Seputar Kaltim

    Toko Beras di Balikpapan Batasi Pembelian, Stok 75 Ton Habis Dalam Hitungan Jam

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    11 Agustus 2025 pukul 19:35 WITA

    Stok beras di UD. Gunung Sari masih terpantau aman. Warga diimbau tidak panic buying. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Ketersediaan beras di Kota Balikpapan saat ini masih dalam kondisi aman. Hal tersebut disampaikan oleh Pemilik Toko Beras UD Gunung Sari di Balikpapan Kota, Yudi Hartanto saat ditemui di gudangnya pada Senin (11/8).

    Menurut Yudi, saat ini stok beras di gudangnya mencapai 75 ton. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan.

    “Kami bersama para distributor berusaha menjaga agar stok tetap aman. Tetapi kalau masyarakat panik dan membeli secara berlebihan, stok sebanyak apa pun bisa habis,” ucap Yudhi kepada awak media.

    Biasanya, stok 75 ton bisa mencukupi kebutuhan selama dua hingga tiga minggu. Namun, dalam kondisi saat ini, stok tersebut bisa habis hanya dalam hitungan jam.

    Untuk harga, ia menjual beras premium ukuran 25 kilogram seharga Rp395.000, dan ukuran 5 kilogram seharga Rp81.000. Ia juga menerapkan pembatasan pembelian maksimal satu sak (25 kg) per orang, dan maksimal tiga karung untuk ukuran 5 kilogram.

    “Kalau tidak dibatasi, stok akan cepat habis. Sejak pagi, warga sudah mulai panic buying,” akunya.

    Yudhi mengungkapkan bahwa beras yang dijualnya berasal dari Jombang, Jawa Timur. Ia menjelaskan alasan harga tidak bisa mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET), karena harga beli dari pemasok sudah tinggi.

    “Harga dari sana Rp14.900 per kilogram, ditambah ongkos kirim Rp700. Jadi kami jual Rp15.600 per kilogram,” terangnya.

    Ia menambahkan, kenaikan harga beras ini sudah terjadi sejak awal Juni 2025.

    Sementara itu, Direktur Yova Mart Balikpapan, Jefri Yova Cahyali menyampaikan bahwa stok beras di tokonya saat ini mencapai 3,6 ton. Namun, stok tersebut diperkirakan hanya cukup untuk satu minggu.

    “Stok memang ada, tapi pembelian kami batasi agar tidak cepat habis. Kemarin kami bahkan sempat kehabisan stok selama tiga hari,” ungkapnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Toko Beras di Balikpapan Batasi Pembelian, Stok 75 Ton Habis Dalam Hitungan Jam

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    11 Agustus 2025 pukul 19:35 WITA

    Stok beras di UD. Gunung Sari masih terpantau aman. Warga diimbau tidak panic buying. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Ketersediaan beras di Kota Balikpapan saat ini masih dalam kondisi aman. Hal tersebut disampaikan oleh Pemilik Toko Beras UD Gunung Sari di Balikpapan Kota, Yudi Hartanto saat ditemui di gudangnya pada Senin (11/8).

    Menurut Yudi, saat ini stok beras di gudangnya mencapai 75 ton. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan.

    “Kami bersama para distributor berusaha menjaga agar stok tetap aman. Tetapi kalau masyarakat panik dan membeli secara berlebihan, stok sebanyak apa pun bisa habis,” ucap Yudhi kepada awak media.

    Biasanya, stok 75 ton bisa mencukupi kebutuhan selama dua hingga tiga minggu. Namun, dalam kondisi saat ini, stok tersebut bisa habis hanya dalam hitungan jam.

    Untuk harga, ia menjual beras premium ukuran 25 kilogram seharga Rp395.000, dan ukuran 5 kilogram seharga Rp81.000. Ia juga menerapkan pembatasan pembelian maksimal satu sak (25 kg) per orang, dan maksimal tiga karung untuk ukuran 5 kilogram.

    “Kalau tidak dibatasi, stok akan cepat habis. Sejak pagi, warga sudah mulai panic buying,” akunya.

    Yudhi mengungkapkan bahwa beras yang dijualnya berasal dari Jombang, Jawa Timur. Ia menjelaskan alasan harga tidak bisa mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET), karena harga beli dari pemasok sudah tinggi.

    “Harga dari sana Rp14.900 per kilogram, ditambah ongkos kirim Rp700. Jadi kami jual Rp15.600 per kilogram,” terangnya.

    Ia menambahkan, kenaikan harga beras ini sudah terjadi sejak awal Juni 2025.

    Sementara itu, Direktur Yova Mart Balikpapan, Jefri Yova Cahyali menyampaikan bahwa stok beras di tokonya saat ini mencapai 3,6 ton. Namun, stok tersebut diperkirakan hanya cukup untuk satu minggu.

    “Stok memang ada, tapi pembelian kami batasi agar tidak cepat habis. Kemarin kami bahkan sempat kehabisan stok selama tiga hari,” ungkapnya.

    (Sf/Rs)