Seputar Kaltim

    Untuk Relokasi Sementara Pedagang Pasar Pagi, Andi Harun Lirik Lahan Ini

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    08 September 2023 pukul 13:56 WITA

    Kondisi Pasar Pagi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun tengah mengupayakan lahan untuk pemindahan sementara pedagang di Pasar Pagi. Relokasi sementara, dilakukan lantaran Pemerintah Kota Samarinda sedang sedang melakukan proses revitalisasi Pasar Pagi. 

    Untuk melaksanakan proyek ini, Pemkot bahkan menggelontorkan anggaran hingga Rp 280 miliar. 

    Data dihimpun Pemkot, pasar dengan total 4 lantai itu diisi sebanyak 2.800 pedagang. Itu artinya, dibutuhkan tempat yang sama besar juga strategis untuk memindahkan sementara lapak para pedagang tersebut, selama proses revitalisasi. 

    Ada beberapa tempat yang sudah dibidik oleh Pemkot, yakni Grosir Pasar Segiri, Eks Giant, Pasar Sungai Dama, dan Mesra Indah. Namun, pemilihan tempat tersebut, dinilai tidak dapat menampung keseluruhan pedagang Pasar Pagi. Karena rata-rata pasar hasil rekomendasi tersebut hanya bisa menampung 60 - 100 pedagang.

    Hal ini kemudian, membuat Andi Harun harus menambah opsi pasar yang cukup untuk kapasitas pedagang. Salah satunya yang sudah dilirik Andi Harun adalah ex Bandara Temindung.

    "Nah saya melirik satu tempat, tapi sayangnya bukan punya Pemkot, mudah-mudahan dikasih, kita lagi ajukan suratnya, di mana tempatnya itu dianggap cukup," ungkap AH sapaan Andi Harun, Jum'at (8/9/2023).

    Orang nomor satu di Samarinda ini rencanakan pemindahan pedagang ini hanya satu tahun, sesuai dengan proyeksi pembangunan satu tahun selesai. Pembangunan yang dimulai awal Tahun 2024, sedangkan pemindahan pedagang ke lahan baru mereka direncanakan Bulan November 2023.

    "Kalau misalnya lewat kita perpanjang sewanya," tegasnya.

    Diakuinya, Pemkot Samarinda sebenarnya memiliki lahan di Jalan PM Noor dengan luas lima Hektare (Ha), namun yang menjadi kendala, lahan tersebut masih tanah murni.

    "Itu kita harus rangka terlebih dahulu, jelas membutuhkan waktu yang lebih lama," bebernya.

    Bangunan Pasar Pagi yang telah berdiri dari tahun 1964 memiliki fasilitas secara teknikal sudah bermasalah, dari listrik dan kondisi bangunan. Membuat Pemkot ingin menjadikan pasar lebih modern. Dengan demikian Andi Harun meminta kepada lapisan masyarakat dan terutama pedagang dapat mendukung revitalisasi tersebut.

    "Saya selalu mengulangi bahwa hukum negara paling tertinggi adalah melindungi keselamatan warga (Salus populi suprema lex esto). Maka saya berharap agar para pedagang dapat bersabar," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Untuk Relokasi Sementara Pedagang Pasar Pagi, Andi Harun Lirik Lahan Ini

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    08 September 2023 pukul 13:56 WITA

    Kondisi Pasar Pagi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun tengah mengupayakan lahan untuk pemindahan sementara pedagang di Pasar Pagi. Relokasi sementara, dilakukan lantaran Pemerintah Kota Samarinda sedang sedang melakukan proses revitalisasi Pasar Pagi. 

    Untuk melaksanakan proyek ini, Pemkot bahkan menggelontorkan anggaran hingga Rp 280 miliar. 

    Data dihimpun Pemkot, pasar dengan total 4 lantai itu diisi sebanyak 2.800 pedagang. Itu artinya, dibutuhkan tempat yang sama besar juga strategis untuk memindahkan sementara lapak para pedagang tersebut, selama proses revitalisasi. 

    Ada beberapa tempat yang sudah dibidik oleh Pemkot, yakni Grosir Pasar Segiri, Eks Giant, Pasar Sungai Dama, dan Mesra Indah. Namun, pemilihan tempat tersebut, dinilai tidak dapat menampung keseluruhan pedagang Pasar Pagi. Karena rata-rata pasar hasil rekomendasi tersebut hanya bisa menampung 60 - 100 pedagang.

    Hal ini kemudian, membuat Andi Harun harus menambah opsi pasar yang cukup untuk kapasitas pedagang. Salah satunya yang sudah dilirik Andi Harun adalah ex Bandara Temindung.

    "Nah saya melirik satu tempat, tapi sayangnya bukan punya Pemkot, mudah-mudahan dikasih, kita lagi ajukan suratnya, di mana tempatnya itu dianggap cukup," ungkap AH sapaan Andi Harun, Jum'at (8/9/2023).

    Orang nomor satu di Samarinda ini rencanakan pemindahan pedagang ini hanya satu tahun, sesuai dengan proyeksi pembangunan satu tahun selesai. Pembangunan yang dimulai awal Tahun 2024, sedangkan pemindahan pedagang ke lahan baru mereka direncanakan Bulan November 2023.

    "Kalau misalnya lewat kita perpanjang sewanya," tegasnya.

    Diakuinya, Pemkot Samarinda sebenarnya memiliki lahan di Jalan PM Noor dengan luas lima Hektare (Ha), namun yang menjadi kendala, lahan tersebut masih tanah murni.

    "Itu kita harus rangka terlebih dahulu, jelas membutuhkan waktu yang lebih lama," bebernya.

    Bangunan Pasar Pagi yang telah berdiri dari tahun 1964 memiliki fasilitas secara teknikal sudah bermasalah, dari listrik dan kondisi bangunan. Membuat Pemkot ingin menjadikan pasar lebih modern. Dengan demikian Andi Harun meminta kepada lapisan masyarakat dan terutama pedagang dapat mendukung revitalisasi tersebut.

    "Saya selalu mengulangi bahwa hukum negara paling tertinggi adalah melindungi keselamatan warga (Salus populi suprema lex esto). Maka saya berharap agar para pedagang dapat bersabar," pungkasnya.

    (Sf/Rs)