Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas didampingi Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu saat penyerahan DIKA kepada 15 kampung di Kabupaten Berau, di Ruang RPJPD Bapelitbang Kabupaten Berau, Kamis, (15/1/2026). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dalam rangka peringatan Hari Desa Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyerahkan Dana Insentif Kinerja (DIKA) kepada 15 kampung terpilih dengan total nilai mencapai Rp1,4 miliar. DIKA terbesar pun diterima oleh Kampung Sumber Agung, Kecamatan Batu Putih dengan alokasi dana sebesar Rp250 juta.
Penyerahan ini berlangsung di Ruang RPJPD Bapelitbang Kabupaten Berau, Kamis, (15/1/2026). Acara ini mengusung tema "Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia, Bangun Desa untuk Indonesia Emas 2045."
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan bahwa dana tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada kampung-kampung yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam aspek tata kelola pemerintahan, pembangunan, dan pengelolaan keuangan.
"Melalui Peringatan Hari Desa Nasional ini, kita diingatkan bahwa desa adalah garda terdepan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat, dengan segala dinamika dan budayanya," ujar Tenteram
Dirinya juga menjelaskan bahwa DIKA yang diberikan kepada 15 kampung tersebut bersumber dari alokasi satu persen dana afirmasi, yang secara khusus diperuntukkan bagi kampung yang menunjukkan prestasi terbaik dalam berbagai indikator penilaian yang telah ditetapkan.
"Ada empat indikator dalam Penilaian Penerima DIKA yang harus dipenuhi," katanya.
Ia pun menyebutkan empat indikator penilaian penerima DIKA yakni pertama kinerja administrasi dan Tata Kelola Keuangan Kampung. Salah satu indikator utama adalah ketepatan waktu dalam penyampaian laporan keuangan dan peningkatan Pendapatan Asli Kampung (PAK).
"Kampung yang mengelola keuangan secara transparan dan efisien mendapat nilai lebih dalam penilaian ini," tuturnya.
Kemudian, Kinerja Realisasi dan Akuntabilitas Program. Dimana, Kampung yang berhasil merealisasikan program-program pembangunan, terutama yang berkaitan dengan penguatan kelembagaan masyarakat, dinilai tinggi dalam indikator ini. Terakhir, Pencapaian Kewenangan Kampung.
"Indikator ketiga, yang memiliki bobot terbesar, menilai pencatatan pendapatan kampung dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK) Tahun 2024, serta tren peningkatan pendapatan dari tahun sebelumnya," tambahnya.
Selain itu, Tenteram pun menekan bahwa meskipun sebagian besar kampung sudah berupaya menjalankan ketiga indikator ini dengan baik, masih ada beberapa yang belum maksimal dalam pencatatan pendapatan dan pengelolaan keuangan.
"Dari 100 kampung dan 10 kelurahan di Berau, masih banyak yang belum bisa menjalankan indikator-indikator itu secara maksimal," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas memberikan apresiasi kepada seluruh kampung penerima DIKA. Dimana, ia menekankan bahwa meskipun tantangan keuangan yang dihadapi daerah semakin berat, sehingga semangat untuk terus membangun kampung tidak boleh surut.
"Dengan segala kondisi keuangan, kita tetap bisa berjuang untuk membangunkan perkampungan masing-masing," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen kampung untuk terus menjaga kekompakan dalam membangun daerah dan menyadari potensi besar yang dimiliki oleh Kabupaten Berau, yang memiliki 100 kampung dengan berbagai peluang untuk dikembangkan bersama.
"Penyaluran DIKA ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh kampung di Berau untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendorong kemandirian ekonomi desa menuju Indonesia Emas 2045," tandasnya.
Dengan adanya penyerahan DIKA ini, bupati berharap kampung-kampung di Kabupaten Berau akan semakin termotivasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan pembangunan, dan mencapai tujuan kemajuan bersama menuju Indonesia Emas 2045.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas didampingi Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu saat penyerahan DIKA kepada 15 kampung di Kabupaten Berau, di Ruang RPJPD Bapelitbang Kabupaten Berau, Kamis, (15/1/2026). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dalam rangka peringatan Hari Desa Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyerahkan Dana Insentif Kinerja (DIKA) kepada 15 kampung terpilih dengan total nilai mencapai Rp1,4 miliar. DIKA terbesar pun diterima oleh Kampung Sumber Agung, Kecamatan Batu Putih dengan alokasi dana sebesar Rp250 juta.
Penyerahan ini berlangsung di Ruang RPJPD Bapelitbang Kabupaten Berau, Kamis, (15/1/2026). Acara ini mengusung tema "Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia, Bangun Desa untuk Indonesia Emas 2045."
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan bahwa dana tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada kampung-kampung yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam aspek tata kelola pemerintahan, pembangunan, dan pengelolaan keuangan.
"Melalui Peringatan Hari Desa Nasional ini, kita diingatkan bahwa desa adalah garda terdepan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat, dengan segala dinamika dan budayanya," ujar Tenteram
Dirinya juga menjelaskan bahwa DIKA yang diberikan kepada 15 kampung tersebut bersumber dari alokasi satu persen dana afirmasi, yang secara khusus diperuntukkan bagi kampung yang menunjukkan prestasi terbaik dalam berbagai indikator penilaian yang telah ditetapkan.
"Ada empat indikator dalam Penilaian Penerima DIKA yang harus dipenuhi," katanya.
Ia pun menyebutkan empat indikator penilaian penerima DIKA yakni pertama kinerja administrasi dan Tata Kelola Keuangan Kampung. Salah satu indikator utama adalah ketepatan waktu dalam penyampaian laporan keuangan dan peningkatan Pendapatan Asli Kampung (PAK).
"Kampung yang mengelola keuangan secara transparan dan efisien mendapat nilai lebih dalam penilaian ini," tuturnya.
Kemudian, Kinerja Realisasi dan Akuntabilitas Program. Dimana, Kampung yang berhasil merealisasikan program-program pembangunan, terutama yang berkaitan dengan penguatan kelembagaan masyarakat, dinilai tinggi dalam indikator ini. Terakhir, Pencapaian Kewenangan Kampung.
"Indikator ketiga, yang memiliki bobot terbesar, menilai pencatatan pendapatan kampung dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK) Tahun 2024, serta tren peningkatan pendapatan dari tahun sebelumnya," tambahnya.
Selain itu, Tenteram pun menekan bahwa meskipun sebagian besar kampung sudah berupaya menjalankan ketiga indikator ini dengan baik, masih ada beberapa yang belum maksimal dalam pencatatan pendapatan dan pengelolaan keuangan.
"Dari 100 kampung dan 10 kelurahan di Berau, masih banyak yang belum bisa menjalankan indikator-indikator itu secara maksimal," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas memberikan apresiasi kepada seluruh kampung penerima DIKA. Dimana, ia menekankan bahwa meskipun tantangan keuangan yang dihadapi daerah semakin berat, sehingga semangat untuk terus membangun kampung tidak boleh surut.
"Dengan segala kondisi keuangan, kita tetap bisa berjuang untuk membangunkan perkampungan masing-masing," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen kampung untuk terus menjaga kekompakan dalam membangun daerah dan menyadari potensi besar yang dimiliki oleh Kabupaten Berau, yang memiliki 100 kampung dengan berbagai peluang untuk dikembangkan bersama.
"Penyaluran DIKA ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh kampung di Berau untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendorong kemandirian ekonomi desa menuju Indonesia Emas 2045," tandasnya.
Dengan adanya penyerahan DIKA ini, bupati berharap kampung-kampung di Kabupaten Berau akan semakin termotivasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan pembangunan, dan mencapai tujuan kemajuan bersama menuju Indonesia Emas 2045.
(Sf/Rs)