Cari disini...
Seputar Kaltim
Kondisi jalan di tanjakan Bukit Pinang, Jalan Suryanata yang dipenuhi dengan sisa semen yang jatuh dari truk molen. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Tanjakan Bukit Pinang sebagai penghubung Kota Samarinda dengan Kabupaten Kutai Kartanegara kini menjadi bayang-bayang ketakutan bagi masyarakat yang melintasi jalan tersebut.
Bagaimana tidak, jalan tersebut sering menimbulkan peristiwa kecelakaan yang terjadi secara berulang. Hingga kini masih ada korban yang berjatuhan. Tentu hal ini dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor karena tumpahan semen dari truk molen.
Salah seorang warga yang kerap melintas di lokasi tersebut, yaitu Sauri, mengungkapkan bahwa tumpahan semen kerap terjadi setiap kali truk pengangkut semen melintas di tanjakan tersebut. Akibatnya, jalan menjadi licin dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
"Pagi tadi, saya melihat seorang pengendara motor wanita terjatuh karena jalan licin akibat tumpahan semen. Lututnya lecet dan celananya robek," ujar Sauri, Senin (26/8/2024).
Warga menilai, pihak perusahaan pengangkut semen dan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda belum mengambil tindakan yang efektif untuk mengatasi masalah ini. Padahal, kejadian tumpahan semen di lokasi tersebut sudah berlangsung lama dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Sebelumnya juga pernah dikeluarkan kebijakan atas permasalahan ini. Dishub akan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang menaunginya. Namun ketegas itu masih diimpi-impikan oleh banyak masyarakat.
"Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal keselamatan. Jalan ini banyak dilalui warga, termasuk anak-anak sekolah. Jika dibiarkan, bisa saja terjadi kecelakaan yang lebih parah," tegas Sauri.
Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini. Salah satu solusi yang diajukan adalah memberikan sanksi tegas kepada perusahaan pengangkut semen yang lalai dan melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap kendaraan pengangkut semen yang melintas di kawasan tersebut.
"Kami berharap pemerintah segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai ada korban jiwa akibat kelalaian pihak perusahaan," tandas Sauri.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kondisi jalan di tanjakan Bukit Pinang, Jalan Suryanata yang dipenuhi dengan sisa semen yang jatuh dari truk molen. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Tanjakan Bukit Pinang sebagai penghubung Kota Samarinda dengan Kabupaten Kutai Kartanegara kini menjadi bayang-bayang ketakutan bagi masyarakat yang melintasi jalan tersebut.
Bagaimana tidak, jalan tersebut sering menimbulkan peristiwa kecelakaan yang terjadi secara berulang. Hingga kini masih ada korban yang berjatuhan. Tentu hal ini dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor karena tumpahan semen dari truk molen.
Salah seorang warga yang kerap melintas di lokasi tersebut, yaitu Sauri, mengungkapkan bahwa tumpahan semen kerap terjadi setiap kali truk pengangkut semen melintas di tanjakan tersebut. Akibatnya, jalan menjadi licin dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
"Pagi tadi, saya melihat seorang pengendara motor wanita terjatuh karena jalan licin akibat tumpahan semen. Lututnya lecet dan celananya robek," ujar Sauri, Senin (26/8/2024).
Warga menilai, pihak perusahaan pengangkut semen dan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda belum mengambil tindakan yang efektif untuk mengatasi masalah ini. Padahal, kejadian tumpahan semen di lokasi tersebut sudah berlangsung lama dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Sebelumnya juga pernah dikeluarkan kebijakan atas permasalahan ini. Dishub akan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang menaunginya. Namun ketegas itu masih diimpi-impikan oleh banyak masyarakat.
"Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal keselamatan. Jalan ini banyak dilalui warga, termasuk anak-anak sekolah. Jika dibiarkan, bisa saja terjadi kecelakaan yang lebih parah," tegas Sauri.
Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini. Salah satu solusi yang diajukan adalah memberikan sanksi tegas kepada perusahaan pengangkut semen yang lalai dan melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap kendaraan pengangkut semen yang melintas di kawasan tersebut.
"Kami berharap pemerintah segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai ada korban jiwa akibat kelalaian pihak perusahaan," tandas Sauri.
(Sf/Rs)