Cari disini...
Seputar Kaltim
Pembukaan Turnamen Askot PSSI Bontang KU-10 dan KU-14 2025. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Turnamen Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bontang kategori KU-10 dan KU-14 mulai berlangsung di Stadion Besai Berinta, Jumat (21/11/2025).
Ketua panitia, Yusuf melaporkan turnamen tahun ini diikuti 28 tim, terdiri dari 16 tim KU-10 dan 12 tim KU-14 yang akan bertanding memperebutkan gelar juara.
“Ada 28 tim akan berlaga pada turnamen KU-10 dan KU-14 tahun ini,” ungkap Yusuf.
Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga 25 November mendatang.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menilai pembinaan sepak bola usia dini menjadi bagian penting dalam mencetak pemain berkualitas. Ia menekankan perlunya proses pembinaan yang terstruktur dan berorientasi pada sportivitas.
“Pembinaan harus dilakukan sejak usia dini dengan pendekatan yang benar dan terstruktur,” ujar Agus Haris.
Ia menilai kompetisi usia muda dapat melahirkan pemain berkarakter dan siap bersaing di level lebih tinggi. “Dari lapangan seperti ini lahir pemain yang kuat, disiplin dan berkarakter,”ucapnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pembukaan Turnamen Askot PSSI Bontang KU-10 dan KU-14 2025. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Turnamen Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bontang kategori KU-10 dan KU-14 mulai berlangsung di Stadion Besai Berinta, Jumat (21/11/2025).
Ketua panitia, Yusuf melaporkan turnamen tahun ini diikuti 28 tim, terdiri dari 16 tim KU-10 dan 12 tim KU-14 yang akan bertanding memperebutkan gelar juara.
“Ada 28 tim akan berlaga pada turnamen KU-10 dan KU-14 tahun ini,” ungkap Yusuf.
Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga 25 November mendatang.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menilai pembinaan sepak bola usia dini menjadi bagian penting dalam mencetak pemain berkualitas. Ia menekankan perlunya proses pembinaan yang terstruktur dan berorientasi pada sportivitas.
“Pembinaan harus dilakukan sejak usia dini dengan pendekatan yang benar dan terstruktur,” ujar Agus Haris.
Ia menilai kompetisi usia muda dapat melahirkan pemain berkarakter dan siap bersaing di level lebih tinggi. “Dari lapangan seperti ini lahir pemain yang kuat, disiplin dan berkarakter,”ucapnya.
(Sf/Lo)