Seputar Kaltim

    UMKM Kutim Berpeluang Tembus Pasar Ekspor, Jimmi Soroti Pentingnya HAKI dan Sertifikasi Halal

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    22 Juni 2026 pukul 15:52 WITA

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menilai produk UMKM daerah memiliki peluang menembus pasar ekspor jika didukung peningkatan kualitas, kapasitas produksi, serta pendampingan dari pemerintah dan pihak swasta.

    Menurutnya, meskipun Kutim masih memiliki cadangan batu bara yang besar, tidak seluruh masyarakat dapat bekerja di sektor tambang. Karena itu, pengembangan UMKM dinilai penting untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di luar sektor pertambangan.

    "Kalau dilihat dari potensi tambang sebenarnya masih banyak. Tetapi tidak semua masyarakat kita bisa menjadi pekerja tambang, menjadi karyawan, operator dan sebagainya," ujar Jimmi.

    Ia menilai penguatan UMKM perlu dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah daerah, Dinas Koperasi dan UKM, serta pihak swasta. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

    "Nah, yang kita harapkan ini adalah swasta bersama Dinas Koperasi membangun dan menguatkan sektor UMKM untuk melakukan peningkatan kualitas dan produksinya. Tentu sasarannya adalah ekspor," katanya.

    Jimmi menjelaskan, untuk menembus pasar nasional dan internasional, pelaku UMKM memerlukan pendampingan dalam berbagai aspek, mulai dari pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sertifikasi halal, hingga peningkatan standar produk.

    "Bagaimana UMKM ini bisa dibantu untuk mengarah ke sana, mulai dari HAKI-nya, label halalnya. Jadi pangsa pasar nasional dan internasional itu harus bisa dicapai," ucapnya.

    Ia juga menyoroti sejumlah produk unggulan daerah yang memiliki prospek pengembangan. Selain olahan pisang, komoditas nanas dinilai memiliki nilai tambah melalui pemanfaatan seratnya yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan industri.

    "Banyak yang sudah berjalan, pisang misalnya, kemudian nanas. Potensi-potensi seperti ini yang harus terus dikembangkan," katanya.

    Meski demikian, Jimmi mengakui sebagian besar pelaku usaha di Kutim saat ini masih berada pada skala usaha mikro yang berorientasi memenuhi kebutuhan pasar lokal sehari-hari. Karena itu, diperlukan pembinaan berkelanjutan agar kapasitas produksi dan kualitas produk dapat meningkat sehingga mampu memenuhi permintaan pasar yang lebih besar, termasuk pasar ekspor.

    "Kita berharap partisipasi mereka bisa sampai merambah sektor-sektor ekspor. Tentu pada bidang-bidang apa saja nanti koperasi yang akan membimbing mereka untuk itu," pungkasnya.

    (Sf/RS)

    Seputar Kaltim

    UMKM Kutim Berpeluang Tembus Pasar Ekspor, Jimmi Soroti Pentingnya HAKI dan Sertifikasi Halal

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    22 Juni 2026 pukul 15:52 WITA

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menilai produk UMKM daerah memiliki peluang menembus pasar ekspor jika didukung peningkatan kualitas, kapasitas produksi, serta pendampingan dari pemerintah dan pihak swasta.

    Menurutnya, meskipun Kutim masih memiliki cadangan batu bara yang besar, tidak seluruh masyarakat dapat bekerja di sektor tambang. Karena itu, pengembangan UMKM dinilai penting untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di luar sektor pertambangan.

    "Kalau dilihat dari potensi tambang sebenarnya masih banyak. Tetapi tidak semua masyarakat kita bisa menjadi pekerja tambang, menjadi karyawan, operator dan sebagainya," ujar Jimmi.

    Ia menilai penguatan UMKM perlu dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah daerah, Dinas Koperasi dan UKM, serta pihak swasta. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

    "Nah, yang kita harapkan ini adalah swasta bersama Dinas Koperasi membangun dan menguatkan sektor UMKM untuk melakukan peningkatan kualitas dan produksinya. Tentu sasarannya adalah ekspor," katanya.

    Jimmi menjelaskan, untuk menembus pasar nasional dan internasional, pelaku UMKM memerlukan pendampingan dalam berbagai aspek, mulai dari pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sertifikasi halal, hingga peningkatan standar produk.

    "Bagaimana UMKM ini bisa dibantu untuk mengarah ke sana, mulai dari HAKI-nya, label halalnya. Jadi pangsa pasar nasional dan internasional itu harus bisa dicapai," ucapnya.

    Ia juga menyoroti sejumlah produk unggulan daerah yang memiliki prospek pengembangan. Selain olahan pisang, komoditas nanas dinilai memiliki nilai tambah melalui pemanfaatan seratnya yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan industri.

    "Banyak yang sudah berjalan, pisang misalnya, kemudian nanas. Potensi-potensi seperti ini yang harus terus dikembangkan," katanya.

    Meski demikian, Jimmi mengakui sebagian besar pelaku usaha di Kutim saat ini masih berada pada skala usaha mikro yang berorientasi memenuhi kebutuhan pasar lokal sehari-hari. Karena itu, diperlukan pembinaan berkelanjutan agar kapasitas produksi dan kualitas produk dapat meningkat sehingga mampu memenuhi permintaan pasar yang lebih besar, termasuk pasar ekspor.

    "Kita berharap partisipasi mereka bisa sampai merambah sektor-sektor ekspor. Tentu pada bidang-bidang apa saja nanti koperasi yang akan membimbing mereka untuk itu," pungkasnya.

    (Sf/RS)