Seputar Kaltim

    TPS3R Loa Kulu, Solusi Atasi Sampah dan Tambah Penghasilan Warga

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    20 Juni 2025 pukul 14:50 WITA

    Pengelolaan sampah di TPS3R Kecamatan Loa Kulu. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Guna mengurangi sampah dan menambah penghasilan warga, Pemerintah Kecamatan Loa Kulu mulai menerapkan konsep Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R).

    Ini merupakan strategi untuk membantu mengurangi limbah rumah tangga yang bernilai ekonomis dan mampu menambah pendapatan warga.

    Salah satu warga, Nur mengatakan selama ini sampah dianggap tidak berguna dan hanya dibuang begitu saja. Tetapi setelah adanya sistem pengelolaan yang lebih tertata, sampah bisa dijual ke Unit Pengelola Sampah Simpamas Kecamatan Loa Kulu.

    Ia menjelaskan sampah yang telah dipilih seperti kertas, botol dan lainnya dibayar dengan harga sesuai berat dan jenisnya. "Dari hasil penjualan itu saya bisa dapat Rp30.000-Rp50.000,” jelas Nur, Jumat (20/6/2025).

    Ia menyebut sistem pengelolaan ini jauh lebih menguntungkan daripada menjual ke pemulung, harganya lebih pasti.

    Sementara Kepala Seksi Pelayanan Umum Pemerintah Kecamatan Loa Kulu, Muhammad Fadli mengaku TPS3R yang dibangun pada 2023 lalu ini mulai beroperasi sejak 2024.

    “Sistem kerjanya kami jemput bola, datang ke rumah-rumah warga dan Bank Sampah desa. Ada satu Bank Sampah yang bisa memperoleh hingga Rp1 juta dari hasil penjualan sampah yang sudah dikumpulkan,” ujar Fadli.

    Dirinya menilai sebagian besar sampah rumah tangga bisa dimanfaatkan kembali, seperti diubah menjadi abu untuk bahan baku batako atau dijadikan pupuk organik pertanian. 

    Fadli menegaskan pihaknya akan terus berkomitmen mengembangkan inovasi pengelolaan sampah. 

    “Inovasi dalam pengelolaan sampah sangat penting untuk mengatasi tantangan kita saat ini, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    TPS3R Loa Kulu, Solusi Atasi Sampah dan Tambah Penghasilan Warga

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    20 Juni 2025 pukul 14:50 WITA

    Pengelolaan sampah di TPS3R Kecamatan Loa Kulu. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Guna mengurangi sampah dan menambah penghasilan warga, Pemerintah Kecamatan Loa Kulu mulai menerapkan konsep Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R).

    Ini merupakan strategi untuk membantu mengurangi limbah rumah tangga yang bernilai ekonomis dan mampu menambah pendapatan warga.

    Salah satu warga, Nur mengatakan selama ini sampah dianggap tidak berguna dan hanya dibuang begitu saja. Tetapi setelah adanya sistem pengelolaan yang lebih tertata, sampah bisa dijual ke Unit Pengelola Sampah Simpamas Kecamatan Loa Kulu.

    Ia menjelaskan sampah yang telah dipilih seperti kertas, botol dan lainnya dibayar dengan harga sesuai berat dan jenisnya. "Dari hasil penjualan itu saya bisa dapat Rp30.000-Rp50.000,” jelas Nur, Jumat (20/6/2025).

    Ia menyebut sistem pengelolaan ini jauh lebih menguntungkan daripada menjual ke pemulung, harganya lebih pasti.

    Sementara Kepala Seksi Pelayanan Umum Pemerintah Kecamatan Loa Kulu, Muhammad Fadli mengaku TPS3R yang dibangun pada 2023 lalu ini mulai beroperasi sejak 2024.

    “Sistem kerjanya kami jemput bola, datang ke rumah-rumah warga dan Bank Sampah desa. Ada satu Bank Sampah yang bisa memperoleh hingga Rp1 juta dari hasil penjualan sampah yang sudah dikumpulkan,” ujar Fadli.

    Dirinya menilai sebagian besar sampah rumah tangga bisa dimanfaatkan kembali, seperti diubah menjadi abu untuk bahan baku batako atau dijadikan pupuk organik pertanian. 

    Fadli menegaskan pihaknya akan terus berkomitmen mengembangkan inovasi pengelolaan sampah. 

    “Inovasi dalam pengelolaan sampah sangat penting untuk mengatasi tantangan kita saat ini, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)