Transaksi Tunai di Berau Terancam, Uang Palsu Lolos di SPBU Sambaliung

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    23 September 2025 11:37 WIB

    DPRD Berau saat menunjukkan uang palsu yang ditemukan saat melakukan sidak ke SPBU Sambaliung, Kabupaten Berau, pada Minggu (21/9/2025). (Foto: Istimewa)

    Tanjung Redeb - Ancaman peredaran uang palsu di Kabupaten Berau kian mengkhawatirkan. Setelah sebelumnya menyasar pelaku UMKM, kurir ekspedisi, hingga masyarakat umum, kini uang palsu dilaporkan berhasil lolos dalam transaksi tunai di SPBU Mitra Abadi Sambaliung.

    Temuan tersebut terungkap saat DPRD Berau melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU tersebut pada Minggu (21/9/2025). 

    Manajer SPBU Mitra Abadi Sambaliung, Albert mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menemukan sejumlah uang palsu dalam pecahan Rp50.000 hingga Rp100.000 selama beberapa bulan terakhir. Ia pun menyebut bahwa uang tersebut sempat digunakan oleh konsumen dan baru terdeteksi setelah transaksi selesai.

    "Kadang petugas kami bisa mendeteksinya dan langsung menolak, tapi tidak sedikit juga uang palsu yang baru ketahuan setelah dihitung ulang. Ini jelas merugikan," ujar Albert, Selasa, (23/9/2025).

    SPBU yang ramai dan transaksi tunai yang berlangsung cepat menjadi celah bagi pelaku untuk menyelipkan uang palsu. Meskipun telah dilengkapi alat deteksi ultraviolet (UV) dan mesin pengecek uang, beberapa lembar uang palsu tetap berhasil lolos dari pemeriksaan.

    Sebelumnya diketahui kejadian ini sempat dialami oleh salah satu pelaku UMKM di Tanjung Redeb yang menjadi korban peredaran uang palsu tersebut. Pecahan Rp50 ribu yang dipergunakan sebagai pembayaran ternyata merupakan uang palsu. Indikasi uang palsu itu diketahui salah satu karyawan warkop, yang menerima pembayaran secara cash dari salah satu pelanggan.

    Selain UMKM, salah satu kurir ekspedisi di Berau juga mengatakan pernah mendapatkan hal serupa. Bahkan, karena uang palsu itu dirinya terpaksa harus mengganti setoran ke kantor. Uang palsu pecahan Rp50 ribu tersebut juga didapatkannya saat mengantarkan paket dengan metode pembayaran COD.

    Atas beberapa temuan ini pun memperkuat kekhawatiran bahwa peredaran uang palsu kini tidak lagi berskala kecil, melainkan mulai menyasar sektor dengan volume transaksi harian tinggi. 

    Selain itu, saat uang palsu bisa melewati sistem deteksi di lokasi dengan pengawasan cukup ketat, artinya metode dan teknologi pemalsuan telah berkembang. Sehingganya, masyarakat dan pelaku usaha diminta lebih waspada saat menerima uang tunai, terutama dalam pecahan besar.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Transaksi Tunai di Berau Terancam, Uang Palsu Lolos di SPBU Sambaliung

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    23 September 2025 11:37 WIB

    DPRD Berau saat menunjukkan uang palsu yang ditemukan saat melakukan sidak ke SPBU Sambaliung, Kabupaten Berau, pada Minggu (21/9/2025). (Foto: Istimewa)

    Tanjung Redeb - Ancaman peredaran uang palsu di Kabupaten Berau kian mengkhawatirkan. Setelah sebelumnya menyasar pelaku UMKM, kurir ekspedisi, hingga masyarakat umum, kini uang palsu dilaporkan berhasil lolos dalam transaksi tunai di SPBU Mitra Abadi Sambaliung.

    Temuan tersebut terungkap saat DPRD Berau melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU tersebut pada Minggu (21/9/2025). 

    Manajer SPBU Mitra Abadi Sambaliung, Albert mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menemukan sejumlah uang palsu dalam pecahan Rp50.000 hingga Rp100.000 selama beberapa bulan terakhir. Ia pun menyebut bahwa uang tersebut sempat digunakan oleh konsumen dan baru terdeteksi setelah transaksi selesai.

    "Kadang petugas kami bisa mendeteksinya dan langsung menolak, tapi tidak sedikit juga uang palsu yang baru ketahuan setelah dihitung ulang. Ini jelas merugikan," ujar Albert, Selasa, (23/9/2025).

    SPBU yang ramai dan transaksi tunai yang berlangsung cepat menjadi celah bagi pelaku untuk menyelipkan uang palsu. Meskipun telah dilengkapi alat deteksi ultraviolet (UV) dan mesin pengecek uang, beberapa lembar uang palsu tetap berhasil lolos dari pemeriksaan.

    Sebelumnya diketahui kejadian ini sempat dialami oleh salah satu pelaku UMKM di Tanjung Redeb yang menjadi korban peredaran uang palsu tersebut. Pecahan Rp50 ribu yang dipergunakan sebagai pembayaran ternyata merupakan uang palsu. Indikasi uang palsu itu diketahui salah satu karyawan warkop, yang menerima pembayaran secara cash dari salah satu pelanggan.

    Selain UMKM, salah satu kurir ekspedisi di Berau juga mengatakan pernah mendapatkan hal serupa. Bahkan, karena uang palsu itu dirinya terpaksa harus mengganti setoran ke kantor. Uang palsu pecahan Rp50 ribu tersebut juga didapatkannya saat mengantarkan paket dengan metode pembayaran COD.

    Atas beberapa temuan ini pun memperkuat kekhawatiran bahwa peredaran uang palsu kini tidak lagi berskala kecil, melainkan mulai menyasar sektor dengan volume transaksi harian tinggi. 

    Selain itu, saat uang palsu bisa melewati sistem deteksi di lokasi dengan pengawasan cukup ketat, artinya metode dan teknologi pemalsuan telah berkembang. Sehingganya, masyarakat dan pelaku usaha diminta lebih waspada saat menerima uang tunai, terutama dalam pecahan besar.

    (Sf/Rs)