Seputar Kaltim

    Untuk Tangani Abrasi Pantai Biduk-biduk, Pemprov Kaltim Perlu Duit Rp70 Miliar lagi 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    24 Mei 2024 pukul 15:10 WITA

    Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim meninjau pembangunan pemecah ombak untuk menahan abrasi di Biduk-Biduk. (Foto: HO/ Adpim)

    Samarinda – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam penanganan abrasi pantai yang terjadi di Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. 

    Dalam kunjungannya ke lokasi pembangunan bangunan pengaman abrasi pantai, Akmal Malik menyatakan bahwa Pemprov Kaltim akan terus mengalokasikan dana untuk membiayai proyek pemecah ombak tersebut. Adapun estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh proyek ini berkisar sekitar Rp70 miliar.

    "Kita tidak akan berhenti di sini. Pembiayaan untuk menahan abrasi ini akan terus berlanjut," ujar Akmal Malik pada hari Kamis (23/5/2024).

    Bangunan pemecah ombak dianggap sebagai infrastruktur kritikal yang berfungsi untuk melindungi garis pantai Biduk-Biduk dari laju abrasi yang semakin mengkhawatirkan. Menurut Akmal Malik, banyak titik di sepanjang pantai Biduk-Biduk yang berpotensi mengalami abrasi, sehingga pembangunan ini menjadi prioritas.

    "Kolaborasi antarinstansi dan dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi masalah abrasi ini. Jika tidak, kita bisa kehilangan banyak kampung akibat abrasi," tambahnya.

    Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, yang juga menjabat sebagai Pj Gubernur Kaltim, menjelaskan bahwa hingga tahun 2023, Pemprov Kaltim telah berhasil membangun sepanjang 1.300 meter bangunan pengaman abrasi. Pada kunjungan terakhirnya, Akmal Malik menyaksikan penambahan bangunan pengaman abrasi sepanjang 115 meter di Kampung Biduk-Biduk.

    Proyek ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang dimulai pada masa kepemimpinan Gubernur Kaltim Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi. Isran Noor, sebelum mengakhiri masa jabatannya, juga sempat meninjau proyek tersebut.

    Dengan total alokasi anggaran sebesar Rp32 miliar untuk periode 2021-2023, masih terdapat sisa pantai sepanjang 3.762 meter yang perlu ditangani. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Untuk Tangani Abrasi Pantai Biduk-biduk, Pemprov Kaltim Perlu Duit Rp70 Miliar lagi 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    24 Mei 2024 pukul 15:10 WITA

    Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim meninjau pembangunan pemecah ombak untuk menahan abrasi di Biduk-Biduk. (Foto: HO/ Adpim)

    Samarinda – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam penanganan abrasi pantai yang terjadi di Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. 

    Dalam kunjungannya ke lokasi pembangunan bangunan pengaman abrasi pantai, Akmal Malik menyatakan bahwa Pemprov Kaltim akan terus mengalokasikan dana untuk membiayai proyek pemecah ombak tersebut. Adapun estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh proyek ini berkisar sekitar Rp70 miliar.

    "Kita tidak akan berhenti di sini. Pembiayaan untuk menahan abrasi ini akan terus berlanjut," ujar Akmal Malik pada hari Kamis (23/5/2024).

    Bangunan pemecah ombak dianggap sebagai infrastruktur kritikal yang berfungsi untuk melindungi garis pantai Biduk-Biduk dari laju abrasi yang semakin mengkhawatirkan. Menurut Akmal Malik, banyak titik di sepanjang pantai Biduk-Biduk yang berpotensi mengalami abrasi, sehingga pembangunan ini menjadi prioritas.

    "Kolaborasi antarinstansi dan dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi masalah abrasi ini. Jika tidak, kita bisa kehilangan banyak kampung akibat abrasi," tambahnya.

    Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, yang juga menjabat sebagai Pj Gubernur Kaltim, menjelaskan bahwa hingga tahun 2023, Pemprov Kaltim telah berhasil membangun sepanjang 1.300 meter bangunan pengaman abrasi. Pada kunjungan terakhirnya, Akmal Malik menyaksikan penambahan bangunan pengaman abrasi sepanjang 115 meter di Kampung Biduk-Biduk.

    Proyek ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang dimulai pada masa kepemimpinan Gubernur Kaltim Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi. Isran Noor, sebelum mengakhiri masa jabatannya, juga sempat meninjau proyek tersebut.

    Dengan total alokasi anggaran sebesar Rp32 miliar untuk periode 2021-2023, masih terdapat sisa pantai sepanjang 3.762 meter yang perlu ditangani. 

    (Sf/Rs)