    "Ribuan penari ini berasal dari SMP, SMA/SMK, sanggar seni, paguyuban, hingga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang kami minta delegasi sebanyak 20. Ini cukup meriah, apalagi yang dipanggung turun ke lapangan ikut menari," ujar Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim dan selaku ketua panitia HUT Kaltim ini, Siti Sugiyanti.

    Diketahui, tarian yang dilakukan dengan durasi selama 10 menit ini, ternyata hasil kreasi koreo tari dari tari jepen tradisi Kaltim. Yakni tari Jepen Sidabil, Jepen Tungku, Jepen Tenggarong dan Dendang Sumatera.

    Tak hanya tarian itu, sebelum membuka acara pesta rakyat, PJ Gubernur disambut masyarakat adat Kutai dan diberikan sambutan kehormatan. "Dalam sambutan kehormatan masyarakat adat Kutai ini tak bertujuan apapun, ini bagian dari penghormatan kepada Pj Gubernur selama menjabat di Kaltim, hal ini lumrah dilakukan setiap tahunnya," tuturnya.

    Kemudian, PJ menyaksikan lagi budaya Kutai yang ditampilkan oleh Perkumpulan Adat, Seni dan Budaya Kutai Pandji Keroan Koetai Bersatoe (PKBB). Yang mana dalam tarian tersebut sekelompok orang membawa naga. Kebudayan ini dilestarikan oleh masyarakat Kutai Kartanegara dan selalu menjadi unggulan Dinas Pariwisata Kaltim dalam acara pemerintahan.

    Yanti menyebut bahwa acara Pesta Rakyat Kaltim juga berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Dan ketika acara pembukaan berlangsung juga menampilkan tarian Bentang Gemilang Jakarta yang disaksikan oleh PJ Gubernur. "Untuk kedepan kami akan selalu berkolaborasi dengan DKI Jakarta, karena kita menyambut IKN juga," tukasnya.

    (Sf/Rs)