Seputar Kaltim

    Tujuh Rumah Terbakar karena Arus Pendek Listrik di Loa Janan Ilir

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    30 Agustus 2024 pukul 20:09 WITA

    Rumah yang terbakar di Jalan Cipto Mangunkusumo, Jumat (30/8/2024) sore. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kebakaran hebat terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo, Gang 4 RT 7 dan Gang Tutup RT 9, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, pada Jumat (30/8/2024) sore. Insiden ini menghanguskan tujuh rumah tunggal dan berdampak pada tiga rumah lainnya, menyebabkan tujuh kepala keluarga dengan total 24 jiwa kehilangan tempat tinggal.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, menyampaikan bahwa meskipun kebakaran ini tidak sampai menelan korban jiwa, satu orang warga sempat pingsan akibat kejadian tersebut. 
    Pihaknya menerima laporan kebakaran itu sekitar pukul 15.30 WITA, dan api padam setelah dilakukan pemadaman sekitar satu setengah jam.

    "Untungnya tidak ada korban jiwa, namun ada satu warga yang sempat pingsan," kata Hendra.

    Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, namun pihak berwenang masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian untuk memastikan penyebab pastinya.

    Dalam upaya memadamkan api, tim pemadam kebakaran menghadapi kendala akses jalan yang sempit, mengingat lokasi kejadian berada di dalam gang yang sulit dijangkau oleh kendaraan besar. 
    Meski begitu, Disdamkar Kota Samarinda mengerahkan empat unit fire truck dan satu unit URC (Unit Reaksi Cepat) untuk memadamkan api. Selain itu, mereka juga mendapatkan bantuan dari relawan pemadam kebakaran, tim medis, dan pihak keamanan.

    Berkat kerja sama yang baik antara Disdamkar dan relawan, api berhasil dipadamkan dan tidak menyebar lebih luas. Namun, kerugian material yang ditimbulkan oleh kebakaran ini cukup signifikan, mengingat banyaknya rumah yang terbakar dan jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal.

    Kebakaran ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya arus pendek listrik, terutama di kawasan padat penduduk dengan akses jalan yang terbatas. 

    Tak bosannya Hendra mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa instalasi listrik di rumahnya dan memastikan tidak ada potensi kebakaran yang dapat membahayakan diri dan lingkungan sekitarnya.

    “Sementara dugannya karena arus pendek listrik,” tutup Hendra.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tujuh Rumah Terbakar karena Arus Pendek Listrik di Loa Janan Ilir

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    30 Agustus 2024 pukul 20:09 WITA

    Rumah yang terbakar di Jalan Cipto Mangunkusumo, Jumat (30/8/2024) sore. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kebakaran hebat terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo, Gang 4 RT 7 dan Gang Tutup RT 9, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, pada Jumat (30/8/2024) sore. Insiden ini menghanguskan tujuh rumah tunggal dan berdampak pada tiga rumah lainnya, menyebabkan tujuh kepala keluarga dengan total 24 jiwa kehilangan tempat tinggal.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, menyampaikan bahwa meskipun kebakaran ini tidak sampai menelan korban jiwa, satu orang warga sempat pingsan akibat kejadian tersebut. 
    Pihaknya menerima laporan kebakaran itu sekitar pukul 15.30 WITA, dan api padam setelah dilakukan pemadaman sekitar satu setengah jam.

    "Untungnya tidak ada korban jiwa, namun ada satu warga yang sempat pingsan," kata Hendra.

    Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, namun pihak berwenang masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian untuk memastikan penyebab pastinya.

    Dalam upaya memadamkan api, tim pemadam kebakaran menghadapi kendala akses jalan yang sempit, mengingat lokasi kejadian berada di dalam gang yang sulit dijangkau oleh kendaraan besar. 
    Meski begitu, Disdamkar Kota Samarinda mengerahkan empat unit fire truck dan satu unit URC (Unit Reaksi Cepat) untuk memadamkan api. Selain itu, mereka juga mendapatkan bantuan dari relawan pemadam kebakaran, tim medis, dan pihak keamanan.

    Berkat kerja sama yang baik antara Disdamkar dan relawan, api berhasil dipadamkan dan tidak menyebar lebih luas. Namun, kerugian material yang ditimbulkan oleh kebakaran ini cukup signifikan, mengingat banyaknya rumah yang terbakar dan jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal.

    Kebakaran ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya arus pendek listrik, terutama di kawasan padat penduduk dengan akses jalan yang terbatas. 

    Tak bosannya Hendra mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa instalasi listrik di rumahnya dan memastikan tidak ada potensi kebakaran yang dapat membahayakan diri dan lingkungan sekitarnya.

    “Sementara dugannya karena arus pendek listrik,” tutup Hendra.

    (Sf/Rs)