Cari disini...
Seputar Kaltim
Kondisi jalan tol dari Samarinda ke Balikpapan yang masih terlihat bergelombang. Warga diminta lebih waspada dan berhati-hati saat melintas. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Kondisi ruas jalan Tol Balikpapan–Samarinda dipastikan belum sepenuhnya mulus menjelang musim mudik Lebaran 2026. Sejumlah titik jalan masih bergelombang, terutama pada lajur yang memasuki wilayah Samarinda.
Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda, Muhammad Taufik mengatakan, perbaikan permanen pada ruas jalan tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat, karena masih menunggu persetujuan desain dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Untuk pemeliharaan kami masih menyelesaikan desainnya. Desain tersebut harus mendapat persetujuan dari kementerian. Saat ini sudah diajukan, namun masih ada beberapa analisa serta tambahan data yang perlu dilengkapi,” ucap Taufik kepada awak media, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, meski perbaikan permanen belum dilakukan, pengelola tol telah menyiapkan langkah-langkah sementara guna menjaga keselamatan pengguna jalan.
Di sejumlah titik yang mengalami gelombang, pengelola memasang berbagai penanda keselamatan seperti rubber cone, water barrier, serta lampu peringatan. Penanda tersebut dipasang agar pengendara dapat mengurangi kecepatan saat melintasi area yang berpotensi membahayakan.
“Titik yang paling rawan atau yang kami sebut titik merah berada di wilayah Samarinda,” jelasnya.
Taufik menambahkan, perbaikan permanen terhadap ruas jalan bergelombang tersebut ditargetkan dapat mulai dilakukan pada triwulan ketiga tahun ini atau sekitar Agustus 2026. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada persetujuan dari kementerian terkait
“Tol Balikpapan–Samarinda merupakan jalur utama penghubung dua kota terbesar di Kaltim,” terangnya.
Kata dia, jalan tol ini juga menjadi akses favorit masyarakat selama libur Lebaran, terutama bagi warga Samarinda yang berkunjung ke Balikpapan untuk berwisata.
Beberapa destinasi yang sering menjadi tujuan wisata saat libur Lebaran antara lain Pantai Manggar Segara Sari dan Pantai Lamaru.
“Dengan kondisi jalan yang masih bergelombang, pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan atau menjelang sore hari ketika jarak pandang menurun,” tuturnya.
Pengelola tol juga terus memantau kondisi jalan melalui patroli rutin serta sistem CCTV. Informasi terkait kerusakan jalan maupun genangan air disampaikan kepada pengguna melalui rambu elektronik dan siaran radio tol.
“Pengendara diimbau untuk selalu mengecek kondisi kendaraan sebelum perjalanan, menjaga jarak aman, serta menyesuaikan kecepatan. Keselamatan tetap menjadi prioritas meski kondisi jalan belum sepenuhnya mulus,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kondisi jalan tol dari Samarinda ke Balikpapan yang masih terlihat bergelombang. Warga diminta lebih waspada dan berhati-hati saat melintas. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Kondisi ruas jalan Tol Balikpapan–Samarinda dipastikan belum sepenuhnya mulus menjelang musim mudik Lebaran 2026. Sejumlah titik jalan masih bergelombang, terutama pada lajur yang memasuki wilayah Samarinda.
Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda, Muhammad Taufik mengatakan, perbaikan permanen pada ruas jalan tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat, karena masih menunggu persetujuan desain dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Untuk pemeliharaan kami masih menyelesaikan desainnya. Desain tersebut harus mendapat persetujuan dari kementerian. Saat ini sudah diajukan, namun masih ada beberapa analisa serta tambahan data yang perlu dilengkapi,” ucap Taufik kepada awak media, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, meski perbaikan permanen belum dilakukan, pengelola tol telah menyiapkan langkah-langkah sementara guna menjaga keselamatan pengguna jalan.
Di sejumlah titik yang mengalami gelombang, pengelola memasang berbagai penanda keselamatan seperti rubber cone, water barrier, serta lampu peringatan. Penanda tersebut dipasang agar pengendara dapat mengurangi kecepatan saat melintasi area yang berpotensi membahayakan.
“Titik yang paling rawan atau yang kami sebut titik merah berada di wilayah Samarinda,” jelasnya.
Taufik menambahkan, perbaikan permanen terhadap ruas jalan bergelombang tersebut ditargetkan dapat mulai dilakukan pada triwulan ketiga tahun ini atau sekitar Agustus 2026. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada persetujuan dari kementerian terkait
“Tol Balikpapan–Samarinda merupakan jalur utama penghubung dua kota terbesar di Kaltim,” terangnya.
Kata dia, jalan tol ini juga menjadi akses favorit masyarakat selama libur Lebaran, terutama bagi warga Samarinda yang berkunjung ke Balikpapan untuk berwisata.
Beberapa destinasi yang sering menjadi tujuan wisata saat libur Lebaran antara lain Pantai Manggar Segara Sari dan Pantai Lamaru.
“Dengan kondisi jalan yang masih bergelombang, pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan atau menjelang sore hari ketika jarak pandang menurun,” tuturnya.
Pengelola tol juga terus memantau kondisi jalan melalui patroli rutin serta sistem CCTV. Informasi terkait kerusakan jalan maupun genangan air disampaikan kepada pengguna melalui rambu elektronik dan siaran radio tol.
“Pengendara diimbau untuk selalu mengecek kondisi kendaraan sebelum perjalanan, menjaga jarak aman, serta menyesuaikan kecepatan. Keselamatan tetap menjadi prioritas meski kondisi jalan belum sepenuhnya mulus,” pungkasnya.
(Sf/Rs)