Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim
Ratusan pelari yang menghadapi medan ekstrem mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. (Foto: Istimewa/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan lomba lari lintas alam (trail race) di kawasan Grand City, Balikpapan, Minggu (26/4/2026).
Ratusan pelari yang menghadapi medan ekstrem mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian sejak dini hari.
Sebanyak 502 peserta ambil bagian dalam ajang yang digelar komunitas Kepala Batu tersebut. Mereka terbagi dalam dua kategori, yakni 15 Km dengan 302 pelari dan 30 Km yang diikuti 200 peserta.
Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol Muhammad Rezsa Adiatulloh menjelaskan pengamanan sudah dimulai sejak pukul 03.00 WITA, bertepatan dengan start kategori jarak terjauh.
“Medan yang dilalui cukup menantang, sehingga kami menyiapkan pengamanan lebih awal untuk memastikan kegiatan berjalan aman,” ucap Kompol Rezsa di lokasi.
Menurutnya, strategi pengamanan tidak hanya berfokus pada jalur lomba, tetapi juga mencakup pengaturan waktu start dan kondisi lingkungan. Kategori 30 Km dilepas lebih awal pada pukul 03.00 WITA dan selesai sekitar pukul 09.00 WITA, sementara kategori 15 Km dimulai pukul 06.00 WITA.
“Pengaturan tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kelelahan peserta, serta mengantisipasi perubahan cuaca di jalur lintasan,” ujarnya.
Selain itu, aparat gabungan dari Polsek Balikpapan Utara, Satlantas, Intelkam dan tim Beat 110 juga ditempatkan di sejumlah titik rawan. Mereka bertugas mengamankan jalur sekaligus mengatur lalu lintas di sekitar kawasan Grand City agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
“Hasilnya, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan tanpa insiden berarti. Seluruh peserta berhasil mencapai garis finis dengan selamat,” ujarnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti kolaborasi antara penyelenggara dan aparat keamanan mampu menciptakan ajang olahraga yang tidak hanya menantang, tetapi juga aman.
Panitia pun berharap kegiatan serupa dapat terus digelar, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih mengenal olahraga trail run serta potensi kawasan alam di Balikpapan.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim

Ratusan pelari yang menghadapi medan ekstrem mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. (Foto: Istimewa/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan lomba lari lintas alam (trail race) di kawasan Grand City, Balikpapan, Minggu (26/4/2026).
Ratusan pelari yang menghadapi medan ekstrem mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian sejak dini hari.
Sebanyak 502 peserta ambil bagian dalam ajang yang digelar komunitas Kepala Batu tersebut. Mereka terbagi dalam dua kategori, yakni 15 Km dengan 302 pelari dan 30 Km yang diikuti 200 peserta.
Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol Muhammad Rezsa Adiatulloh menjelaskan pengamanan sudah dimulai sejak pukul 03.00 WITA, bertepatan dengan start kategori jarak terjauh.
“Medan yang dilalui cukup menantang, sehingga kami menyiapkan pengamanan lebih awal untuk memastikan kegiatan berjalan aman,” ucap Kompol Rezsa di lokasi.
Menurutnya, strategi pengamanan tidak hanya berfokus pada jalur lomba, tetapi juga mencakup pengaturan waktu start dan kondisi lingkungan. Kategori 30 Km dilepas lebih awal pada pukul 03.00 WITA dan selesai sekitar pukul 09.00 WITA, sementara kategori 15 Km dimulai pukul 06.00 WITA.
“Pengaturan tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kelelahan peserta, serta mengantisipasi perubahan cuaca di jalur lintasan,” ujarnya.
Selain itu, aparat gabungan dari Polsek Balikpapan Utara, Satlantas, Intelkam dan tim Beat 110 juga ditempatkan di sejumlah titik rawan. Mereka bertugas mengamankan jalur sekaligus mengatur lalu lintas di sekitar kawasan Grand City agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
“Hasilnya, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan tanpa insiden berarti. Seluruh peserta berhasil mencapai garis finis dengan selamat,” ujarnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti kolaborasi antara penyelenggara dan aparat keamanan mampu menciptakan ajang olahraga yang tidak hanya menantang, tetapi juga aman.
Panitia pun berharap kegiatan serupa dapat terus digelar, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih mengenal olahraga trail run serta potensi kawasan alam di Balikpapan.
(Sf/Lo)