Cari disini...
Seputar Kaltim
Rois Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), KH Mahrus. (Foto : sumber uinsi.ac.id)
Samarinda - Rois Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlotul Ulama (PCNU) Kota Samarinda, KH Mahrus memberikan pesan kepada seluruh umat Islam untuk meningkatkan produktifitas kerja selama Ramadan.
Menurut KH Mahrus, saat ini kebanyakan pegawai bermalas-malasan untuk bekerja dengan alasan berpuasa dan menjaga tubuh. "Padahal jika kita memanfaatkan Ramadan ini untuk bekerja, akan dinilai selayaknya kita beribadah," katanya.
Beribadah, kata Dia, tentunya untuk menggapai ridho Allah SWT dan ibadah yang umum pada bulan Ramadhan sering dilakukan, seperti puasa, sedekah dan qiyamul lail.
Namun, jika ibadah tersebut tanpa ikhtiar dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka dampaknya ke tubuh hanya menjadi lemas sehingga tak dapat menjalankan ibadah.
"Pertama yang harus kita lakukan adalah Ngopi. Ngopi kali ini berbeda dengan di warung kopi, yakni kita harus Ngontrol Pikir (Ngopi)," ungkapnya kepada seputarfakta.com, Jum'at (24/3/2023).
Umat Islam, lanjut dia, dalam keadaan berpuasa juga dapat mengendalikan pikiran. Sebab semua aktivitas yang dilakukan bersumber dari pikiran.
"Ngontrol pikir dimaknai bahwa hidup ini kita jalani dengan sunnatullah, mesti kita ikhtiari dengan baik, cari terbaik dan tidak lupa berdoa. Jika semisal keinginan kita tidak terpenuhi, dengan ngontrol pikir kita dapat menerima itu," terangnya.
Kemudian perlu adanya kendali diri ketika bekerja di siang selama Ramadan. Sebab terkadang aktivitas menurunkan daya tahan tubuh, sehingga muncul berbagai godaan.
"Jangan sampai kita batalkan puasa karena hal-hal yang membuat tubuh semakin tidak kuat ketika bekerja. Jadi perlu adanya kendali diri dari pekerjaan yang memerlukan tenaga lebih dan alangkah baiknya bisa mengatur pekerjaan menjadi ringan," ujarnya.
Lebih lanjut, seorang muslim juga harus menjaga kualitas puasa sesuai riwayat Rasulullah SAW. "Kam Min Shoimin Laisa Lahu Min Shiyamihi Illal Ju'u Wal Athosyh. Begitu banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan pahala dan qurbah (Kedekatan kepada Allah SWT)," lanjutnya.
Berikutnya kualitas kinerja jangan sampai menurun, sebab kinerja dalam kita menjalankan puasa akan mendapatkan nilai lebih. "Seperti halnya kita mencari teman yang baik, datang ketika butuh biasa, menjauh ketika sulit biasa. Begitu pula pekerjaan, saat kita kenyang kita bekerja itu biasa, saat kita keadaan lapar dan kita bekerja memiliki semangat itu luar biasa," tuturnya.
Dalam hal lain, disampaikan mengenai tidur akan mendapatkan pahala. "Konteksnya apabila tidak ada kerjaan atau kerjaan telah usai, kalau tidurnya membuat malas kerja ya tidak boleh. Tapi kalau bangunnya itu membuat kegiatan negatif, mending tidur saja," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Rois Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), KH Mahrus. (Foto : sumber uinsi.ac.id)
Samarinda - Rois Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlotul Ulama (PCNU) Kota Samarinda, KH Mahrus memberikan pesan kepada seluruh umat Islam untuk meningkatkan produktifitas kerja selama Ramadan.
Menurut KH Mahrus, saat ini kebanyakan pegawai bermalas-malasan untuk bekerja dengan alasan berpuasa dan menjaga tubuh. "Padahal jika kita memanfaatkan Ramadan ini untuk bekerja, akan dinilai selayaknya kita beribadah," katanya.
Beribadah, kata Dia, tentunya untuk menggapai ridho Allah SWT dan ibadah yang umum pada bulan Ramadhan sering dilakukan, seperti puasa, sedekah dan qiyamul lail.
Namun, jika ibadah tersebut tanpa ikhtiar dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka dampaknya ke tubuh hanya menjadi lemas sehingga tak dapat menjalankan ibadah.
"Pertama yang harus kita lakukan adalah Ngopi. Ngopi kali ini berbeda dengan di warung kopi, yakni kita harus Ngontrol Pikir (Ngopi)," ungkapnya kepada seputarfakta.com, Jum'at (24/3/2023).
Umat Islam, lanjut dia, dalam keadaan berpuasa juga dapat mengendalikan pikiran. Sebab semua aktivitas yang dilakukan bersumber dari pikiran.
"Ngontrol pikir dimaknai bahwa hidup ini kita jalani dengan sunnatullah, mesti kita ikhtiari dengan baik, cari terbaik dan tidak lupa berdoa. Jika semisal keinginan kita tidak terpenuhi, dengan ngontrol pikir kita dapat menerima itu," terangnya.
Kemudian perlu adanya kendali diri ketika bekerja di siang selama Ramadan. Sebab terkadang aktivitas menurunkan daya tahan tubuh, sehingga muncul berbagai godaan.
"Jangan sampai kita batalkan puasa karena hal-hal yang membuat tubuh semakin tidak kuat ketika bekerja. Jadi perlu adanya kendali diri dari pekerjaan yang memerlukan tenaga lebih dan alangkah baiknya bisa mengatur pekerjaan menjadi ringan," ujarnya.
Lebih lanjut, seorang muslim juga harus menjaga kualitas puasa sesuai riwayat Rasulullah SAW. "Kam Min Shoimin Laisa Lahu Min Shiyamihi Illal Ju'u Wal Athosyh. Begitu banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan pahala dan qurbah (Kedekatan kepada Allah SWT)," lanjutnya.
Berikutnya kualitas kinerja jangan sampai menurun, sebab kinerja dalam kita menjalankan puasa akan mendapatkan nilai lebih. "Seperti halnya kita mencari teman yang baik, datang ketika butuh biasa, menjauh ketika sulit biasa. Begitu pula pekerjaan, saat kita kenyang kita bekerja itu biasa, saat kita keadaan lapar dan kita bekerja memiliki semangat itu luar biasa," tuturnya.
Dalam hal lain, disampaikan mengenai tidur akan mendapatkan pahala. "Konteksnya apabila tidak ada kerjaan atau kerjaan telah usai, kalau tidurnya membuat malas kerja ya tidak boleh. Tapi kalau bangunnya itu membuat kegiatan negatif, mending tidur saja," tutupnya.
(Sf/By)