Seputar Kaltim

    Tumbuh 4,2 Persen, BI Beberkan Kinerja Kaltim, Rp26,61 Miliar Mengalir ke UMKM

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    05 November 2025 pukul 20:31 WITA

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud bersama jajaran Bank Indonesia membuka acara Kaltim paradise of the east. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat tumbuh 4,2 persen pada triwulan III-2025. 

    Bank Indonesia (BI) menyebut laju ini ditopang meningkatnya aktivitas usaha di berbagai sektor, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kian agresif menembus pasar. 

    Di saat bersamaan, pembiayaan sektor prioritas di Kaltim per September 2025 telah menembus lebih dari Rp100 miliar, di mana Rp26,61 miliar (sekitar 24 persen) mengalir untuk UMKM.

    Kabar tersebut disampaikan Deputi Gubernur BI Ricky P Gojali saat membuka gelaran “Kaltim Paradise of The East” di Convention Hall Samarinda, Rabu (5/11/2025). 

    “Pertumbuhan ekonomi akan lebih bermakna bila dirasakan masyarakat lewat UMKM yang kuat dan berdaya saing. Karena itu pengembangan kami lakukan terintegrasi dari kualitas produk, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar,” ujar Ricky.

    Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan sinergi kebijakan pusat–daerah kian krusial di tengah ruang fiskal yang ketat pada level transfer ke daerah. 

    “Kami berterima kasih kepada BI yang konsisten memperkuat UMKM dan mengedukasi masyarakat agar makin cinta, bangga, dan paham rupiah,” kata Rudy.

    Ia mengingatkan UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat, dengan sekitar 430 ribu unit aktif per Agustus 2025 dan produk unggulan mulai dari olahan pangan, rotan, kopi, hingga madu hutan yang sudah merambah pasar internasional.

    Pemprov Kaltim juga mengakselerasi program Gratispol dan Jospol guna memperkuat ekonomi desa, UMKM, dan industri kreatif melalui kolaborasi perbankan, dunia usaha, dan akademisi. 

    “Pertumbuhan harus terasa dari pesisir hingga perkotaan,” tuturnya.

    Pemerintah daerah dan BI mengajak masyarakat mendukung Bangga Buatan Indonesia dan berwisata di dalam negeri sebagai cara nyata menjaga perputaran ekonomi.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tumbuh 4,2 Persen, BI Beberkan Kinerja Kaltim, Rp26,61 Miliar Mengalir ke UMKM

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    05 November 2025 pukul 20:31 WITA

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud bersama jajaran Bank Indonesia membuka acara Kaltim paradise of the east. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat tumbuh 4,2 persen pada triwulan III-2025. 

    Bank Indonesia (BI) menyebut laju ini ditopang meningkatnya aktivitas usaha di berbagai sektor, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kian agresif menembus pasar. 

    Di saat bersamaan, pembiayaan sektor prioritas di Kaltim per September 2025 telah menembus lebih dari Rp100 miliar, di mana Rp26,61 miliar (sekitar 24 persen) mengalir untuk UMKM.

    Kabar tersebut disampaikan Deputi Gubernur BI Ricky P Gojali saat membuka gelaran “Kaltim Paradise of The East” di Convention Hall Samarinda, Rabu (5/11/2025). 

    “Pertumbuhan ekonomi akan lebih bermakna bila dirasakan masyarakat lewat UMKM yang kuat dan berdaya saing. Karena itu pengembangan kami lakukan terintegrasi dari kualitas produk, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar,” ujar Ricky.

    Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan sinergi kebijakan pusat–daerah kian krusial di tengah ruang fiskal yang ketat pada level transfer ke daerah. 

    “Kami berterima kasih kepada BI yang konsisten memperkuat UMKM dan mengedukasi masyarakat agar makin cinta, bangga, dan paham rupiah,” kata Rudy.

    Ia mengingatkan UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat, dengan sekitar 430 ribu unit aktif per Agustus 2025 dan produk unggulan mulai dari olahan pangan, rotan, kopi, hingga madu hutan yang sudah merambah pasar internasional.

    Pemprov Kaltim juga mengakselerasi program Gratispol dan Jospol guna memperkuat ekonomi desa, UMKM, dan industri kreatif melalui kolaborasi perbankan, dunia usaha, dan akademisi. 

    “Pertumbuhan harus terasa dari pesisir hingga perkotaan,” tuturnya.

    Pemerintah daerah dan BI mengajak masyarakat mendukung Bangga Buatan Indonesia dan berwisata di dalam negeri sebagai cara nyata menjaga perputaran ekonomi.

    (Sf/Rs)