Seputar Kaltim

    Titik Panas Muncul di Kutim, Bupati Minta Waspada Karhutla dan Kebakaran Rumah

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    23 April 2026 pukul 12:32 WITA

    Ilustrasi Kebakaran (Foto: Freepik)

    Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menyoroti meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta permukiman di sejumlah wilayahnya.

    Ini disampaikannya menyusul laporan dari Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto terkait adanya titik-titik panas yang perlu diantisipasi.

    “Dari laporan pak kapolres, ada beberapa titik panas yang harus kita antisipasi. Kebakaran ini bukan hanya karhutla, tapi juga sudah banyak kebakaran rumah,” ujar Ardiansyah.

    Ia menyebut kebakaran rumah terjadi di beberapa kecamatan, di antaranya Bengalon, Teluk Pandan, Rantau Pulung dan Batu Ampar.

    Ardiansyah juga mengingatkan kejadian kebakaran hutan besar pada 2015. Ia menilai pengalaman tersebut perlu menjadi pelajaran agar langkah antisipasi bisa dilakukan lebih awal.

    Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemadam kebakaran dalam menghadapi potensi kebakaran, baik di kawasan hutan maupun permukiman.

    “Pernah di 2015 hutan kita terbakar. Mungkin nanti pemadam kebakaran bisa menyiram kawasan Bukit Pelangi. Karena kalau sampai terbakar, kasihan,” katanya.

    Ia meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan untuk mencegah potensi kebakaran di wilayah Kutim.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Titik Panas Muncul di Kutim, Bupati Minta Waspada Karhutla dan Kebakaran Rumah

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    23 April 2026 pukul 12:32 WITA

    Ilustrasi Kebakaran (Foto: Freepik)

    Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menyoroti meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta permukiman di sejumlah wilayahnya.

    Ini disampaikannya menyusul laporan dari Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto terkait adanya titik-titik panas yang perlu diantisipasi.

    “Dari laporan pak kapolres, ada beberapa titik panas yang harus kita antisipasi. Kebakaran ini bukan hanya karhutla, tapi juga sudah banyak kebakaran rumah,” ujar Ardiansyah.

    Ia menyebut kebakaran rumah terjadi di beberapa kecamatan, di antaranya Bengalon, Teluk Pandan, Rantau Pulung dan Batu Ampar.

    Ardiansyah juga mengingatkan kejadian kebakaran hutan besar pada 2015. Ia menilai pengalaman tersebut perlu menjadi pelajaran agar langkah antisipasi bisa dilakukan lebih awal.

    Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemadam kebakaran dalam menghadapi potensi kebakaran, baik di kawasan hutan maupun permukiman.

    “Pernah di 2015 hutan kita terbakar. Mungkin nanti pemadam kebakaran bisa menyiram kawasan Bukit Pelangi. Karena kalau sampai terbakar, kasihan,” katanya.

    Ia meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan untuk mencegah potensi kebakaran di wilayah Kutim.

    (Sf/Lo)