Seputar Kaltim

    Transportasi Publik Belum Terealisasi, Syaparuddin Pastikan Janji Andi Harun Dipenuhi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    23 Februari 2025 pukul 14:50 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun dan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri periode 2025-2030. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda, Syaparuddin, menegaskan bahwa pada periode kedua ini, Andi Harun bersama Saefuddin Zuhri berkomitmen melanjutkan program-program unggulan, terutama dalam penanganan banjir dan peningkatan transportasi publik.

    Di periode pertamanya, Andi Harun yang berpasangan dengan Rusmadi telah melaksanakan berbagai program prioritas, seperti Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya), pengendalian banjir, serta digitalisasi layanan transportasi. 

    Meski demikian, masih ada sejumlah target yang harus dicapai, termasuk pembangunan transportasi massal yang ramah lingkungan. Pemkot Samarinda saat ini masih berada dalam tahap awal studi kelayakan terkait akses menuju dan dari Bandara APT Pranoto. 

    Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun rencana induk jaringan trayek serta perencanaan sistem transportasi massal berbasis jalan.

    Syapar mengatakan bahwa semua program yang tilah digagas pada periode pertama Andi Harun akan dilanjutkan dan ditingkatkan kembali termasuk tentang rencana pembangunan transportasi modern dan pengendalian banjir. Terlebih, perihal transportasi ini sudah dilakukan kajian. 

    Selain itu, pengendalian banjir juga turut menjadi prioritas. Ia pun mengakui bahwa di beberapa titik rawan banjir masih ada yang belum tertangani dengan optimal, seperti di kawasan Bengkuring dan Damanhuri. 

    "Ini menjadi perhatian khusus di periode kedua. Selain itu, kami juga menargetkan pengembangan sistem transportasi modern yang telah memiliki kajian dan siap direalisasikan," ujar Syapar.

    Hanya saja melihat kondisi saat ini, tantangan terbesar dalam merealisasikan program-program tersebut adalah keterbatasan anggaran akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat. 

    Meski begitu, pria yang juga menjadi tim sukses Andi Harun-Saefuddin Zuhri ini menegaskan bahwa strategi pengelolaan keuangan akan disesuaikan agar program prioritas tetap berjalan. Salah satu langkah yang akan diambil adalah efisiensi pengeluaran dinas di luar kantor, studi tiru dan akan memaksimal semua kegiatan dari dalam kantor. 

    “Dengan pemangkasan anggaran dari pusat, tentu pemerintah kota harus siap beradaptasi juga mengefisiensi belanja yang berasal dari keuangan daerah,” tegas Syapar. 

    Di samping itu, air bersih juga masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah kota. Melalui visi "Samarinda Maju Kaltim Maju", Syapar menyebut hal itu menjadi panduan utama dengan target akses air bersih 100 persen dan pengurangan kawasan kumuh melalui peningkatan fasilitas sanitasi.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Transportasi Publik Belum Terealisasi, Syaparuddin Pastikan Janji Andi Harun Dipenuhi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    23 Februari 2025 pukul 14:50 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun dan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri periode 2025-2030. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda, Syaparuddin, menegaskan bahwa pada periode kedua ini, Andi Harun bersama Saefuddin Zuhri berkomitmen melanjutkan program-program unggulan, terutama dalam penanganan banjir dan peningkatan transportasi publik.

    Di periode pertamanya, Andi Harun yang berpasangan dengan Rusmadi telah melaksanakan berbagai program prioritas, seperti Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya), pengendalian banjir, serta digitalisasi layanan transportasi. 

    Meski demikian, masih ada sejumlah target yang harus dicapai, termasuk pembangunan transportasi massal yang ramah lingkungan. Pemkot Samarinda saat ini masih berada dalam tahap awal studi kelayakan terkait akses menuju dan dari Bandara APT Pranoto. 

    Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun rencana induk jaringan trayek serta perencanaan sistem transportasi massal berbasis jalan.

    Syapar mengatakan bahwa semua program yang tilah digagas pada periode pertama Andi Harun akan dilanjutkan dan ditingkatkan kembali termasuk tentang rencana pembangunan transportasi modern dan pengendalian banjir. Terlebih, perihal transportasi ini sudah dilakukan kajian. 

    Selain itu, pengendalian banjir juga turut menjadi prioritas. Ia pun mengakui bahwa di beberapa titik rawan banjir masih ada yang belum tertangani dengan optimal, seperti di kawasan Bengkuring dan Damanhuri. 

    "Ini menjadi perhatian khusus di periode kedua. Selain itu, kami juga menargetkan pengembangan sistem transportasi modern yang telah memiliki kajian dan siap direalisasikan," ujar Syapar.

    Hanya saja melihat kondisi saat ini, tantangan terbesar dalam merealisasikan program-program tersebut adalah keterbatasan anggaran akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat. 

    Meski begitu, pria yang juga menjadi tim sukses Andi Harun-Saefuddin Zuhri ini menegaskan bahwa strategi pengelolaan keuangan akan disesuaikan agar program prioritas tetap berjalan. Salah satu langkah yang akan diambil adalah efisiensi pengeluaran dinas di luar kantor, studi tiru dan akan memaksimal semua kegiatan dari dalam kantor. 

    “Dengan pemangkasan anggaran dari pusat, tentu pemerintah kota harus siap beradaptasi juga mengefisiensi belanja yang berasal dari keuangan daerah,” tegas Syapar. 

    Di samping itu, air bersih juga masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah kota. Melalui visi "Samarinda Maju Kaltim Maju", Syapar menyebut hal itu menjadi panduan utama dengan target akses air bersih 100 persen dan pengurangan kawasan kumuh melalui peningkatan fasilitas sanitasi.

    (Sf/Rs)