UMKM di Bontang Nyaris Jadi Korban Penipuan Modus QRIS Palsu di Instagram

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    15 Maret 2026 02:49 WIB

    Unggahan pelaku UMKM yang nyaris jadi korban penipuan modus QRIS palsu di instagram. (Foto: Tangkap Layar)

    Bontang - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bontang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan baru yang memanfaatkan QRIS palsu melalui media sosial Instagram.

    Modus ini hampir menimpa salah satu pelaku usaha online setelah berinteraksi dengan akun mencurigakan yang melakukan pemesanan barang.

    Berdasarkan informasi yang dibagikan akun toko daring adawish_shop, pelaku menggunakan akun Instagram bernama tianniy_ untuk melakukan pemesanan. Akun tersebut diketahui memiliki sekitar 700 lebih pengikut dan tercatat bergabung di Instagram sejak Desember 2022. Namun akun tersebut juga diketahui telah beberapa kali mengganti nama pengguna.

    Dalam percakapan yang dibagikan, pelaku awalnya berpura-pura menjadi pembeli yang ingin memesan produk handmade. Ia kemudian meminta agar pembayaran dilakukan menggunakan QRIS dari Bank Mandiri, dengan alasan aplikasi bank yang digunakan hanya dapat memindai kode pembayaran.

    Namun saat kode QRIS yang dikirim dicoba dipindai, muncul keterangan “Invalid QR” atau kode tidak valid. Pelaku kemudian memberikan berbagai alasan, termasuk menyebut QRIS tersebut hanya bisa digunakan untuk sesama bank atau harus dipotret menggunakan perangkat lain.

    Pemilik toko menilai hal tersebut sebagai indikasi kuat adanya upaya penipuan. Apalagi pelaku juga sempat menyebutkan aplikasi WhatsApp miliknya rusak sehingga komunikasi hanya bisa dilakukan melalui Instagram.

    Pemilik toko mengungkapkan, pola komunikasi yang tidak biasa serta kode QR yang tidak dapat dipindai menjadi tanda awal yang membuatnya curiga. Beruntung transaksi belum sempat terjadi sehingga kerugian dapat dihindari.

    Selain itu, seorang pengguna lain yang melihat unggahan tersebut juga mengaku bahwa orang tuanya pernah mengalami kejadian serupa. Dalam kasus tersebut, pelaku berhasil menguras seluruh isi rekening korban.

    Pemilik usaha pun mengingatkan para pelaku UMKM dan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap transaksi digital, terutama jika pembeli meminta metode pembayaran yang tidak biasa atau mengirimkan QRIS dalam bentuk gambar yang tidak dapat dipindai dengan normal.

    Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwajib apabila menemukan indikasi penipuan.

    “Semoga kejadian ini cukup sampai di sini dan tidak ada lagi korban berikutnya,” tulis pemilik toko dalam unggahannya, Sabtu (14/3/2026).

    Modus penipuan berbasis pembayaran digital memang semakin beragam seiring meningkatnya penggunaan transaksi online. Karena itu, masyarakat diharapkan selalu memastikan keaslian kode pembayaran serta tidak mudah percaya pada permintaan transaksi yang mencurigakan.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    UMKM di Bontang Nyaris Jadi Korban Penipuan Modus QRIS Palsu di Instagram

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    15 Maret 2026 02:49 WIB

    Unggahan pelaku UMKM yang nyaris jadi korban penipuan modus QRIS palsu di instagram. (Foto: Tangkap Layar)

    Bontang - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bontang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan baru yang memanfaatkan QRIS palsu melalui media sosial Instagram.

    Modus ini hampir menimpa salah satu pelaku usaha online setelah berinteraksi dengan akun mencurigakan yang melakukan pemesanan barang.

    Berdasarkan informasi yang dibagikan akun toko daring adawish_shop, pelaku menggunakan akun Instagram bernama tianniy_ untuk melakukan pemesanan. Akun tersebut diketahui memiliki sekitar 700 lebih pengikut dan tercatat bergabung di Instagram sejak Desember 2022. Namun akun tersebut juga diketahui telah beberapa kali mengganti nama pengguna.

    Dalam percakapan yang dibagikan, pelaku awalnya berpura-pura menjadi pembeli yang ingin memesan produk handmade. Ia kemudian meminta agar pembayaran dilakukan menggunakan QRIS dari Bank Mandiri, dengan alasan aplikasi bank yang digunakan hanya dapat memindai kode pembayaran.

    Namun saat kode QRIS yang dikirim dicoba dipindai, muncul keterangan “Invalid QR” atau kode tidak valid. Pelaku kemudian memberikan berbagai alasan, termasuk menyebut QRIS tersebut hanya bisa digunakan untuk sesama bank atau harus dipotret menggunakan perangkat lain.

    Pemilik toko menilai hal tersebut sebagai indikasi kuat adanya upaya penipuan. Apalagi pelaku juga sempat menyebutkan aplikasi WhatsApp miliknya rusak sehingga komunikasi hanya bisa dilakukan melalui Instagram.

    Pemilik toko mengungkapkan, pola komunikasi yang tidak biasa serta kode QR yang tidak dapat dipindai menjadi tanda awal yang membuatnya curiga. Beruntung transaksi belum sempat terjadi sehingga kerugian dapat dihindari.

    Selain itu, seorang pengguna lain yang melihat unggahan tersebut juga mengaku bahwa orang tuanya pernah mengalami kejadian serupa. Dalam kasus tersebut, pelaku berhasil menguras seluruh isi rekening korban.

    Pemilik usaha pun mengingatkan para pelaku UMKM dan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap transaksi digital, terutama jika pembeli meminta metode pembayaran yang tidak biasa atau mengirimkan QRIS dalam bentuk gambar yang tidak dapat dipindai dengan normal.

    Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwajib apabila menemukan indikasi penipuan.

    “Semoga kejadian ini cukup sampai di sini dan tidak ada lagi korban berikutnya,” tulis pemilik toko dalam unggahannya, Sabtu (14/3/2026).

    Modus penipuan berbasis pembayaran digital memang semakin beragam seiring meningkatnya penggunaan transaksi online. Karena itu, masyarakat diharapkan selalu memastikan keaslian kode pembayaran serta tidak mudah percaya pada permintaan transaksi yang mencurigakan.

    (Sf/Lo)