Cari disini...
Seputar Kaltim
Salah satu atlet dayung berlatih di sungai mahakam, Kecamatan Tenggarong. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Kukar meningkatkan pengamanan di wilayah perairan Sungai Mahakam.
Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan para atlet dayung Kukar yang sedang berlatih.
“Memang tidak bisa dipungkiri, sungai tempatnya binatang buas, ada buaya dan lainnya, tapi perlu berhati-hati juga,” kata Kanit Polairud Kukar, AKP Benedict Jaya.
Ia mengatakan pihaknya sudah beberapa kali mengingatkan para atlet, terutama soal penggunaan pelampung.
“Adik-adik atlet dayung ini sering latihan, bahkan tepat melewati depan pos kami. Kami sudah pernah mengingatkan mereka, terutama soal safety,” kata AKP Benedict, Jumat (5/12/2025).
Ia menilai pelampung menjadi perlengkapan paling dasar untuk mengantisipasi insiden di sungai saat berlatih.
“Kami minta mereka pakai safety itu. Kita khawatir kalau tiba-tiba kehilangan keseimbangan saat lelah dan tenggelam . Kalau soal hewan buas, namanya juga sungai, itu habitatnya. Kita nggak bisa salahin hewannya,” jelasnya.
Benedict menambahkan pengawasan terhadap atlet dayung sebenarnya bukan ranah penuh polairud, tapi pihaknya tetap mengingatkan demi keselamatan para atlet-atlet tersebut.
“Kami selalu mengimbau. Pernah juga mereka kelelahan dan sempat singgah di dermaga kami. Waktu itu langsung kami ingatkan lagi soal life jacket,” sebutnya.
Kata dia, biasanya para atlet dayung latihan intens di sekitaran sungai dekat Pulau Kumala dan Jembatan Repo-Repo. Sebab aktivitas pelayaran lebih sedikit relatif lebih aman.
Meski begitu, hingga kini belum ada permintaan resmi dari pengurus olahraga dayung untuk pengawasan khusus dari polairud. “Kalau pengawasan khusus belum pernah. Kami juga belum koordinasi dengan ketua Ikatan Olahraga Dayung. Kami hanya bisa mengimbau saja, ya tugas kami sebatas keamanan perairan,” ujarnya.
Pengawasan rutin seharusnya dilakukan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar atau pengurus cabang olahraga dayung itu sendiri. “Menurut saya pengawasan lebih tepat ke KONI atau pengurus dayungnya, kami hanya mengingatkan sambil memantau saja,” jelas Benedict.
Selama ini, polairud belum pernah mendapati insiden berbahaya terkait atlet dayung selain kelelahan saat arus deras. Mereka biasanya hanya singgah di dermaga apung polairud untuk beristirahat sejenak.
Ke depan, polairud memastikan imbauan keselamatan akan terus disampaikan, bukan hanya kepada para atlet saja, tetapi juga ke masyarakat umum.
“Selain atlet, para nelayan juga kami ingatkan. Kami bagikan life jacket gratis. Tapi kadang mereka tak mau pakai, bilangnya bisa berenang, ini yang sulit. Edukasi terkait keselamatan di sungai akan terus kami jalankan,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Salah satu atlet dayung berlatih di sungai mahakam, Kecamatan Tenggarong. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Kukar meningkatkan pengamanan di wilayah perairan Sungai Mahakam.
Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan para atlet dayung Kukar yang sedang berlatih.
“Memang tidak bisa dipungkiri, sungai tempatnya binatang buas, ada buaya dan lainnya, tapi perlu berhati-hati juga,” kata Kanit Polairud Kukar, AKP Benedict Jaya.
Ia mengatakan pihaknya sudah beberapa kali mengingatkan para atlet, terutama soal penggunaan pelampung.
“Adik-adik atlet dayung ini sering latihan, bahkan tepat melewati depan pos kami. Kami sudah pernah mengingatkan mereka, terutama soal safety,” kata AKP Benedict, Jumat (5/12/2025).
Ia menilai pelampung menjadi perlengkapan paling dasar untuk mengantisipasi insiden di sungai saat berlatih.
“Kami minta mereka pakai safety itu. Kita khawatir kalau tiba-tiba kehilangan keseimbangan saat lelah dan tenggelam . Kalau soal hewan buas, namanya juga sungai, itu habitatnya. Kita nggak bisa salahin hewannya,” jelasnya.
Benedict menambahkan pengawasan terhadap atlet dayung sebenarnya bukan ranah penuh polairud, tapi pihaknya tetap mengingatkan demi keselamatan para atlet-atlet tersebut.
“Kami selalu mengimbau. Pernah juga mereka kelelahan dan sempat singgah di dermaga kami. Waktu itu langsung kami ingatkan lagi soal life jacket,” sebutnya.
Kata dia, biasanya para atlet dayung latihan intens di sekitaran sungai dekat Pulau Kumala dan Jembatan Repo-Repo. Sebab aktivitas pelayaran lebih sedikit relatif lebih aman.
Meski begitu, hingga kini belum ada permintaan resmi dari pengurus olahraga dayung untuk pengawasan khusus dari polairud. “Kalau pengawasan khusus belum pernah. Kami juga belum koordinasi dengan ketua Ikatan Olahraga Dayung. Kami hanya bisa mengimbau saja, ya tugas kami sebatas keamanan perairan,” ujarnya.
Pengawasan rutin seharusnya dilakukan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar atau pengurus cabang olahraga dayung itu sendiri. “Menurut saya pengawasan lebih tepat ke KONI atau pengurus dayungnya, kami hanya mengingatkan sambil memantau saja,” jelas Benedict.
Selama ini, polairud belum pernah mendapati insiden berbahaya terkait atlet dayung selain kelelahan saat arus deras. Mereka biasanya hanya singgah di dermaga apung polairud untuk beristirahat sejenak.
Ke depan, polairud memastikan imbauan keselamatan akan terus disampaikan, bukan hanya kepada para atlet saja, tetapi juga ke masyarakat umum.
“Selain atlet, para nelayan juga kami ingatkan. Kami bagikan life jacket gratis. Tapi kadang mereka tak mau pakai, bilangnya bisa berenang, ini yang sulit. Edukasi terkait keselamatan di sungai akan terus kami jalankan,” pungkasnya.
(Sf/Lo)