Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari pada saat Rakor Keuangan Daerah se-Kaltim (foto: Prokopim Paser)
Tana Paser - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mengalami pemangkasan dana Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar Rp825 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Pemangkasan tersebut memaksa pemerintah daerah harus beradaptasi guna menjaga stabilitas fiskal daerah agar tetap stabil.
Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari menyampaikan Kabupaten Paser sedang menghadapi tantangan pemotongan anggaran yang dapat membuat realisasi anggaran dan pembangunan di daerah kurang maksimal.
"Kondisinya sama dengan daerah lain. Kabupaten Paser juga terkena pemotongan dana TKD dari pusat," kata Ikhwan Antasari, Kamis (6/8/2026).
Salah satu upaya yang dilakukan pihaknya agar pembangunan di daerah tetap dapat dilaksanakan yaitu melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Beberapa sektor yang diupayakan untuk dapat optimal seperti peningkatan pajak daerah, optimalisasi retribusi serta pengembangan sumber PAD lainnya yang sah.
Selain itu, penguatan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota pada sektor penyelarasan kebijakan serta integrasi data perpajakan juga menjadi salah satu opsi.
"Salah satu opsinya penguatan PAD. Hal itu ditujukan guna menjaga stabilitas fiskal daerah," tambahnya.
Pemkab Paser menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengelolaan segala sektor yang dapat dimanfaatkan guna meningkatkan PAD.
Ia berharap, dengan optimalisasi PAD dapat menutup sebagian ruang yang kosong akibat pemangkasan TKD, sehingga fiskal daerah tetap terjaga.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari pada saat Rakor Keuangan Daerah se-Kaltim (foto: Prokopim Paser)
Tana Paser - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mengalami pemangkasan dana Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar Rp825 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Pemangkasan tersebut memaksa pemerintah daerah harus beradaptasi guna menjaga stabilitas fiskal daerah agar tetap stabil.
Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari menyampaikan Kabupaten Paser sedang menghadapi tantangan pemotongan anggaran yang dapat membuat realisasi anggaran dan pembangunan di daerah kurang maksimal.
"Kondisinya sama dengan daerah lain. Kabupaten Paser juga terkena pemotongan dana TKD dari pusat," kata Ikhwan Antasari, Kamis (6/8/2026).
Salah satu upaya yang dilakukan pihaknya agar pembangunan di daerah tetap dapat dilaksanakan yaitu melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Beberapa sektor yang diupayakan untuk dapat optimal seperti peningkatan pajak daerah, optimalisasi retribusi serta pengembangan sumber PAD lainnya yang sah.
Selain itu, penguatan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota pada sektor penyelarasan kebijakan serta integrasi data perpajakan juga menjadi salah satu opsi.
"Salah satu opsinya penguatan PAD. Hal itu ditujukan guna menjaga stabilitas fiskal daerah," tambahnya.
Pemkab Paser menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengelolaan segala sektor yang dapat dimanfaatkan guna meningkatkan PAD.
Ia berharap, dengan optimalisasi PAD dapat menutup sebagian ruang yang kosong akibat pemangkasan TKD, sehingga fiskal daerah tetap terjaga.
(Sf/Lo)