Seputar Kaltim
Pelepasan 33 anggota kontingen wartawan Kutim yang akan mengikuti Porwada Kaltim 2026 di Balikpapan. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Kontingen wartawan Kutai Timur (Kutim) membidik tambahan medali emas pada Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026. Sebanyak 33 orang tergabung dalam kontingen yang mengikuti sejumlah cabang olahraga (cabor) dan lomba jurnalistik.
Ketua PWI Kutim, Wardi mengatakan, kontingen tersebut tidak hanya berasal dari anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), tetapi juga wartawan dari berbagai media di Kutim. Namun, seluruh atlet yang mengikuti Porwada wajib memiliki sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW), baik jenjang muda, madya, maupun utama.
"Ini bukan PWI saja, tetapi semua wartawan yang ada di Kutim. Persyaratannya, atlet yang ikut Porwada harus sudah mengikuti UKW, baik muda, madya, maupun utama," ujar Wardi.
Persyaratan tersebut berkaitan dengan seleksi atlet untuk mewakili Kaltim pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Atlet yang tampil di Porwada tingkat provinsi nantinya akan menjadi bagian dari proses seleksi menuju kompetisi tingkat nasional.
Dalam Porwada kali ini, Kutim mengikuti futsal, tenis meja, bulu tangkis, atletik, bridge, domino, serta esports yang mempertandingkan Mobile Legends dan PUBG. Kontingen juga mengikuti lomba karya tulis dan fotografi.
Pada Porwada sebelumnya di Bontang, Kutim meraih medali emas dari cabang domino. Sementara itu, Mobile Legends dan PUBG menyumbangkan medali perak dan perunggu. Prestasi lainnya datang dari kategori karya tulis dan fotografi yang juga meraih medali perak.
Tahun ini, domino kembali menjadi andalan untuk mempertahankan medali emas. Kutim juga membidik peningkatan hasil dari PUBG yang sebelumnya meraih medali perak. Target serupa dipasang untuk tim futsal Jurnalis Kutai Timur (JUKUT FC) yang pada Porwada sebelumnya meraih juara ketiga.
Wardi menambahkan, tim futsal telah menjalani latihan intensif untuk menghadapi pertandingan. Meski berada satu grup dengan tim juara bertahan, mereka tetap menargetkan peningkatan prestasi.
"Futsal tahun lalu juara tiga. Mudah-mudahan kita bisa naik jadi medali emas. Walaupun di grup itu musuhnya berat, juara bertahan. Teman-teman sudah beberapa kali menjalani latihan intensif," jelasnya.
Selain cabang tersebut, Kutim juga mengikuti bridge dan mini bridge. Mini bridge turut dipertandingkan karena diikuti peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Sementara itu, jumlah atlet bridge yang terbatas membuat kedua kategori tersebut digabungkan dalam pertandingan.
"Pada Porwada kali ini, mudah-mudahan kami bisa meraih medali emas. Kalau kabupaten lain bisa mendapatkan medali, Kutim juga berharap bisa meraih medali," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pelepasan 33 anggota kontingen wartawan Kutim yang akan mengikuti Porwada Kaltim 2026 di Balikpapan. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Kontingen wartawan Kutai Timur (Kutim) membidik tambahan medali emas pada Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026. Sebanyak 33 orang tergabung dalam kontingen yang mengikuti sejumlah cabang olahraga (cabor) dan lomba jurnalistik.
Ketua PWI Kutim, Wardi mengatakan, kontingen tersebut tidak hanya berasal dari anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), tetapi juga wartawan dari berbagai media di Kutim. Namun, seluruh atlet yang mengikuti Porwada wajib memiliki sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW), baik jenjang muda, madya, maupun utama.
"Ini bukan PWI saja, tetapi semua wartawan yang ada di Kutim. Persyaratannya, atlet yang ikut Porwada harus sudah mengikuti UKW, baik muda, madya, maupun utama," ujar Wardi.
Persyaratan tersebut berkaitan dengan seleksi atlet untuk mewakili Kaltim pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Atlet yang tampil di Porwada tingkat provinsi nantinya akan menjadi bagian dari proses seleksi menuju kompetisi tingkat nasional.
Dalam Porwada kali ini, Kutim mengikuti futsal, tenis meja, bulu tangkis, atletik, bridge, domino, serta esports yang mempertandingkan Mobile Legends dan PUBG. Kontingen juga mengikuti lomba karya tulis dan fotografi.
Pada Porwada sebelumnya di Bontang, Kutim meraih medali emas dari cabang domino. Sementara itu, Mobile Legends dan PUBG menyumbangkan medali perak dan perunggu. Prestasi lainnya datang dari kategori karya tulis dan fotografi yang juga meraih medali perak.
Tahun ini, domino kembali menjadi andalan untuk mempertahankan medali emas. Kutim juga membidik peningkatan hasil dari PUBG yang sebelumnya meraih medali perak. Target serupa dipasang untuk tim futsal Jurnalis Kutai Timur (JUKUT FC) yang pada Porwada sebelumnya meraih juara ketiga.
Wardi menambahkan, tim futsal telah menjalani latihan intensif untuk menghadapi pertandingan. Meski berada satu grup dengan tim juara bertahan, mereka tetap menargetkan peningkatan prestasi.
"Futsal tahun lalu juara tiga. Mudah-mudahan kita bisa naik jadi medali emas. Walaupun di grup itu musuhnya berat, juara bertahan. Teman-teman sudah beberapa kali menjalani latihan intensif," jelasnya.
Selain cabang tersebut, Kutim juga mengikuti bridge dan mini bridge. Mini bridge turut dipertandingkan karena diikuti peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Sementara itu, jumlah atlet bridge yang terbatas membuat kedua kategori tersebut digabungkan dalam pertandingan.
"Pada Porwada kali ini, mudah-mudahan kami bisa meraih medali emas. Kalau kabupaten lain bisa mendapatkan medali, Kutim juga berharap bisa meraih medali," pungkasnya.
(Sf/Rs)