Seputar Kaltim

    Unmul Siapkan Program Studi Profesi Insinyur Perikanan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    26 Februari 2024 pukul 19:26 WITA

    Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur saat diwawancarai. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Universitas Mulawarman (Unmul) terus meningkatkan kualitas lulusan program studi (prodi) Perikanan Kelautan. Salah satu upayanya adalah memberikan sertifikasi profesi bagi sarjana perikanan kelautan.

    Rektor Unmul, Abdunnur, mengatakan bahwa sertifikasi profesi akan membuktikan keahlian profesional lulusan perikanan kelautan. "Ke depan, sarjana perikanan kelautan tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga keahlian profesional yang dibuktikan dengan sertifikasi," ujar Abdunnur, usai  Acara Forum Pimpinan Perguruan Tinggi di Samarinda, Senin (26/2/2024).

    Menurut Abdunnur, Unmul berencana untuk membuka program studi profesi insinyur perikanan sebagai wadah untuk memberikan sertifikasi profesi. Program ini juga bertujuan untuk memperkuat program perikanan kelautan di Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

    "Kurikulum program studi profesi insinyur perikanan dirancang berbasis kompetensi dan kearifan lokal dengan porsi 40 persen," katanya.

    Abdunnur menilai bahwa program perikanan kelautan di Indonesia masih belum optimal dalam memanfaatkan sumber daya laut yang melimpah. Ia mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi perairan kelautan yang luas, dengan garis pantai terpanjang di dunia, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

    "Baru sekitar 25 persen potensi perairan kelautan yang dimanfaatkan. Kita juga masih rendah dalam sistem indikator untuk keberlanjutan sumber daya perikanan kelautan," katanya.

    Untuk itu, Abdunnur mendorong para pemangku kepentingan untuk meningkatkan program perikanan kelautan di Indonesia. Ia menyarankan agar program perikanan kelautan dilakukan melalui hilirisasi, pengembangan agroindustri perikanan, dan penerapan blue economy.

    "Kita perlu membangun sumber daya perikanan dan kelautan yang berkelanjutan untuk mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Unmul Siapkan Program Studi Profesi Insinyur Perikanan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    26 Februari 2024 pukul 19:26 WITA

    Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur saat diwawancarai. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Universitas Mulawarman (Unmul) terus meningkatkan kualitas lulusan program studi (prodi) Perikanan Kelautan. Salah satu upayanya adalah memberikan sertifikasi profesi bagi sarjana perikanan kelautan.

    Rektor Unmul, Abdunnur, mengatakan bahwa sertifikasi profesi akan membuktikan keahlian profesional lulusan perikanan kelautan. "Ke depan, sarjana perikanan kelautan tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga keahlian profesional yang dibuktikan dengan sertifikasi," ujar Abdunnur, usai  Acara Forum Pimpinan Perguruan Tinggi di Samarinda, Senin (26/2/2024).

    Menurut Abdunnur, Unmul berencana untuk membuka program studi profesi insinyur perikanan sebagai wadah untuk memberikan sertifikasi profesi. Program ini juga bertujuan untuk memperkuat program perikanan kelautan di Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

    "Kurikulum program studi profesi insinyur perikanan dirancang berbasis kompetensi dan kearifan lokal dengan porsi 40 persen," katanya.

    Abdunnur menilai bahwa program perikanan kelautan di Indonesia masih belum optimal dalam memanfaatkan sumber daya laut yang melimpah. Ia mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi perairan kelautan yang luas, dengan garis pantai terpanjang di dunia, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

    "Baru sekitar 25 persen potensi perairan kelautan yang dimanfaatkan. Kita juga masih rendah dalam sistem indikator untuk keberlanjutan sumber daya perikanan kelautan," katanya.

    Untuk itu, Abdunnur mendorong para pemangku kepentingan untuk meningkatkan program perikanan kelautan di Indonesia. Ia menyarankan agar program perikanan kelautan dilakukan melalui hilirisasi, pengembangan agroindustri perikanan, dan penerapan blue economy.

    "Kita perlu membangun sumber daya perikanan dan kelautan yang berkelanjutan untuk mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

    (Sf/Rs)