Cari disini...
Seputar Kaltim
Lokasi penyelenggaraan pelantikan KPPS Sambutan, Tjiu Palace yang terletak di pelita 5 Sambutan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Tjiu Palace sebuah tempat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menyediakan tempat pemancingan dan makanan untuk berbagai acara, membantah telah menyebabkan keracunan pada 47 orang peserta Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) Kecamatan Sambutan, Samarinda, yang mengikuti acara pelantikan dan bimbingan teknis (bimtek) pada Kamis (25/1/2024) lalu.
Pemilik Tjiu Palace, Darta mengatakan bahwa ia dan istrinya menerima pesanan dari pihak penyelenggara H-1 sebelum acara, dan mereka menyetujuinya karena niat baik untuk membantu pemerintah. Ia juga mengklaim bahwa mereka telah membeli bahan-bahan makanan yang berkualitas dan premium, meskipun anggaran yang diberikan cukup rendah.
"Kami diminta untuk menyediakan makanan dengan harga per porsi Rp20 ribu, walaupun dengan anggaran yang disediakan minim kami tetap membeli barang yang menjaga kualitas masakan, bahkan merk yang bagus. Kami tidak mau mengecewakan pelanggan," ungkap Darta kepada Seputar Fakta, Selasa (30/1/2024).
Darta menambahkan bahwa mereka membuat menu yang sederhana, yaitu nasi goreng. Namun mereka juga menambahkan ayam goreng tepung yang bekerja sama dengan vendor lokal, yakni Ayam Ma'e, sebuah merek yang sudah terkenal di kalangan masyarakat Kota Samarinda. Ia mengatakan bahwa mereka sudah menyiapkan makanan tersebut sejak pukul 3.30 WITA dini hari, sesuai dengan permintaan pihak penyelenggara untuk dibagikan pada jam 9.30 WITA.
"Namun kami tidak tahu kapan mereka makan, apakah siang atau sore. Kami hanya mengikuti instruksi dari pihak penyelenggara," katanya.
Darta menyesalkan kejadian yang menimpa peserta KPPS yang diduga keracunan setelah makan di Tjiu Palace, dan berharap hal ini tidak terulang lagi. Ia menegaskan bahwa ini bukan kesalahan mereka, dan mereka sudah memberikan klarifikasi kepada berbagai pihak, termasuk kepolisian dan dinas kesehatan, yang telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.
"Kami juga sudah memberikan makanan yang sama kepada karyawan kami, dan tidak ada yang mengalami masalah. Kami berharap hasil uji laboratorium segera keluar," tuturnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Lokasi penyelenggaraan pelantikan KPPS Sambutan, Tjiu Palace yang terletak di pelita 5 Sambutan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Tjiu Palace sebuah tempat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menyediakan tempat pemancingan dan makanan untuk berbagai acara, membantah telah menyebabkan keracunan pada 47 orang peserta Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) Kecamatan Sambutan, Samarinda, yang mengikuti acara pelantikan dan bimbingan teknis (bimtek) pada Kamis (25/1/2024) lalu.
Pemilik Tjiu Palace, Darta mengatakan bahwa ia dan istrinya menerima pesanan dari pihak penyelenggara H-1 sebelum acara, dan mereka menyetujuinya karena niat baik untuk membantu pemerintah. Ia juga mengklaim bahwa mereka telah membeli bahan-bahan makanan yang berkualitas dan premium, meskipun anggaran yang diberikan cukup rendah.
"Kami diminta untuk menyediakan makanan dengan harga per porsi Rp20 ribu, walaupun dengan anggaran yang disediakan minim kami tetap membeli barang yang menjaga kualitas masakan, bahkan merk yang bagus. Kami tidak mau mengecewakan pelanggan," ungkap Darta kepada Seputar Fakta, Selasa (30/1/2024).
Darta menambahkan bahwa mereka membuat menu yang sederhana, yaitu nasi goreng. Namun mereka juga menambahkan ayam goreng tepung yang bekerja sama dengan vendor lokal, yakni Ayam Ma'e, sebuah merek yang sudah terkenal di kalangan masyarakat Kota Samarinda. Ia mengatakan bahwa mereka sudah menyiapkan makanan tersebut sejak pukul 3.30 WITA dini hari, sesuai dengan permintaan pihak penyelenggara untuk dibagikan pada jam 9.30 WITA.
"Namun kami tidak tahu kapan mereka makan, apakah siang atau sore. Kami hanya mengikuti instruksi dari pihak penyelenggara," katanya.
Darta menyesalkan kejadian yang menimpa peserta KPPS yang diduga keracunan setelah makan di Tjiu Palace, dan berharap hal ini tidak terulang lagi. Ia menegaskan bahwa ini bukan kesalahan mereka, dan mereka sudah memberikan klarifikasi kepada berbagai pihak, termasuk kepolisian dan dinas kesehatan, yang telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.
"Kami juga sudah memberikan makanan yang sama kepada karyawan kami, dan tidak ada yang mengalami masalah. Kami berharap hasil uji laboratorium segera keluar," tuturnya.
(Sf/Rs)