Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
DLH Samarinda melakukan pembersihan di beberapa ruas jalan. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Penanganan tumpukan sampah di sejumlah titik rawan di Kota Samarinda kini dipastikan telah kembali normal dan terkendali.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras lintas instansi serta pengerahan puluhan personel khusus dan alat berat ke lapangan.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci utama dalam mengatasi penumpukan sampah, khususnya di 23 titik krusial atau zona merah.
"Hasilnya bagus karena kita semua melibatkan perangkat daerah. Di 23 titik krusial tersebut, saya melibatkan Dinas PUPR, BPBD, DLH, hingga jajaran Camat dan Lurah untuk terus melakukan pemantauan," ujar Marnabas.
Guna mempercepat proses pembersihan, Pemkot Samarinda tidak main-main dalam mengerahkan armada. Marnabas merincikan, saat ini terdapat 4 unit ekskavator dukungan dari BPBD dan PUPR yang bersiaga, ditambah dengan 10 armada Dump Truck (DT).
"Selain alat berat, kita juga menurunkan 50 personel 'Hantu Banyu' (sebutan untuk tim pembersih sungai dan drainase Samarinda). Per hari ini kondisi sudah normal kembali, sudah aman, dan tim BPBD masih terus standby," jelasnya.
Warga Diimbau Patuhi Jam Buang Sampah
Meski penanganan teknis berjalan maksimal, Marnabas menyoroti satu kendala utama di lapangan, yakni masih kurangnya kedisiplinan sebagian warga.
Sesuai instruksi Wali Kota Samarinda, pengawasan di kawasan rawan seperti jalur Ringroad terus diperketat.
Pemkot menyayangkan masih banyak warga yang membuang sampah di luar jam ketentuan, yaitu antara pukul 18.00 hingga 06.00 waktu setempat.
"Masalahnya, masih ada saja warga yang buang sampah di luar jam yang ditentukan. Kemudian ada kebiasaan, kalau ada satu yang buang di luar tempatnya, yang lain ikut-ikutan. Makanya kita terus mengimbau agar sama-sama menjaga kota ini supaya bersih," tegasnya.
Ke depannya, Pemkot Samarinda akan segera menggelar rapat evaluasi untuk merumuskan strategi penanganan sampah yang lebih efisien.
Saat ini, metode penjagaan lokasi selama 24 jam penuh dinilai sudah maksimal, namun cukup menguras tenaga.
"Ke depan saya akan rapatkan untuk mengatur strategi. Saat ini petugas kan berjaga 24 jam, bertungguan di lokasi. Sebenarnya ini sudah maksimal, tapi akan kita cari triknya lagi agar ke depan sistemnya lebih termanajemen dengan baik," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

DLH Samarinda melakukan pembersihan di beberapa ruas jalan. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Penanganan tumpukan sampah di sejumlah titik rawan di Kota Samarinda kini dipastikan telah kembali normal dan terkendali.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras lintas instansi serta pengerahan puluhan personel khusus dan alat berat ke lapangan.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kunci utama dalam mengatasi penumpukan sampah, khususnya di 23 titik krusial atau zona merah.
"Hasilnya bagus karena kita semua melibatkan perangkat daerah. Di 23 titik krusial tersebut, saya melibatkan Dinas PUPR, BPBD, DLH, hingga jajaran Camat dan Lurah untuk terus melakukan pemantauan," ujar Marnabas.
Guna mempercepat proses pembersihan, Pemkot Samarinda tidak main-main dalam mengerahkan armada. Marnabas merincikan, saat ini terdapat 4 unit ekskavator dukungan dari BPBD dan PUPR yang bersiaga, ditambah dengan 10 armada Dump Truck (DT).
"Selain alat berat, kita juga menurunkan 50 personel 'Hantu Banyu' (sebutan untuk tim pembersih sungai dan drainase Samarinda). Per hari ini kondisi sudah normal kembali, sudah aman, dan tim BPBD masih terus standby," jelasnya.
Warga Diimbau Patuhi Jam Buang Sampah
Meski penanganan teknis berjalan maksimal, Marnabas menyoroti satu kendala utama di lapangan, yakni masih kurangnya kedisiplinan sebagian warga.
Sesuai instruksi Wali Kota Samarinda, pengawasan di kawasan rawan seperti jalur Ringroad terus diperketat.
Pemkot menyayangkan masih banyak warga yang membuang sampah di luar jam ketentuan, yaitu antara pukul 18.00 hingga 06.00 waktu setempat.
"Masalahnya, masih ada saja warga yang buang sampah di luar jam yang ditentukan. Kemudian ada kebiasaan, kalau ada satu yang buang di luar tempatnya, yang lain ikut-ikutan. Makanya kita terus mengimbau agar sama-sama menjaga kota ini supaya bersih," tegasnya.
Ke depannya, Pemkot Samarinda akan segera menggelar rapat evaluasi untuk merumuskan strategi penanganan sampah yang lebih efisien.
Saat ini, metode penjagaan lokasi selama 24 jam penuh dinilai sudah maksimal, namun cukup menguras tenaga.
"Ke depan saya akan rapatkan untuk mengatur strategi. Saat ini petugas kan berjaga 24 jam, bertungguan di lokasi. Sebenarnya ini sudah maksimal, tapi akan kita cari triknya lagi agar ke depan sistemnya lebih termanajemen dengan baik," pungkasnya.
(Sf/Rs)