Seputar Kaltim

    TWAP Fasilitasi Mediasi Kasus Dugaan Intimidasi di SD 007 Samarinda Ilir, Syapar: Terus kami pantau

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    21 Agustus 2024 pukul 18:08 WITA

    Ketua TWAP Samarinda, Syaparuddin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda menggelar pertemuan bersama pihak sekolah, orang tua siswa, Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Rabu (21/8/2024). 

    Pertemuan ini bertujuan membahas dugaan adanya intimidasi terhadap orang tua siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Samarinda Ilir.

    Kepala SDN 007 Samarinda Ilir, Merry Maulana, mengungkapkan bahwa kasus ini sebenarnya telah diselesaikan sebelum pertemuan tersebut. 

    "Sebenarnya sudah selesai di tanggal 17 lalu. Mungkin hanya ingin mengecek saja dari pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah. Namun, alhamdulillah semuanya berjalan lancar, semua pihak sudah menyampaikan dan saling memaafkan," ujar Merry Maulana usai pertemuan. 

    Ketua TWAP Samarinda, Syaparuddin, menjelaskan bahwa mediasi ini sempat berlangsung alot pada awalnya. 

    "Kita coba fasilitasi, semua pihak kita hadirkan. Meskipun sempat alot di awal, tapi semua pihak akhirnya saling menerima, dan pertemuan ini berakhir dengan happy ending," ujar Syapar.

    Ia berharap hasil mediasi ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain. Syapar ingin masalah seperti ini bisa selesai melalui musyawarah tanpa perlu melaporkannya ke pihak berwajib. 

    Selain itu pihaknya pun juga menyampaikan arahan wali kota terkait larangan penjualan buku wajib dan buku penunjang di sekolah. 

    "Sekolah juga sudah menerima arahan tersebut dan siap menindaklanjutinya. Kami berharap proses belajar mengajar di SDN 007 bisa berjalan kondusif dan nyaman," tambahnya. 

    Dengan adanya mediasi ini, TWAP berharap dapat terus membangun komunikasi yang baik antara pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah demi menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif di Samarinda.

    Ia pun akan terus melakukan pemantauan dan siap turun tangan jika ada laporan serupa dari masyarakat. 

    "Kami berorientasi pada solusi dan mensosialisasikan arahan wali kota terkait penyediaan buku penunjang yang akan ditanggung oleh APBD. Harapan kami, semua sekolah tidak lagi menjual buku kepada orang tua murid," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    TWAP Fasilitasi Mediasi Kasus Dugaan Intimidasi di SD 007 Samarinda Ilir, Syapar: Terus kami pantau

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    21 Agustus 2024 pukul 18:08 WITA

    Ketua TWAP Samarinda, Syaparuddin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda menggelar pertemuan bersama pihak sekolah, orang tua siswa, Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Rabu (21/8/2024). 

    Pertemuan ini bertujuan membahas dugaan adanya intimidasi terhadap orang tua siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Samarinda Ilir.

    Kepala SDN 007 Samarinda Ilir, Merry Maulana, mengungkapkan bahwa kasus ini sebenarnya telah diselesaikan sebelum pertemuan tersebut. 

    "Sebenarnya sudah selesai di tanggal 17 lalu. Mungkin hanya ingin mengecek saja dari pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah. Namun, alhamdulillah semuanya berjalan lancar, semua pihak sudah menyampaikan dan saling memaafkan," ujar Merry Maulana usai pertemuan. 

    Ketua TWAP Samarinda, Syaparuddin, menjelaskan bahwa mediasi ini sempat berlangsung alot pada awalnya. 

    "Kita coba fasilitasi, semua pihak kita hadirkan. Meskipun sempat alot di awal, tapi semua pihak akhirnya saling menerima, dan pertemuan ini berakhir dengan happy ending," ujar Syapar.

    Ia berharap hasil mediasi ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain. Syapar ingin masalah seperti ini bisa selesai melalui musyawarah tanpa perlu melaporkannya ke pihak berwajib. 

    Selain itu pihaknya pun juga menyampaikan arahan wali kota terkait larangan penjualan buku wajib dan buku penunjang di sekolah. 

    "Sekolah juga sudah menerima arahan tersebut dan siap menindaklanjutinya. Kami berharap proses belajar mengajar di SDN 007 bisa berjalan kondusif dan nyaman," tambahnya. 

    Dengan adanya mediasi ini, TWAP berharap dapat terus membangun komunikasi yang baik antara pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah demi menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif di Samarinda.

    Ia pun akan terus melakukan pemantauan dan siap turun tangan jika ada laporan serupa dari masyarakat. 

    "Kami berorientasi pada solusi dan mensosialisasikan arahan wali kota terkait penyediaan buku penunjang yang akan ditanggung oleh APBD. Harapan kami, semua sekolah tidak lagi menjual buku kepada orang tua murid," tutupnya.

    (Sf/Rs)