Seputar Kaltim

    Tuntut Gaji Segera Dibayar, Aksi Protes Karyawan di Samarinda Memanas dengan Pembakaran Baju PDH

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdiant
    19 Maret 2024 pukul 14:52 WITA

    Situasi massa aksi penuntutan hak Karyawan PT SLJ Global Tbk yang berhadapan dengan aparat yang memblokade massa aksi masuk ke dalam perusahaan, pada Selasa (19/3/2024). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Puluhan karyawan sebuah perusahaan di Samarinda  kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor perusahaan yang terletak di Jalan Ciptomangunkusumo, Selasa (19/3/2024) siang. 

    Mereka menuntut pembayaran kompensasi dan gaji yang tertunda sejak November 2020. Aksi ini diwarnai dengan pembakaran baju PDH sebagai simbol kekecewaan terhadap manajemen perusahaan.

    Para karyawan mengklaim bahwa perusahaan telah meminta banding atas tuntutan mereka, namun para pekerja  hanya menginginkan hak-hak mereka untuk dipenuhi.

    "Kami telah menunggu terlalu lama. Kompensasi dan gaji kami belum dibayar. Ini bukan hanya tentang uang, ini tentang menghormati hak-hak kami sebagai pekerja," ujar salah satu karyawan dan sebagai Narahubung aksi, Cori.

    Ketegangan meningkat ketika para buruh mendobrak pagar perusahaan dan berhadapan dengan aparat keamanan. Sehingga terjadi dorong-mendorong dan hingga berita ini terbit masa aksi terus mencoba mendorong dan ingin bertemu dengan pimpinan untuk meminta kejelasan.

    Tuntutan para buruh tetap konsisten, yakni pembayaran kompensasi yang tertunda sejak November 2020 hingga 2024, serta gaji yang belum dibayar sejak Desember 2023. Mereka bersumpah untuk terus berunjuk rasa hingga tuntutan mereka dipenuhi.

    "Kami akan tetap di sini, menuntut hak kami. Jika perlu, kami akan membawa lebih banyak massa untuk bergabung dalam protes ini," tegas Cori.

    Para buruh juga berencana untuk bekerja sama dengan organisasi dan lembaga lain untuk meningkatkan jumlah massa dalam aksi protes ini. Mereka telah mengirimkan surat ke sejumlah dinas terkait, namun hingga saat ini, perusahaan belum menunjukkan inisiatif untuk memenuhi tuntutan mereka.

    Sebelumnya, tiga minggu lalu mereka melakukan aksi di depan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda. Menurut Cori, aksi kali ini merupakan bagian dari serangkaian protes yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Para buruh menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur hingga ada solusi konkret yang ditawarkan oleh perusahaan untuk menyelesaikan masalah kompensasi dan gaji yang tertunda.

    "Kami para pekerja hanya meminta hak kami para karyawan untuk dihormati dan dipenuhi oleh perusahaan," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tuntut Gaji Segera Dibayar, Aksi Protes Karyawan di Samarinda Memanas dengan Pembakaran Baju PDH

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdiant
    19 Maret 2024 pukul 14:52 WITA

    Situasi massa aksi penuntutan hak Karyawan PT SLJ Global Tbk yang berhadapan dengan aparat yang memblokade massa aksi masuk ke dalam perusahaan, pada Selasa (19/3/2024). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Puluhan karyawan sebuah perusahaan di Samarinda  kembali menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor perusahaan yang terletak di Jalan Ciptomangunkusumo, Selasa (19/3/2024) siang. 

    Mereka menuntut pembayaran kompensasi dan gaji yang tertunda sejak November 2020. Aksi ini diwarnai dengan pembakaran baju PDH sebagai simbol kekecewaan terhadap manajemen perusahaan.

    Para karyawan mengklaim bahwa perusahaan telah meminta banding atas tuntutan mereka, namun para pekerja  hanya menginginkan hak-hak mereka untuk dipenuhi.

    "Kami telah menunggu terlalu lama. Kompensasi dan gaji kami belum dibayar. Ini bukan hanya tentang uang, ini tentang menghormati hak-hak kami sebagai pekerja," ujar salah satu karyawan dan sebagai Narahubung aksi, Cori.

    Ketegangan meningkat ketika para buruh mendobrak pagar perusahaan dan berhadapan dengan aparat keamanan. Sehingga terjadi dorong-mendorong dan hingga berita ini terbit masa aksi terus mencoba mendorong dan ingin bertemu dengan pimpinan untuk meminta kejelasan.

    Tuntutan para buruh tetap konsisten, yakni pembayaran kompensasi yang tertunda sejak November 2020 hingga 2024, serta gaji yang belum dibayar sejak Desember 2023. Mereka bersumpah untuk terus berunjuk rasa hingga tuntutan mereka dipenuhi.

    "Kami akan tetap di sini, menuntut hak kami. Jika perlu, kami akan membawa lebih banyak massa untuk bergabung dalam protes ini," tegas Cori.

    Para buruh juga berencana untuk bekerja sama dengan organisasi dan lembaga lain untuk meningkatkan jumlah massa dalam aksi protes ini. Mereka telah mengirimkan surat ke sejumlah dinas terkait, namun hingga saat ini, perusahaan belum menunjukkan inisiatif untuk memenuhi tuntutan mereka.

    Sebelumnya, tiga minggu lalu mereka melakukan aksi di depan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda. Menurut Cori, aksi kali ini merupakan bagian dari serangkaian protes yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Para buruh menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur hingga ada solusi konkret yang ditawarkan oleh perusahaan untuk menyelesaikan masalah kompensasi dan gaji yang tertunda.

    "Kami para pekerja hanya meminta hak kami para karyawan untuk dihormati dan dipenuhi oleh perusahaan," tutupnya.

    (Sf/Rs)