Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Masyarakat Kota Balikpapan diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan menyusul memburuknya kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat.
Berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS), indeks kualitas udara Balikpapan mencapai 107 pada pukul 06.00 WITA dan meningkat menjadi 109 pada pukul 07.00 WITA, Rabu (14/10/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, kualitas udara tersebut memburuk dibandingkan hari sebelumnya yang masih berada dalam kategori sedang.
“Udara hari ini tidak sehat. Kalau kemarin masih sedang, hari ini sudah tidak sehat,” ucap Sudirman saat dihubungi media.
Ia menjelaskan, kualitas udara terus dipantau secara berkala karena indeksnya dapat berubah setiap jam. Pemantauan melalui AQMS menjadi salah satu dasar untuk mengetahui perkembangan kondisi udara di Kota Balikpapan.
Dia mengingatkan, kualitas udara dalam kategori tidak sehat berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.
Karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menghindari kegiatan fisik di luar rumah apabila tidak mendesak. Kewaspadaan terhadap paparan partikulat halus juga perlu ditingkatkan selama kualitas udara belum membaik.
“Bagi yang tidak perlu melakukan kegiatan fisik di luar rumah, lebih baik di dalam rumah saja,” pesannya.
Di sisi lain, DLH Balikpapan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk membahas kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa. Ditegaskan, keputusan terkait kebijakan tersebut perlu dibahas bersama Disdik, karena kewenangannya berada pada instansi pendidikan.
“DLH juga menjalin koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk membahas langkah yang diperlukan dalam merespons kondisi kualitas udara tersebut,” akunya.
Untuk membantu masyarakat memantau perkembangan kualitas udara, DLH menyampaikan informasi secara berkala melalui akun Instagram resminya. Masyarakat juga dapat mengakses informasi terkini melalui Instagram Stories Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dan DLH Balikpapan, aplikasi ISPU.Net, serta situs resmi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup.
Sudirman mengimbau masyarakat memeriksa informasi kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah.
“Dengan pemantauan berkala, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan kegiatan dan mengurangi risiko paparan polusi terhadap kesehatan,” paparnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Masyarakat Kota Balikpapan diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan menyusul memburuknya kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat.
Berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS), indeks kualitas udara Balikpapan mencapai 107 pada pukul 06.00 WITA dan meningkat menjadi 109 pada pukul 07.00 WITA, Rabu (14/10/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, kualitas udara tersebut memburuk dibandingkan hari sebelumnya yang masih berada dalam kategori sedang.
“Udara hari ini tidak sehat. Kalau kemarin masih sedang, hari ini sudah tidak sehat,” ucap Sudirman saat dihubungi media.
Ia menjelaskan, kualitas udara terus dipantau secara berkala karena indeksnya dapat berubah setiap jam. Pemantauan melalui AQMS menjadi salah satu dasar untuk mengetahui perkembangan kondisi udara di Kota Balikpapan.
Dia mengingatkan, kualitas udara dalam kategori tidak sehat berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.
Karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menghindari kegiatan fisik di luar rumah apabila tidak mendesak. Kewaspadaan terhadap paparan partikulat halus juga perlu ditingkatkan selama kualitas udara belum membaik.
“Bagi yang tidak perlu melakukan kegiatan fisik di luar rumah, lebih baik di dalam rumah saja,” pesannya.
Di sisi lain, DLH Balikpapan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk membahas kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa. Ditegaskan, keputusan terkait kebijakan tersebut perlu dibahas bersama Disdik, karena kewenangannya berada pada instansi pendidikan.
“DLH juga menjalin koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk membahas langkah yang diperlukan dalam merespons kondisi kualitas udara tersebut,” akunya.
Untuk membantu masyarakat memantau perkembangan kualitas udara, DLH menyampaikan informasi secara berkala melalui akun Instagram resminya. Masyarakat juga dapat mengakses informasi terkini melalui Instagram Stories Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dan DLH Balikpapan, aplikasi ISPU.Net, serta situs resmi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup.
Sudirman mengimbau masyarakat memeriksa informasi kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah.
“Dengan pemantauan berkala, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan kegiatan dan mengurangi risiko paparan polusi terhadap kesehatan,” paparnya.
(Sf/Lo)