Seputar Kaltim

    Tunjang Potensi Siswa SMA, Disdikbud Kaltim Bikin Program Dual Track 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 September 2023 pukul 19:12 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Muhammad Kurniawan saat mengunjungi stand UMKM Siswa SMA. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) melihat banyaknya angka pengangguran di Kaltim terutama yang berstatus lulusan SMA. 
    Sebagai solusi, Disdikbud Kaltim membuat inovasi dengan memaksimalkan potensi keterampilan siswa. Salah satu program Disdikbud yakni Dual Track membantu siswa, untuk mempunyai kesempatan membuka usaha mikro kecil menengah (UMKM) berbasis keterampilan.

    Sebagai sosialisasi, Disdikbud menggelar Festival Dual Track yang mempertunjukkan hasil karya dari 21 Sekolah piloting SMA Negeri di Kaltim yang tersebar di 10 Kabupaten/kota selama setahun terakhir, program tersebut berjalan. Festival berlangsung di Taman Budaya, Jalan Kemakmuran, Samarinda, pada Rabu (27/9/2023).

    Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kaltim Februari 2023 sebesar 6,37 persen, turun 0,4 persen poin dibandingkan dengan Februari 2022. Penyerapan pengangguran tersebut diharapkan Disdikbud semakin masif dari terselanggaranya program Dual Track.

    "Inovasi ini memiliki strategi pelaksana program 3P, yakni sekolah sebagai pusat pelatihan, pengembangan produk, dan pemasaran hasil pelatihan," ungkap Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kaltim, Muhammad Jasniansyah di Taman Budaya.

    Langkah Disdikbud ini dibantu oleh ITS Surabaya untuk mengembangkan dua keterampilan utama yakni keterampilan kerja dan keterampilan wirausaha. "Bidang yang dikembangkan itu Tata Boga, Fashion  tata busana, Multimedia, grafis dan juga keterampilan digital lainnya," bebernya.

    Menurutnya, program ini akan menjadi pemicu siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dapat mengembangkan usaha sendiri melalui produk keterampilan tersebut.

    Disdikbud akan melakukan evaluasi terhadap program yang sudah berjalan satu tahun ini. Kemudian setelah uji piloting ke-21 sekolah ini, harapan Jasni akan ditambah.

    "Semoga tahun ini dan tahun depan itu ada 16 sekolah lagi," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tunjang Potensi Siswa SMA, Disdikbud Kaltim Bikin Program Dual Track 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 September 2023 pukul 19:12 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Muhammad Kurniawan saat mengunjungi stand UMKM Siswa SMA. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) melihat banyaknya angka pengangguran di Kaltim terutama yang berstatus lulusan SMA. 
    Sebagai solusi, Disdikbud Kaltim membuat inovasi dengan memaksimalkan potensi keterampilan siswa. Salah satu program Disdikbud yakni Dual Track membantu siswa, untuk mempunyai kesempatan membuka usaha mikro kecil menengah (UMKM) berbasis keterampilan.

    Sebagai sosialisasi, Disdikbud menggelar Festival Dual Track yang mempertunjukkan hasil karya dari 21 Sekolah piloting SMA Negeri di Kaltim yang tersebar di 10 Kabupaten/kota selama setahun terakhir, program tersebut berjalan. Festival berlangsung di Taman Budaya, Jalan Kemakmuran, Samarinda, pada Rabu (27/9/2023).

    Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kaltim Februari 2023 sebesar 6,37 persen, turun 0,4 persen poin dibandingkan dengan Februari 2022. Penyerapan pengangguran tersebut diharapkan Disdikbud semakin masif dari terselanggaranya program Dual Track.

    "Inovasi ini memiliki strategi pelaksana program 3P, yakni sekolah sebagai pusat pelatihan, pengembangan produk, dan pemasaran hasil pelatihan," ungkap Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kaltim, Muhammad Jasniansyah di Taman Budaya.

    Langkah Disdikbud ini dibantu oleh ITS Surabaya untuk mengembangkan dua keterampilan utama yakni keterampilan kerja dan keterampilan wirausaha. "Bidang yang dikembangkan itu Tata Boga, Fashion  tata busana, Multimedia, grafis dan juga keterampilan digital lainnya," bebernya.

    Menurutnya, program ini akan menjadi pemicu siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dapat mengembangkan usaha sendiri melalui produk keterampilan tersebut.

    Disdikbud akan melakukan evaluasi terhadap program yang sudah berjalan satu tahun ini. Kemudian setelah uji piloting ke-21 sekolah ini, harapan Jasni akan ditambah.

    "Semoga tahun ini dan tahun depan itu ada 16 sekolah lagi," tutupnya.

    (Sf/Rs)