Cari disini...
Seputar Kaltim
Pengecekan Hidran di kawasan TPI Sambaliung. (Foto: dok Disdamkarmat Berau)
Tanjung Redeb - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau melakukan pengecekan hidran di sejumlah titik rawan kebakaran, salah satunya di wilayah Kecamatan Sambaliung. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh sarana prasarana proteksi dalam menghadapi potensi kebakaran.
Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan bahwa pengecekan mencakup keberadaan serta fungsi hidran agar dapat digunakan secara maksimal saat terjadi keadaan darurat.
"Kita mengecek keberadaannya dan juga apakah masih berfungsi. Yang kita cek itu ada enam lokasi di Sambaliung. Alhamdulillah airnya juga bisa keluar, dan memang bisa dipakai," ujar Rakhmadi.
Ia pun menyampaikan bahwa ada enam titik hidran yang diperiksa di Kecamatan Sambaliung yakni meliputi depan Kantor Camat Sambaliung, kawasan TPI, depan Masjid Al-Ghufran, RT 01 Gang Firdaus, Limunjan, serta Perumahan Saodah beberapa waktu lalu.
"Walaupun hidran itu proyek dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, tapi secara fungsional masih dapat dimanfaatkan oleh petugas pemadam kebakaran di lapangan," tambahnya.
Sementara itu, untuk penambahan titik hidran di kawasan padat permukiman ia menjelaskan masih memerlukan kajian melalui Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK).
"Kita perlu kajian melalui RISPK. Jadi kajian tentang pemetaan daerah lokasi rawan kebakaran dan peralatan pendukung yang ada," jelasnya.
Saat ini, hidran di Kabupaten Berau masih tersebar terbatas di beberapa kecamatan, seperti Tanjung Redeb, Sambaliung, dan Teluk Bayur.
Oleh karena itu, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap hidran yang tidak berfungsi untuk menentukan apakah perlu dilakukan perbaikan atau penggantian unit baru dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran.
"Kita harus realistis. Jangan sampai biaya perbaikan lebih besar dibandingkan membangun hidran baru. Itu yang nanti akan kami kaji," tambahnya.
Kendati demikian, Disdamkarmat Berau juga menghadapi sejumlah kendala internal, terutama kekurangan personel di posko pemadam serta proses transisi kelembagaan dari BPBD ke Disdamkarmat yang masih berlangsung.
"Kalau untuk pemadaman, kita kekurangan personel di posko. Ini yang mungkin harus kami cek lagi kesiapan posko, tapi yang jelas kita kekurangan orang. Kemudian yang mendesak sebenarnya ada perbaikan-perbaikan unit yang harus segera kita atasi, sementara kendala kami masih dalam masa transisi dari BPBD ke Disdamkarmat," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pengecekan Hidran di kawasan TPI Sambaliung. (Foto: dok Disdamkarmat Berau)
Tanjung Redeb - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau melakukan pengecekan hidran di sejumlah titik rawan kebakaran, salah satunya di wilayah Kecamatan Sambaliung. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh sarana prasarana proteksi dalam menghadapi potensi kebakaran.
Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan bahwa pengecekan mencakup keberadaan serta fungsi hidran agar dapat digunakan secara maksimal saat terjadi keadaan darurat.
"Kita mengecek keberadaannya dan juga apakah masih berfungsi. Yang kita cek itu ada enam lokasi di Sambaliung. Alhamdulillah airnya juga bisa keluar, dan memang bisa dipakai," ujar Rakhmadi.
Ia pun menyampaikan bahwa ada enam titik hidran yang diperiksa di Kecamatan Sambaliung yakni meliputi depan Kantor Camat Sambaliung, kawasan TPI, depan Masjid Al-Ghufran, RT 01 Gang Firdaus, Limunjan, serta Perumahan Saodah beberapa waktu lalu.
"Walaupun hidran itu proyek dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, tapi secara fungsional masih dapat dimanfaatkan oleh petugas pemadam kebakaran di lapangan," tambahnya.
Sementara itu, untuk penambahan titik hidran di kawasan padat permukiman ia menjelaskan masih memerlukan kajian melalui Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK).
"Kita perlu kajian melalui RISPK. Jadi kajian tentang pemetaan daerah lokasi rawan kebakaran dan peralatan pendukung yang ada," jelasnya.
Saat ini, hidran di Kabupaten Berau masih tersebar terbatas di beberapa kecamatan, seperti Tanjung Redeb, Sambaliung, dan Teluk Bayur.
Oleh karena itu, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap hidran yang tidak berfungsi untuk menentukan apakah perlu dilakukan perbaikan atau penggantian unit baru dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran.
"Kita harus realistis. Jangan sampai biaya perbaikan lebih besar dibandingkan membangun hidran baru. Itu yang nanti akan kami kaji," tambahnya.
Kendati demikian, Disdamkarmat Berau juga menghadapi sejumlah kendala internal, terutama kekurangan personel di posko pemadam serta proses transisi kelembagaan dari BPBD ke Disdamkarmat yang masih berlangsung.
"Kalau untuk pemadaman, kita kekurangan personel di posko. Ini yang mungkin harus kami cek lagi kesiapan posko, tapi yang jelas kita kekurangan orang. Kemudian yang mendesak sebenarnya ada perbaikan-perbaikan unit yang harus segera kita atasi, sementara kendala kami masih dalam masa transisi dari BPBD ke Disdamkarmat," pungkasnya.
(Sf/Rs)