Tolak Artis Nasional, Kantor Bupati Kukar Digeruduk Pelaku Seni hingga Vendor Sound System

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Seputar Kaltim

    20 November 2025 02:51 WIB

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori

    Tenggarong - Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Kecamatan Tenggarong digeruduk oleh para pelaku seni, musisi, hingga vendor sound system pada Kamis (20/11/2025).

    Aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana penampilan artis nasional di Kukar.

    Mereka merasa tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut, padahal sudah aktif dalam melestarikan budaya dan kesenian di Kukar. 

    Sebagian pelaku seni dan musisi di Kukar merasa kehadiran artis nasional dapat mematikan potensi lokal.

    Aksi ini merupakan bentuk protes dan aspirasi untuk mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah. 

    “Kami menuntut supaya pemerintah daerah lebih memprioritaskan dan mendukung pengembangan seni dan budaya lokal kita,” kata Seniman Senior, Busu Saiful.

    Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung pelaku seni lokal dengan memberikan ruang yang lebih proporsional dalam setiap penyelenggaraan acara. 

    Hal ini disampaikan sebagai respons atas aspirasi yang disampaikan oleh aliansi dan masyarakat.

    Arianto menjelaskan, kegiatan di Kukar memerlukan sinergi dan kolaborasi, pemerintah daerah akan membuat konsep yang lebih baik untuk memberikan keadilan dalam setiap penyelenggaraan acara. 

    Selain itu, pemerintah juga tetap perlu mendatangkan pelaku nasional untuk meningkatkan nilai dan kelas acara.

    “Dalam acara Tingkilan Fest, pemerintah akan mengakomodasi pelaku seni lokal dan memberikan ruang bagi mereka. Detailnya masih menunggu hasil perundingan internal dan kesesuaian dengan tema acara,” ujarnya. 

    Arianto juga menjelaskan anggaran untuk Tingkilan Fest berasal dari efisiensi dan rasionalisasi anggaran kegiatan Kukar lainnya yang tidak dilaksanakan.

    Perhitungan internal menunjukkan kalau sisa anggaran tersebut cukup untuk menyelenggarakan kegiatan yang setara dengan Tingkilan Fest dan mengakomodasi grup seni lokal bernuansa budaya.

    “Kami harap semu dapat terakomodir dan para pelaku seni dan budaya, musisi di Kukar mendapatkan hak mereka,” pungkasnya. 

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Tolak Artis Nasional, Kantor Bupati Kukar Digeruduk Pelaku Seni hingga Vendor Sound System

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Seputar Kaltim

    20 November 2025 02:51 WIB

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori

    Tenggarong - Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Kecamatan Tenggarong digeruduk oleh para pelaku seni, musisi, hingga vendor sound system pada Kamis (20/11/2025).

    Aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana penampilan artis nasional di Kukar.

    Mereka merasa tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut, padahal sudah aktif dalam melestarikan budaya dan kesenian di Kukar. 

    Sebagian pelaku seni dan musisi di Kukar merasa kehadiran artis nasional dapat mematikan potensi lokal.

    Aksi ini merupakan bentuk protes dan aspirasi untuk mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah. 

    “Kami menuntut supaya pemerintah daerah lebih memprioritaskan dan mendukung pengembangan seni dan budaya lokal kita,” kata Seniman Senior, Busu Saiful.

    Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung pelaku seni lokal dengan memberikan ruang yang lebih proporsional dalam setiap penyelenggaraan acara. 

    Hal ini disampaikan sebagai respons atas aspirasi yang disampaikan oleh aliansi dan masyarakat.

    Arianto menjelaskan, kegiatan di Kukar memerlukan sinergi dan kolaborasi, pemerintah daerah akan membuat konsep yang lebih baik untuk memberikan keadilan dalam setiap penyelenggaraan acara. 

    Selain itu, pemerintah juga tetap perlu mendatangkan pelaku nasional untuk meningkatkan nilai dan kelas acara.

    “Dalam acara Tingkilan Fest, pemerintah akan mengakomodasi pelaku seni lokal dan memberikan ruang bagi mereka. Detailnya masih menunggu hasil perundingan internal dan kesesuaian dengan tema acara,” ujarnya. 

    Arianto juga menjelaskan anggaran untuk Tingkilan Fest berasal dari efisiensi dan rasionalisasi anggaran kegiatan Kukar lainnya yang tidak dilaksanakan.

    Perhitungan internal menunjukkan kalau sisa anggaran tersebut cukup untuk menyelenggarakan kegiatan yang setara dengan Tingkilan Fest dan mengakomodasi grup seni lokal bernuansa budaya.

    “Kami harap semu dapat terakomodir dan para pelaku seni dan budaya, musisi di Kukar mendapatkan hak mereka,” pungkasnya. 

    (Sf/Lo)