Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim
Kepengurusan baru Tim Penggerak (TP) PKK Kota Balikpapan dan Tim Pembina Posyandu Kota Balikpapan masa bakti 2025–2030 di lantik Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan resmi melantik Tim Penggerak (TP) PKK dan Tim Pembina Posyandu masa bakti 2025–2030, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Rabu (14/1/2026).
Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelantikan kepengurusan baru TP PKK dan Tim Pembina Posyandu untuk periode lima tahun ke depan.
“Alhamdulillah hari ini pelantikan anggota TP PKK Balikpapan dan Tim Pembina Posyandu masa bakti 2025–2030 berjalan dengan lancar. Harapan saya ke depan adalah bagaimana sinergi antara PKK dan OPD terkait bisa semakin kuat,” ucap Nurlena saat ditemui usai pelantikan.
Dalam kepengurusan kali ini pihaknya melibatkan sejumlah OPD sebagai bagian dari struktur Tim Pembina Posyandu. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk efisiensi, mengingat keterbatasan anggaran PKK.
“Anggaran PKK sangat terbatas, sehingga kami memilih melibatkan OPD-OPD terkait sebagai anggota. Dengan begitu, program bisa tetap berjalan melalui kolaborasi dan pemanfaatan anggaran yang ada di masing-masing OPD,” jelasnya.
Sementara untuk Tim Pembina Posyandu, struktur kepengurusan secara otomatis melibatkan enam sektor sesuai dengan ketentuan posyandu. Keenam sektor tersebut meliputi Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Dinas Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta sektor kesehatan.
“Enam sektor ini menjadi bagian penting dalam posyandu. Sebagai Ketua TP PKK sekaligus Pembina Posyandu, saya sangat mengharapkan kerja sama dan kolaborasi agar program-program dari pusat bisa benar-benar diimplementasikan di masyarakat,” harapnya.
Nurlena juga mengakui tantangan di 2026 cukup besar, terutama terkait efisiensi anggaran. Namun melalui kolaborasi lintas OPD, pihaknya optimistis program posyandu dan PKK tetap dapat berjalan seiring dengan program pemerintah daerah.
“Setiap OPD memiliki anggaran masing-masing. Di situlah kami satukan agar program OPD sejalan dengan program posyandu,” tambahnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim

Kepengurusan baru Tim Penggerak (TP) PKK Kota Balikpapan dan Tim Pembina Posyandu Kota Balikpapan masa bakti 2025–2030 di lantik Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan resmi melantik Tim Penggerak (TP) PKK dan Tim Pembina Posyandu masa bakti 2025–2030, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Rabu (14/1/2026).
Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelantikan kepengurusan baru TP PKK dan Tim Pembina Posyandu untuk periode lima tahun ke depan.
“Alhamdulillah hari ini pelantikan anggota TP PKK Balikpapan dan Tim Pembina Posyandu masa bakti 2025–2030 berjalan dengan lancar. Harapan saya ke depan adalah bagaimana sinergi antara PKK dan OPD terkait bisa semakin kuat,” ucap Nurlena saat ditemui usai pelantikan.
Dalam kepengurusan kali ini pihaknya melibatkan sejumlah OPD sebagai bagian dari struktur Tim Pembina Posyandu. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk efisiensi, mengingat keterbatasan anggaran PKK.
“Anggaran PKK sangat terbatas, sehingga kami memilih melibatkan OPD-OPD terkait sebagai anggota. Dengan begitu, program bisa tetap berjalan melalui kolaborasi dan pemanfaatan anggaran yang ada di masing-masing OPD,” jelasnya.
Sementara untuk Tim Pembina Posyandu, struktur kepengurusan secara otomatis melibatkan enam sektor sesuai dengan ketentuan posyandu. Keenam sektor tersebut meliputi Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Dinas Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta sektor kesehatan.
“Enam sektor ini menjadi bagian penting dalam posyandu. Sebagai Ketua TP PKK sekaligus Pembina Posyandu, saya sangat mengharapkan kerja sama dan kolaborasi agar program-program dari pusat bisa benar-benar diimplementasikan di masyarakat,” harapnya.
Nurlena juga mengakui tantangan di 2026 cukup besar, terutama terkait efisiensi anggaran. Namun melalui kolaborasi lintas OPD, pihaknya optimistis program posyandu dan PKK tetap dapat berjalan seiring dengan program pemerintah daerah.
“Setiap OPD memiliki anggaran masing-masing. Di situlah kami satukan agar program OPD sejalan dengan program posyandu,” tambahnya.
(Sf/Lo)