Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan akan membangun dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tahun 2024. Pembangunan ini sebagai upaya pemerintah Balikpapan mempertahankan capaian Adipura Kencana di tahun yang akan mendatang.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman mengatakan, bahwa ini salah satu strategi pemerintah mempertahankan kebersihan kota dan capaian tertinggi supremasi kebersihan kota yakni Piala Adipura Kencana.
"Kami punya strategi apa? strategi kami buat pengurangan sampah. Tahun ini kami buat dua TSPS di perumahan Hijau (Daksa) dan Km 12 tempat pembibitan DLH. Jadi sampah yang dikumpulkan masyarakat itu tidak langsung dibuang ke TPA. Tapi masuk TPST untuk proses pengurangan seperti plastik, kardus, nanti sisanya masuk ke TPA," ucap Sudirman kepada awak media, Senin (11/3/2024).
Sementara untuk pembangunan TPST, akan dibangun Dinas Pwkerjaan Umum (DPU) Balikpapan, sedangkan materi peralatannya akan dilengkapi DLH Balikpapan.
“Lahan pemerintah, memang aturan bangunan dibangun PU," terangnya.
Sudirman menjelaskan, untuk kriteria penilaian pengolahan sampah pada Adipura ini ada dua. Yakni penanganan dan pengurangan sampah. Penanganan sampah itu yakni bagaimana pemerintah bersama masyarakat bisa lakukan penanganan sampah yang dihasilkan masyarakat. Kemudian pengurangan, bagaimana semaksimal mengurangi sampah sebelum masuk ke TPA.
"Pengurungan ini punya nilai tinggi karena kebijakan strategi nasional, sampah nasional target pusat di tahun 2025 itu pengurangan sampah 30 persen sebelum masuk TPA. Alhamdulillah Balikpapan di 2023 kemarin sudah 27 persen. Artinya kurang 3 persen, Insyaallah di 2025 kami bisa wujudkan 30 persen," jelasnya.
Sampah yang ditangani DLH Balikpapan perharinya mencapai 500 ton lebih. Dari jumlah itu sekitar 350-360 ton masuk ke TPA Manggar setiap harinya.
“Nah pengurangan sampah ini nilainya sangat tinggi. Mkin banyak kami kurangi semakin tinggi nilainya," paparnya.
Sampah rumah tangga di Balikpapan dipisahkan menjadi dua yakni sampah organik dan non organik. sampah organik dapat dikelola menjadi kompos dan sampah non organik dapat bernilai ekonomis seperti kardus, plastik dan lainnya (3R).
“Insyaallah dengan TPST ini pengurangan bisa lebih dari 30 persen. Soalnya target nasional 2025 itu 30 persen, kami bisa lebih," akunya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan akan membangun dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tahun 2024. Pembangunan ini sebagai upaya pemerintah Balikpapan mempertahankan capaian Adipura Kencana di tahun yang akan mendatang.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman mengatakan, bahwa ini salah satu strategi pemerintah mempertahankan kebersihan kota dan capaian tertinggi supremasi kebersihan kota yakni Piala Adipura Kencana.
"Kami punya strategi apa? strategi kami buat pengurangan sampah. Tahun ini kami buat dua TSPS di perumahan Hijau (Daksa) dan Km 12 tempat pembibitan DLH. Jadi sampah yang dikumpulkan masyarakat itu tidak langsung dibuang ke TPA. Tapi masuk TPST untuk proses pengurangan seperti plastik, kardus, nanti sisanya masuk ke TPA," ucap Sudirman kepada awak media, Senin (11/3/2024).
Sementara untuk pembangunan TPST, akan dibangun Dinas Pwkerjaan Umum (DPU) Balikpapan, sedangkan materi peralatannya akan dilengkapi DLH Balikpapan.
“Lahan pemerintah, memang aturan bangunan dibangun PU," terangnya.
Sudirman menjelaskan, untuk kriteria penilaian pengolahan sampah pada Adipura ini ada dua. Yakni penanganan dan pengurangan sampah. Penanganan sampah itu yakni bagaimana pemerintah bersama masyarakat bisa lakukan penanganan sampah yang dihasilkan masyarakat. Kemudian pengurangan, bagaimana semaksimal mengurangi sampah sebelum masuk ke TPA.
"Pengurungan ini punya nilai tinggi karena kebijakan strategi nasional, sampah nasional target pusat di tahun 2025 itu pengurangan sampah 30 persen sebelum masuk TPA. Alhamdulillah Balikpapan di 2023 kemarin sudah 27 persen. Artinya kurang 3 persen, Insyaallah di 2025 kami bisa wujudkan 30 persen," jelasnya.
Sampah yang ditangani DLH Balikpapan perharinya mencapai 500 ton lebih. Dari jumlah itu sekitar 350-360 ton masuk ke TPA Manggar setiap harinya.
“Nah pengurangan sampah ini nilainya sangat tinggi. Mkin banyak kami kurangi semakin tinggi nilainya," paparnya.
Sampah rumah tangga di Balikpapan dipisahkan menjadi dua yakni sampah organik dan non organik. sampah organik dapat dikelola menjadi kompos dan sampah non organik dapat bernilai ekonomis seperti kardus, plastik dan lainnya (3R).
“Insyaallah dengan TPST ini pengurangan bisa lebih dari 30 persen. Soalnya target nasional 2025 itu 30 persen, kami bisa lebih," akunya.
(Sf/Rs)