Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim
Bus Damri. (Foto: istimewa)
Tanjung Redeb - Layanan transportasi publik menuju kawasan pesisir selatan Kabupaten Berau, khususnya Biduk-Biduk, segera hadir. Perusahaan umum (Perum) DAMRI saat ini tengah menunggu terbitnya izin trayek untuk mengoperasikan rute baru yang menghubungkan Tanjung Redeb dengan wilayah tersebut.
Rencana pembukaan trayek ini telah melalui berbagai tahapan persiapan. Sejak akhir 2025, DAMRI bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah melakukan survei langsung guna memastikan kelayakan jalur yang akan dilalui armada.
Koordinator DAMRI Terminal Tanjung Redeb, Sofyan, menyampaikan bahwa saat ini persiapan teknis telah memasuki tahap akhir. Kesiapan armada dan hasil survei jalur disebut sudah hampir seluruhnya rampung.
"Secara kesiapan fisik, unit armada kami sudah siap. Survei jalannya pun sudah tuntas sejak akhir tahun lalu. Sekarang kami tinggal menunggu izin trayek keluar," ujar Sofyan.
Ia pun mengatakan saat ini DAMRI tengah menyelesaikan tahapan administratif sebagai syarat operasional. Dimana, jika proses perizinan berjalan lancar, layanan ini ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026.
"Kehadiran trayek ini nantinya diharapkan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat serta wisatawan yang ingin menuju kawasan pesisir selatan Berau," tuturnya.
Dirinya menilai bahwa rute baru tersebut cukup strategis karena menghubungkan pusat kota dengan sejumlah destinasi wisata unggulan di Biduk-Biduk, seperti Labuan Cermin, Pulau Kaniungan, dan Lamin Guntur yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan.
"Ini juga bisa meningkatkan mobilitas masyarakat sekitar dan bukan hanya itu, layanan ini juga akan membuka akses transportasi yang lebih terjangkau," katanya.
Meski demikian, ia menyampaikan bahwa pembukaan trayek baru tidak dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui prosedur. Dimana, proses pengajuan harus dilakukan secara berjenjang, dimulai dari pemerintah daerah hingga ke tingkat provinsi.
"Pengajuan harus diawali dari pemerintah daerah, kemudian dilanjutkan ke tingkat provinsi. Kalau seluruh prosedur itu sudah terpenuhi, biasanya bisa segera direalisasikan," jelasnya.
Oleh karena itu, Sofyan pun menekankan perlunya dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya di Biduk-Biduk, agar proses pengajuan trayek dapat segera disetujui. Sehingga, ia berharap layanan transportasi publik ini dapat segera hadir dan menjadi solusi konektivitas menuju pesisir selatan Berau.
"Harapannya masyarakat di sana bisa kasih dukungan dan ikut mengusulkan, supaya DAMRI bisa segera masuk dan bantu akses transportasi mereka," tandasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim

Bus Damri. (Foto: istimewa)
Tanjung Redeb - Layanan transportasi publik menuju kawasan pesisir selatan Kabupaten Berau, khususnya Biduk-Biduk, segera hadir. Perusahaan umum (Perum) DAMRI saat ini tengah menunggu terbitnya izin trayek untuk mengoperasikan rute baru yang menghubungkan Tanjung Redeb dengan wilayah tersebut.
Rencana pembukaan trayek ini telah melalui berbagai tahapan persiapan. Sejak akhir 2025, DAMRI bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah melakukan survei langsung guna memastikan kelayakan jalur yang akan dilalui armada.
Koordinator DAMRI Terminal Tanjung Redeb, Sofyan, menyampaikan bahwa saat ini persiapan teknis telah memasuki tahap akhir. Kesiapan armada dan hasil survei jalur disebut sudah hampir seluruhnya rampung.
"Secara kesiapan fisik, unit armada kami sudah siap. Survei jalannya pun sudah tuntas sejak akhir tahun lalu. Sekarang kami tinggal menunggu izin trayek keluar," ujar Sofyan.
Ia pun mengatakan saat ini DAMRI tengah menyelesaikan tahapan administratif sebagai syarat operasional. Dimana, jika proses perizinan berjalan lancar, layanan ini ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026.
"Kehadiran trayek ini nantinya diharapkan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat serta wisatawan yang ingin menuju kawasan pesisir selatan Berau," tuturnya.
Dirinya menilai bahwa rute baru tersebut cukup strategis karena menghubungkan pusat kota dengan sejumlah destinasi wisata unggulan di Biduk-Biduk, seperti Labuan Cermin, Pulau Kaniungan, dan Lamin Guntur yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan.
"Ini juga bisa meningkatkan mobilitas masyarakat sekitar dan bukan hanya itu, layanan ini juga akan membuka akses transportasi yang lebih terjangkau," katanya.
Meski demikian, ia menyampaikan bahwa pembukaan trayek baru tidak dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui prosedur. Dimana, proses pengajuan harus dilakukan secara berjenjang, dimulai dari pemerintah daerah hingga ke tingkat provinsi.
"Pengajuan harus diawali dari pemerintah daerah, kemudian dilanjutkan ke tingkat provinsi. Kalau seluruh prosedur itu sudah terpenuhi, biasanya bisa segera direalisasikan," jelasnya.
Oleh karena itu, Sofyan pun menekankan perlunya dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya di Biduk-Biduk, agar proses pengajuan trayek dapat segera disetujui. Sehingga, ia berharap layanan transportasi publik ini dapat segera hadir dan menjadi solusi konektivitas menuju pesisir selatan Berau.
"Harapannya masyarakat di sana bisa kasih dukungan dan ikut mengusulkan, supaya DAMRI bisa segera masuk dan bantu akses transportasi mereka," tandasnya.
(Sf/Rs)