Seputar Kaltim

    Untuk Diversifikasi Ekonomi, Kaltim Andalkan Hilirisasi Sektor Pariwisata

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Februari 2024 pukul 17:15 WITA

    Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni, mengatakan bahwa hilirisasi industri pariwisata menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah untuk tahun 2025. Hal ini disampaikannya dalam Konsultasi Publik Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Kaltim yang digelar di Hotel Mercure, Kota Samarinda, Selasa (20/2/2024).

    Menurut Sri Wahyuni, hilirisasi pariwisata merupakan bagian dari tema diversifikasi ekonomi, yang juga mencakup pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan demikian, Kaltim dapat mengurangi ketergantungan pada sektor migas dan pertambangan, yang rentan terhadap fluktuasi harga dan dampak lingkungan.

    "Kita ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim dengan mengembangkan sektor pariwisata, yang memiliki potensi besar di daerah kita. Kita perlu membangun infrastruktur yang mendukung, seperti jalan, bandara, hotel, dan objek wisata. Kita juga perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun keterampilan," ujar Sri Wahyuni.

    Sri Wahyuni menambahkan, konsultasi publik ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, akademisi, pengusaha, LSM, dan masyarakat umum, terkait rancangan RKPD Provinsi Kaltim untuk tahun 2025. Rancangan ini akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan proyek-proyek pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

    "Tema diversifikasi ekonomi melalui peningkatan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia ini adalah tema yang kita usung untuk rencana kerja kita tahun 2025. Tentu saja, kita tidak melupakan sektor-sektor lain yang juga penting, seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan lain-lain. Kita akan mencoba untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Untuk Diversifikasi Ekonomi, Kaltim Andalkan Hilirisasi Sektor Pariwisata

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Februari 2024 pukul 17:15 WITA

    Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni, mengatakan bahwa hilirisasi industri pariwisata menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah untuk tahun 2025. Hal ini disampaikannya dalam Konsultasi Publik Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Kaltim yang digelar di Hotel Mercure, Kota Samarinda, Selasa (20/2/2024).

    Menurut Sri Wahyuni, hilirisasi pariwisata merupakan bagian dari tema diversifikasi ekonomi, yang juga mencakup pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan demikian, Kaltim dapat mengurangi ketergantungan pada sektor migas dan pertambangan, yang rentan terhadap fluktuasi harga dan dampak lingkungan.

    "Kita ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim dengan mengembangkan sektor pariwisata, yang memiliki potensi besar di daerah kita. Kita perlu membangun infrastruktur yang mendukung, seperti jalan, bandara, hotel, dan objek wisata. Kita juga perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun keterampilan," ujar Sri Wahyuni.

    Sri Wahyuni menambahkan, konsultasi publik ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, akademisi, pengusaha, LSM, dan masyarakat umum, terkait rancangan RKPD Provinsi Kaltim untuk tahun 2025. Rancangan ini akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan proyek-proyek pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

    "Tema diversifikasi ekonomi melalui peningkatan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia ini adalah tema yang kita usung untuk rencana kerja kita tahun 2025. Tentu saja, kita tidak melupakan sektor-sektor lain yang juga penting, seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan lain-lain. Kita akan mencoba untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan," tutupnya.

    (Sf/Rs)