Cari disini...
Seputar Kaltim
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud mengikuti rapat dalam sesi daring memmbahas terkait musim kemarau. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kemarau panjang yang melanda Kalimantan Timur (Kaltim) kini memicu ancaman serius di wilayah perbatasan.
Surutnya debit Sungai Mahakam membuat distribusi kebutuhan pokok ke Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), menjadi sangat sulit dan memunculkan potensi krisis pangan di kawasan tersebut.
Berbagai komoditas penting seperti beras, gula, minyak goreng, hingga LPG 3 kilogram terancam langka.
Merespons kondisi kritis ini, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud langsung menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat memutar otak sebelum kelangkaan benar-benar menyengsarakan warga.
Dalam Morning Briefing yang digelar secara daring pada Senin (10/8/2026), Gubernur Rudy menegaskan bahwa pasokan sembako harus segera diamankan dengan skema distribusi baru.
Ia meminta penanganan segera secara lintas instansi bersama Pemkab Mahulu, Bulog, Pertamina, dan dinas terkait.
“Terpenting bagaimana sembako bisa sampai ke sana. Jangan sampai ada masyarakat Kaltim mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan. Ini harus jadi perhatian serius kita! Jangan sampai kita keteteran kalau sudah kejadian,” tegasnya.
Dalam kondisi normal, kelancaran distribusi logistik biasanya mengandalkan pengiriman hingga Ujoh Bilang, yang kemudian diteruskan menggunakan kapal kecil menuju hulu. Namun, surutnya sungai membuat cara ini tak lagi bisa diandalkan.
Sebagai gantinya, Pemprov Kaltim tengah menghitung opsi pengiriman melalui kapal khusus, speedboat berkapasitas besar, hingga pemanfaatan jalur darat.
Opsi pendistribusian menggunakan helikopter resmi dikesampingkan karena menelan biaya yang sangat mahal dengan daya angkut yang terlampau minim.
Untuk mencegah lonjakan harga yang tak terkendali di kawasan hulu, pemerintah juga menyiapkan langkah intervensi. Operasi pasar murah akan digelar demi menjaga daya beli masyarakat perbatasan di tengah sulitnya pasokan.
Tidak hanya itu, dukungan subsidi ongkos angkut juga langsung disuntikkan. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kaltim telah menyiapkan anggaran Rp50 juta, ditambah dukungan dari Dinas Pangan sebesar Rp57 juta khusus untuk memangkas biaya distribusi logistik ke area terisolir.
Pemprov juga secara khusus mendesak Pertamina agar memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram tetap aman hingga ke tingkat pangkalan di pelosok Mahulu.
Sebagai alternatif utama jalur sungai yang lumpuh, pemerintah kini memfokuskan perhatian pada pembenahan akses darat.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menjelaskan bahwa jalur darat sepanjang 60 kilometer dari Ujoh Bilang menuju Long Pahangai sebenarnya masih bisa dilalui truk pengangkut sembako. Saat ini, titik medan terberat hanya berada di kawasan Desa Long Mesangaat.
Sementara itu, untuk menembus jarak 100 kilometer dari Long Pahangai menuju Long Apari, pemerintah segera mengerahkan sejumlah alat berat milik Dinas PUPR Kaltim.
Alat berat ini ditugaskan untuk merapikan sekitar 60 kilometer ruas jalan yang rusak menggunakan material sirtu agar kendaraan pengangkut sembako bisa melintas dengan aman.
Untuk jangka panjang, Pemprov Kaltim bakal membangun gudang penyimpanan sembako di Mahulu.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud mengikuti rapat dalam sesi daring memmbahas terkait musim kemarau. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kemarau panjang yang melanda Kalimantan Timur (Kaltim) kini memicu ancaman serius di wilayah perbatasan.
Surutnya debit Sungai Mahakam membuat distribusi kebutuhan pokok ke Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), menjadi sangat sulit dan memunculkan potensi krisis pangan di kawasan tersebut.
Berbagai komoditas penting seperti beras, gula, minyak goreng, hingga LPG 3 kilogram terancam langka.
Merespons kondisi kritis ini, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud langsung menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat memutar otak sebelum kelangkaan benar-benar menyengsarakan warga.
Dalam Morning Briefing yang digelar secara daring pada Senin (10/8/2026), Gubernur Rudy menegaskan bahwa pasokan sembako harus segera diamankan dengan skema distribusi baru.
Ia meminta penanganan segera secara lintas instansi bersama Pemkab Mahulu, Bulog, Pertamina, dan dinas terkait.
“Terpenting bagaimana sembako bisa sampai ke sana. Jangan sampai ada masyarakat Kaltim mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan. Ini harus jadi perhatian serius kita! Jangan sampai kita keteteran kalau sudah kejadian,” tegasnya.
Dalam kondisi normal, kelancaran distribusi logistik biasanya mengandalkan pengiriman hingga Ujoh Bilang, yang kemudian diteruskan menggunakan kapal kecil menuju hulu. Namun, surutnya sungai membuat cara ini tak lagi bisa diandalkan.
Sebagai gantinya, Pemprov Kaltim tengah menghitung opsi pengiriman melalui kapal khusus, speedboat berkapasitas besar, hingga pemanfaatan jalur darat.
Opsi pendistribusian menggunakan helikopter resmi dikesampingkan karena menelan biaya yang sangat mahal dengan daya angkut yang terlampau minim.
Untuk mencegah lonjakan harga yang tak terkendali di kawasan hulu, pemerintah juga menyiapkan langkah intervensi. Operasi pasar murah akan digelar demi menjaga daya beli masyarakat perbatasan di tengah sulitnya pasokan.
Tidak hanya itu, dukungan subsidi ongkos angkut juga langsung disuntikkan. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kaltim telah menyiapkan anggaran Rp50 juta, ditambah dukungan dari Dinas Pangan sebesar Rp57 juta khusus untuk memangkas biaya distribusi logistik ke area terisolir.
Pemprov juga secara khusus mendesak Pertamina agar memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram tetap aman hingga ke tingkat pangkalan di pelosok Mahulu.
Sebagai alternatif utama jalur sungai yang lumpuh, pemerintah kini memfokuskan perhatian pada pembenahan akses darat.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menjelaskan bahwa jalur darat sepanjang 60 kilometer dari Ujoh Bilang menuju Long Pahangai sebenarnya masih bisa dilalui truk pengangkut sembako. Saat ini, titik medan terberat hanya berada di kawasan Desa Long Mesangaat.
Sementara itu, untuk menembus jarak 100 kilometer dari Long Pahangai menuju Long Apari, pemerintah segera mengerahkan sejumlah alat berat milik Dinas PUPR Kaltim.
Alat berat ini ditugaskan untuk merapikan sekitar 60 kilometer ruas jalan yang rusak menggunakan material sirtu agar kendaraan pengangkut sembako bisa melintas dengan aman.
Untuk jangka panjang, Pemprov Kaltim bakal membangun gudang penyimpanan sembako di Mahulu.
(Sf/Rs)