Seputar Kaltim

    Tragedi di Kanal 2 Sangatta Jasad Bayi Ditemukan dalam Totebag Berbatu Bata

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Barang bukti, diduga jasad bayi yang temukan di aliran Sungai Kanal 2, Jalan H. Nanang Kasim 1 RT 46, Selasa (27/5/2025) sekitar pukul 14.00 WITA. (Foto:Lisda/ seputarfakta.com)

    Sangatta — Warga Desa Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, digegerkan oleh penemuan jasad seorang bayi di aliran Sungai Kanal 2, Jalan H. Nanang Kasim 1 RT 46, Selasa (27/5/2025) sekitar pukul 14.00 WITA.

    Bayi tersebut ditemukan dalam sebuah totebag berwarna hijau, bersama sejumlah batu bata yang diduga dimasukkan untuk memberatkan bungkusan tersebut. Penemuan ini bermula saat sekelompok anak-anak sedang mencari kepiting di sekitar bantaran sungai dan melihat bungkusan yang mencurigakan.

    Setelah diperiksa, mereka menemukan jasad bayi di dalamnya dan segera melaporkan temuan tersebut kepada warga, yang kemudian meneruskannya ke pihak kepolisian.

    Tim dari Polres Kutai Timur tiba di lokasi tak lama kemudian. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di area penemuan.

    Kasi Humas Polres Kutim, Aiptu Wahyu Winarko, mengatakan bahwa tim Inafis telah melakukan identifikasi awal serta mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi.

    “Tim Inafis sudah melakukan olah TKP, termasuk mengamankan barang bukti yang ada, yang diduga jasad bayi tersebut,” ujar Wahyu.

    Ia menambahkan, identitas dan jenis kelamin bayi belum dapat dipastikan karena kondisi jasad yang mulai mengalami pembusukan. Untuk mengetahui usia dan penyebab kematian bayi, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari tim medis.

    “Kami masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui lebih jelas penyebab kematian dan usia bayi. Ini masih dalam tahap penyelidikan,” jelasnya.

    Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi, terutama jika mengetahui adanya warga yang baru melahirkan namun bayi tersebut tidak diketahui keberadaannya.

    “Ini menjadi pelajaran buat kita semua untuk lebih bertanggung jawab. Bayi adalah anak titipan dari Tuhan, Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kalau bisa dijaga dengan baik,” tutup Wahyu.

    Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari warga sekitar guna mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tragedi di Kanal 2 Sangatta Jasad Bayi Ditemukan dalam Totebag Berbatu Bata

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Barang bukti, diduga jasad bayi yang temukan di aliran Sungai Kanal 2, Jalan H. Nanang Kasim 1 RT 46, Selasa (27/5/2025) sekitar pukul 14.00 WITA. (Foto:Lisda/ seputarfakta.com)

    Sangatta — Warga Desa Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, digegerkan oleh penemuan jasad seorang bayi di aliran Sungai Kanal 2, Jalan H. Nanang Kasim 1 RT 46, Selasa (27/5/2025) sekitar pukul 14.00 WITA.

    Bayi tersebut ditemukan dalam sebuah totebag berwarna hijau, bersama sejumlah batu bata yang diduga dimasukkan untuk memberatkan bungkusan tersebut. Penemuan ini bermula saat sekelompok anak-anak sedang mencari kepiting di sekitar bantaran sungai dan melihat bungkusan yang mencurigakan.

    Setelah diperiksa, mereka menemukan jasad bayi di dalamnya dan segera melaporkan temuan tersebut kepada warga, yang kemudian meneruskannya ke pihak kepolisian.

    Tim dari Polres Kutai Timur tiba di lokasi tak lama kemudian. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di area penemuan.

    Kasi Humas Polres Kutim, Aiptu Wahyu Winarko, mengatakan bahwa tim Inafis telah melakukan identifikasi awal serta mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi.

    “Tim Inafis sudah melakukan olah TKP, termasuk mengamankan barang bukti yang ada, yang diduga jasad bayi tersebut,” ujar Wahyu.

    Ia menambahkan, identitas dan jenis kelamin bayi belum dapat dipastikan karena kondisi jasad yang mulai mengalami pembusukan. Untuk mengetahui usia dan penyebab kematian bayi, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari tim medis.

    “Kami masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui lebih jelas penyebab kematian dan usia bayi. Ini masih dalam tahap penyelidikan,” jelasnya.

    Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi, terutama jika mengetahui adanya warga yang baru melahirkan namun bayi tersebut tidak diketahui keberadaannya.

    “Ini menjadi pelajaran buat kita semua untuk lebih bertanggung jawab. Bayi adalah anak titipan dari Tuhan, Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kalau bisa dijaga dengan baik,” tutup Wahyu.

    Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari warga sekitar guna mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.

    (Sf/Rs)