Seputar Kaltim

    Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Dispusip Berau Dorong Pemanfaatan Digital

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    09 Juli 2025 pukul 22:03 WITA

    Suasana di dalam Dispusip Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/Seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Berbagai upaya tengah gencar dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau salah satunya dengan pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan minat baca masyarakat, terutama di kalangan generasi muda. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana perpustakaan di Berau.

    Kepala Dispusip Berau, Yudha Budi Santoso, mengungkapkan bahwa saat ini generasi milenial dan Gen Z cenderung kurang tertarik untuk datang ke perpustakaan dan membaca buku secara konvensional. Oleh sebab itu, untuk menghadapi tantangan tersebut Dispusip Berau terus berupaya, salah satunya dengan menghadirkan beragam program inovatif berbasis digital yang dikemas secara menarik dan edukatif.

    "Zaman semakin modern, jadi mulai sekarang wajib kita manfaatkan digitalisasi untuk menumbuhkan minat baca generasi muda," kata Yudha.

    Dirinya menilai Gen Z memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi dan seharusnya turut ambil bagian dalam memajukan dunia literasi. Ia menegaskan bahwa buku, dalam format apa pun, tetap menjadi sumber utama perubahan masyarakat menuju arah yang lebih maju.

    "Pepatah mengatakan, buku adalah jendela dunia. Untuk bisa membuka jendela itu, kita harus memiliki kuncinya, yaitu membaca. Membaca adalah gerbang peradaban," tungkas Yudha.

    Sementara itu, Pustakawan Ahli Muda Dispusip Berau, Titia Rani Tyas Dita, juga mengatakan bahwa Dispusip Berau terus melakukan transformasi layanan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Di antaranya dengan memberikan akses komputer umum, koleksi buku digital, dan layanan perpustakaan keliling.

    "Kami selalu terbuka untuk siapa pun. Dengan membuat kartu keanggotaan, semua fasilitas sudah bisa digunakan," ujarnya.

    Namun, ia juga menjelaskan bahwa masyarakat tidak diharuskan menjadi anggota untuk bisa mengunjungi perpustakaan. Dan seluruh layanan yang ada, termasuk ruang baca dan tempat rekreasi edukatif, disediakan secara gratis.

    "Tidak harus jadi anggota kalau ingin ke perpustakaan. Kita terbuka untuk umum. Tapi kelebihan kalau sudah jadi anggota, masyarakat bisa meminjam buku dan dibawa pulang dalam jangka waktu tertentu," tuturnya.

    Titia pun berharap dengan berbagai inovasi yang telah diupayakan Dispusip Berau tersebut dapat menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan dan relevan bagi semua kalangan, sekaligus menjadi pusat peningkatan literasi di era digital.

    "Saya berharap masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan dapat menikmati fasilitas yang ada. Kami juga telah menyediakan tempat untuk rekreasi sembari mencari ilmu. Semoga minat baca masyarakat dapat meningkat," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Dispusip Berau Dorong Pemanfaatan Digital

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    09 Juli 2025 pukul 22:03 WITA

    Suasana di dalam Dispusip Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/Seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Berbagai upaya tengah gencar dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau salah satunya dengan pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan minat baca masyarakat, terutama di kalangan generasi muda. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana perpustakaan di Berau.

    Kepala Dispusip Berau, Yudha Budi Santoso, mengungkapkan bahwa saat ini generasi milenial dan Gen Z cenderung kurang tertarik untuk datang ke perpustakaan dan membaca buku secara konvensional. Oleh sebab itu, untuk menghadapi tantangan tersebut Dispusip Berau terus berupaya, salah satunya dengan menghadirkan beragam program inovatif berbasis digital yang dikemas secara menarik dan edukatif.

    "Zaman semakin modern, jadi mulai sekarang wajib kita manfaatkan digitalisasi untuk menumbuhkan minat baca generasi muda," kata Yudha.

    Dirinya menilai Gen Z memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi dan seharusnya turut ambil bagian dalam memajukan dunia literasi. Ia menegaskan bahwa buku, dalam format apa pun, tetap menjadi sumber utama perubahan masyarakat menuju arah yang lebih maju.

    "Pepatah mengatakan, buku adalah jendela dunia. Untuk bisa membuka jendela itu, kita harus memiliki kuncinya, yaitu membaca. Membaca adalah gerbang peradaban," tungkas Yudha.

    Sementara itu, Pustakawan Ahli Muda Dispusip Berau, Titia Rani Tyas Dita, juga mengatakan bahwa Dispusip Berau terus melakukan transformasi layanan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Di antaranya dengan memberikan akses komputer umum, koleksi buku digital, dan layanan perpustakaan keliling.

    "Kami selalu terbuka untuk siapa pun. Dengan membuat kartu keanggotaan, semua fasilitas sudah bisa digunakan," ujarnya.

    Namun, ia juga menjelaskan bahwa masyarakat tidak diharuskan menjadi anggota untuk bisa mengunjungi perpustakaan. Dan seluruh layanan yang ada, termasuk ruang baca dan tempat rekreasi edukatif, disediakan secara gratis.

    "Tidak harus jadi anggota kalau ingin ke perpustakaan. Kita terbuka untuk umum. Tapi kelebihan kalau sudah jadi anggota, masyarakat bisa meminjam buku dan dibawa pulang dalam jangka waktu tertentu," tuturnya.

    Titia pun berharap dengan berbagai inovasi yang telah diupayakan Dispusip Berau tersebut dapat menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan dan relevan bagi semua kalangan, sekaligus menjadi pusat peningkatan literasi di era digital.

    "Saya berharap masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan dapat menikmati fasilitas yang ada. Kami juga telah menyediakan tempat untuk rekreasi sembari mencari ilmu. Semoga minat baca masyarakat dapat meningkat," tandasnya.

    (Sf/Rs)