Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Wakil Bupati (Wabup) Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi menyoroti kondisi para pelaku UMKM di Kutim yang masih banyak mengalami kesulitan dalam mengakses modal usaha.
Ia menegaskan pertumbuhan ekonomi harus dimulai dari masyarakat, terutama lewat penguatan UMKM.
“Banyak masyarakat kita yang sebenarnya ingin bekerja dengan baik, ingin usaha, tapi kesulitan modal. Mau pinjam di bank, tidak punya agunan,” ujar Mahyunadi.
Ia menambahkan, kini masyarakat hanya bisa mengandalkan pinjaman dari Bank Perekonomian Rakyat (BPR) yang memberikan pinjaman lunak tanpa agunan maksimal Rp5 juta. Tapi ia menilai jumlah itu belum cukup untuk mengembangkan usaha secara maksimal.
“Kalau pinjam Rp5 juta, keuntungannya paling besar 30 persen per bulan, berarti cuma Rp1,5 juta. Itu artinya cuma dapat Rp100 ribu per hari. cukup untuk apa?” tambahnya.
Menurutnya, jika pinjaman bisa ditingkatkan sampai Rp15 juta, maka keuntungan yang bisa didapat pelaku UMKM bisa mencapai Rp4-5 juta per bulan. Hal itu tentu akan jauh lebih berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
"Itu logikanya. Makanya kemarin saya sudah ketemu dengan beberapa direktur BPR. Mungkin kita akan atur teknis bagaimana caranya memberikan kemudahan-kemudahan bagi para pengusaha-pengusaha kita," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Wakil Bupati (Wabup) Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi menyoroti kondisi para pelaku UMKM di Kutim yang masih banyak mengalami kesulitan dalam mengakses modal usaha.
Ia menegaskan pertumbuhan ekonomi harus dimulai dari masyarakat, terutama lewat penguatan UMKM.
“Banyak masyarakat kita yang sebenarnya ingin bekerja dengan baik, ingin usaha, tapi kesulitan modal. Mau pinjam di bank, tidak punya agunan,” ujar Mahyunadi.
Ia menambahkan, kini masyarakat hanya bisa mengandalkan pinjaman dari Bank Perekonomian Rakyat (BPR) yang memberikan pinjaman lunak tanpa agunan maksimal Rp5 juta. Tapi ia menilai jumlah itu belum cukup untuk mengembangkan usaha secara maksimal.
“Kalau pinjam Rp5 juta, keuntungannya paling besar 30 persen per bulan, berarti cuma Rp1,5 juta. Itu artinya cuma dapat Rp100 ribu per hari. cukup untuk apa?” tambahnya.
Menurutnya, jika pinjaman bisa ditingkatkan sampai Rp15 juta, maka keuntungan yang bisa didapat pelaku UMKM bisa mencapai Rp4-5 juta per bulan. Hal itu tentu akan jauh lebih berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
"Itu logikanya. Makanya kemarin saya sudah ketemu dengan beberapa direktur BPR. Mungkin kita akan atur teknis bagaimana caranya memberikan kemudahan-kemudahan bagi para pengusaha-pengusaha kita," pungkasnya.
(Sf/Lo)