Cari disini...
Seputar Kaltim
Lokasi pembangunan jembatan baru di Kecamatan Tenggarong. (Foto:M.anshori/seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menyepakati pembangunan jembatan yang menyambungkan Jalan Mayjen Penjaitan dan Danau Semayang di Kecamatan Tenggarong.
Jembatan ini berdekatan dengan Jembatan Besi yang merupakan peninggalan Belanda. Sebelum membangun jembatan anyar, terlebih dahulu dilakukan tradisi tepung tawar yang dipimpin Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin didampingi oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah.
Sultan Aji Muhammad Arifin menjelaskan prosesi tepung tawar dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa keselamatan. Tradisi ini juga melambangkan harapan akan keberkahan dan perlindungan.
"Tradisi tepung tawar pernah dilakukan di jembatan Kartanegara, Tenggarong dalam ritual bersama pihak kesultanan," kata Sultan Aji Muhammad Arifin.
Sementara, Edi Damansyah mengatakan pembangunan akan dimulai setelah perhitungan ulang bahan dari para konsultan penyedia jasa. Jembatan juga akan didesain lebih tinggi agar kapal nelayan bisa melalui ketika air sedang naik.
"Jembatan Besi juga akan dilakukan perbaiakan seperti pengecetan dan pengecekan konstruksi," ucapnya.
Edi berharap agar seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat Kukar, khususnya Tenggarong.
"Kalau untuk namanya nanti menunggu jembatannya sudah selesai baru kita bari nama," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Lokasi pembangunan jembatan baru di Kecamatan Tenggarong. (Foto:M.anshori/seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menyepakati pembangunan jembatan yang menyambungkan Jalan Mayjen Penjaitan dan Danau Semayang di Kecamatan Tenggarong.
Jembatan ini berdekatan dengan Jembatan Besi yang merupakan peninggalan Belanda. Sebelum membangun jembatan anyar, terlebih dahulu dilakukan tradisi tepung tawar yang dipimpin Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin didampingi oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah.
Sultan Aji Muhammad Arifin menjelaskan prosesi tepung tawar dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa keselamatan. Tradisi ini juga melambangkan harapan akan keberkahan dan perlindungan.
"Tradisi tepung tawar pernah dilakukan di jembatan Kartanegara, Tenggarong dalam ritual bersama pihak kesultanan," kata Sultan Aji Muhammad Arifin.
Sementara, Edi Damansyah mengatakan pembangunan akan dimulai setelah perhitungan ulang bahan dari para konsultan penyedia jasa. Jembatan juga akan didesain lebih tinggi agar kapal nelayan bisa melalui ketika air sedang naik.
"Jembatan Besi juga akan dilakukan perbaiakan seperti pengecetan dan pengecekan konstruksi," ucapnya.
Edi berharap agar seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat Kukar, khususnya Tenggarong.
"Kalau untuk namanya nanti menunggu jembatannya sudah selesai baru kita bari nama," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)