Seputar Kaltim

    Transformasi Posyandu Bontang, Beri Layanan Kesehatan untuk Seluruh Siklus Hidup

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    08 Desember 2025 pukul 16:27 WITA

    Posyandu Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Posyandu di Kota Bontang kini resmi memberikan layanan kesehatan untuk seluruh siklus hidup masyarakat, seiring penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang mulai diberlakukan sejak 2024. 

    Penanggung Jawab Posyandu Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Dian Arie Sushanty mengatakan perubahan terbesar terjadi pada sistem pencatatan dan cakupan layanan.

    Menurut Dian, ILP menghadirkan standar pencatatan yang seragam sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Kalau dulu posyandu memiliki pencatatan yang berbeda-beda, namun di era ILP ada standar pencatatan dari kemenkes di setiap langkah pelayanan,” ujarnya.

    Tak lagi hanya fokus pada bayi, balita, dan ibu hamil, posyandu kini memberikan layanan untuk remaja, usia produktif, hingga lansia. “Sekali pengecekan, seluruhnya kita lakukan pemeriksaan kesehatan, jadi tidak hanya bayi dan balita, yang mengantar juga diberikan layanan kesehatan,” jelasnya.

    Di era ILP, posyandu saat ini memperluas skrining kesehatan, mulai dari TBC, ketajaman penglihatan, pendengaran, pemeriksaan gula darah pada remaja, hingga hemoglobin (HB). 

    Format pemeriksaan dibuat lebih lengkap dan dilakukan sesuai jadwal. “Misalnya jadwal penimbangan dan pengukuran pada balita digabungkan dengan skrining TBC,” tambah Dian.

    Penerapan ILP sudah berjalan bertahap sejak awal 2024, sambil menyiapkan kader posyandu. Bontang ditetapkan sebagai kota posyandu ILP pada November 2024. Namun, implementasi tetap menyesuaikan kesiapan tiap posyandu. “Disesuaikan dengan kesiapan posyandu masing-masing,” katanya.

    Dian menekankan perlunya peningkatan keterampilan kader dan penambahan peralatan posyandu. Layanan kesehatan yang sebelumnya terbagi antara posyandu balita, Pos Binaan Terpadu (Posbindu) untuk usia produktif dan posyandu lansia kini digabung. “Kader wajib memiliki keterampilan untuk melayani seluruh siklus hidup,” tegasnya.

    Seluruh posyandu di Bontang ditargetkan menerapkan penuh layanan ILP secara bertahap. “Dilakukan secara bertahap dan seluruh posyandu segera memberlakukan hal ini,” tutup Dian.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Transformasi Posyandu Bontang, Beri Layanan Kesehatan untuk Seluruh Siklus Hidup

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    08 Desember 2025 pukul 16:27 WITA

    Posyandu Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Posyandu di Kota Bontang kini resmi memberikan layanan kesehatan untuk seluruh siklus hidup masyarakat, seiring penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang mulai diberlakukan sejak 2024. 

    Penanggung Jawab Posyandu Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Dian Arie Sushanty mengatakan perubahan terbesar terjadi pada sistem pencatatan dan cakupan layanan.

    Menurut Dian, ILP menghadirkan standar pencatatan yang seragam sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Kalau dulu posyandu memiliki pencatatan yang berbeda-beda, namun di era ILP ada standar pencatatan dari kemenkes di setiap langkah pelayanan,” ujarnya.

    Tak lagi hanya fokus pada bayi, balita, dan ibu hamil, posyandu kini memberikan layanan untuk remaja, usia produktif, hingga lansia. “Sekali pengecekan, seluruhnya kita lakukan pemeriksaan kesehatan, jadi tidak hanya bayi dan balita, yang mengantar juga diberikan layanan kesehatan,” jelasnya.

    Di era ILP, posyandu saat ini memperluas skrining kesehatan, mulai dari TBC, ketajaman penglihatan, pendengaran, pemeriksaan gula darah pada remaja, hingga hemoglobin (HB). 

    Format pemeriksaan dibuat lebih lengkap dan dilakukan sesuai jadwal. “Misalnya jadwal penimbangan dan pengukuran pada balita digabungkan dengan skrining TBC,” tambah Dian.

    Penerapan ILP sudah berjalan bertahap sejak awal 2024, sambil menyiapkan kader posyandu. Bontang ditetapkan sebagai kota posyandu ILP pada November 2024. Namun, implementasi tetap menyesuaikan kesiapan tiap posyandu. “Disesuaikan dengan kesiapan posyandu masing-masing,” katanya.

    Dian menekankan perlunya peningkatan keterampilan kader dan penambahan peralatan posyandu. Layanan kesehatan yang sebelumnya terbagi antara posyandu balita, Pos Binaan Terpadu (Posbindu) untuk usia produktif dan posyandu lansia kini digabung. “Kader wajib memiliki keterampilan untuk melayani seluruh siklus hidup,” tegasnya.

    Seluruh posyandu di Bontang ditargetkan menerapkan penuh layanan ILP secara bertahap. “Dilakukan secara bertahap dan seluruh posyandu segera memberlakukan hal ini,” tutup Dian.

    (Sf/Lo)