Seputar Kaltim

    Tingkatkan Mutu PAUD, Pemkab Paser Cetak Ratusan Guru Berijazah S1

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    18 September 2026 pukul 12:56 WITA

    Yudisium 125 tenaga pendidik asal Kabupaten Paser. (Foto: Disdikbud Paser)

    Tana Paser - Sebanyak 125 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) asal Kabupaten Paser secara resmi mengikuti yudisium Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tahap satu.

    Prosesi yudisium ratusan tenaga pendidik tersebut diselenggarakan di Ruang Serba Guna Gedung C Kampus Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda pada Jumat (18/9/2026).

    Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, Sukardi mengkonfirmasi sebanyak 125 peserta yang mengikuti yudisium itu murni berasal dari Kabupaten Paser.

    "Tujuannya untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik di daerah. Hal ini juga sejalan dengan salah satu program prioritas pemerintah di sektor pendidikan yang tertuang di dalam visi Paser Tuntas," kata Sukardi, Jumat (18/9/2026).

    Melalui skema RPL di UWGM Samarinda, pengalaman mengajar serta pelatihan informal yang pernah diikuti para guru diakui dan dikonversi menjadi bobot Satuan Kredit Semester (SKS) akademik.

    Sukardi menilai, paksanaan yudisium tersebut menjadi salah satu upaya mempercepat pemenuhan kualifikasi akademik minimal berijazah Strata Satu (S1) bagi para pendidik PAUD di daerah.

    "Program ini ditujukan untuk percepatan pemenuhan tenaga pendidik minimal berijazah S1 di daerah," tambahnya.

    Peningkatan kualifikasi formal tersebut diharapkan dapat berbanding lurus dengan peningkatan kompetensi dan mutu pembelajaran di ruang kelas.

    Sebagai bentuk peningkatan kapasitas, program kerja sama itu juga menjadi wujud apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para guru PAUD yang telah lama mengajar.

    Dengan dituntaskannya yudisium tahap satu di UWGM Samarinda, Disdikbud Paser berkomitmen untuk terus melanjutkan program serupa demi meratanya kualifikasi pendidik di seluruh wilayah Kabupaten Paser.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Tingkatkan Mutu PAUD, Pemkab Paser Cetak Ratusan Guru Berijazah S1

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    18 September 2026 pukul 12:56 WITA

    Yudisium 125 tenaga pendidik asal Kabupaten Paser. (Foto: Disdikbud Paser)

    Tana Paser - Sebanyak 125 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) asal Kabupaten Paser secara resmi mengikuti yudisium Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tahap satu.

    Prosesi yudisium ratusan tenaga pendidik tersebut diselenggarakan di Ruang Serba Guna Gedung C Kampus Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda pada Jumat (18/9/2026).

    Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, Sukardi mengkonfirmasi sebanyak 125 peserta yang mengikuti yudisium itu murni berasal dari Kabupaten Paser.

    "Tujuannya untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik di daerah. Hal ini juga sejalan dengan salah satu program prioritas pemerintah di sektor pendidikan yang tertuang di dalam visi Paser Tuntas," kata Sukardi, Jumat (18/9/2026).

    Melalui skema RPL di UWGM Samarinda, pengalaman mengajar serta pelatihan informal yang pernah diikuti para guru diakui dan dikonversi menjadi bobot Satuan Kredit Semester (SKS) akademik.

    Sukardi menilai, paksanaan yudisium tersebut menjadi salah satu upaya mempercepat pemenuhan kualifikasi akademik minimal berijazah Strata Satu (S1) bagi para pendidik PAUD di daerah.

    "Program ini ditujukan untuk percepatan pemenuhan tenaga pendidik minimal berijazah S1 di daerah," tambahnya.

    Peningkatan kualifikasi formal tersebut diharapkan dapat berbanding lurus dengan peningkatan kompetensi dan mutu pembelajaran di ruang kelas.

    Sebagai bentuk peningkatan kapasitas, program kerja sama itu juga menjadi wujud apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para guru PAUD yang telah lama mengajar.

    Dengan dituntaskannya yudisium tahap satu di UWGM Samarinda, Disdikbud Paser berkomitmen untuk terus melanjutkan program serupa demi meratanya kualifikasi pendidik di seluruh wilayah Kabupaten Paser.

    (Sf/Lo)