Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie. (Foto: Baiq Eliana/Seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kembali mengambil langkah nyata dalam meningkatkan layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan gawat darurat. Sebanyak lima unit ambulans baru pun disiapkan oleh Dinkes Berau untuk didistribusikan ke beberapa puskesmas yang dinilai masih kekurangan kendaraan operasional.
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, menegaskan bahwa pengadaan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjamin setiap puskesmas memiliki sarana transportasi medis yang layak dan siap digunakan kapan saja.
"Ambulans itu kendaraan operasional yang wajib dimiliki puskesmas. Karena ada beberapa puskesmas yang hanya memiliki satu unit, maka kami lakukan penambahan," kata Lamlay, Senin (22/9/2025).
Dirinya pun menyebutkan lima puskesmas yang akan menerima tambahan ambulans tersebut adalah Puskesmas Kelay, Tepian Buah, Tubaan, Gunung Tabur, dan Pulau Derawan. Menurutnya, pemilihan lokasi ini didasarkan pada tingkat kebutuhan serta kondisi geografis masing-masing wilayah.
"Contohnya di Pulau Derawan. Kalau ada pasien yang harus dirujuk malam hari, tidak memungkinkan lewat sungai. Risikonya tinggi, bisa menghantam batang atau speedboat terbalik. Jadi harus lewat jalur darat melalui Tanjung Batu. Di situ kita siapkan ambulans," jelasnya.
Sementara itu, ia juga menyampaikan bahwa pengadaan lima ambulans tersebut menggunakan dana APBD Kabupaten Berau dengan nilai di atas Rp200 juta, dan dilakukan melalui sistem e-katalog.
"Saat ini proses administrasi masih berlangsung, dan rencananya ambulans akan diserahkan ke masing-masing puskesmas pada pertengahan September 2025," tuturnya.
Dinkes juga memastikan bahwa pemanfaatan ambulans akan diawasi ketat agar tidak disalahgunakan atau terbengkalai. Pengawasan akan melibatkan bagian aset, bidang pelayanan kesehatan, dan bagian umum. Selain itu, akan ada pembekalan teknis bagi petugas puskesmas terkait penggunaan dan perawatan ambulans.
"Spesifikasi ambulans juga sudah kita sesuaikan secara detail. Kita juga akan memberikan pembekalan kepada petugas puskesmas mengenai penggunaan dan perawatan ambulans. Supaya mereka tidak hanya bisa menggunakan, tapi juga ikut menjaga kualitas dan kondisi kendaraan ini," tambahnya.
Lamlay berharap dengan penambahan armada ini, pelayanan rujukan dan tanggap darurat di tingkat puskesmas semakin optimal, cepat, aman, dan merata di seluruh wilayah, termasuk yang terpencil sekalipun.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie. (Foto: Baiq Eliana/Seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kembali mengambil langkah nyata dalam meningkatkan layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan gawat darurat. Sebanyak lima unit ambulans baru pun disiapkan oleh Dinkes Berau untuk didistribusikan ke beberapa puskesmas yang dinilai masih kekurangan kendaraan operasional.
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, menegaskan bahwa pengadaan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjamin setiap puskesmas memiliki sarana transportasi medis yang layak dan siap digunakan kapan saja.
"Ambulans itu kendaraan operasional yang wajib dimiliki puskesmas. Karena ada beberapa puskesmas yang hanya memiliki satu unit, maka kami lakukan penambahan," kata Lamlay, Senin (22/9/2025).
Dirinya pun menyebutkan lima puskesmas yang akan menerima tambahan ambulans tersebut adalah Puskesmas Kelay, Tepian Buah, Tubaan, Gunung Tabur, dan Pulau Derawan. Menurutnya, pemilihan lokasi ini didasarkan pada tingkat kebutuhan serta kondisi geografis masing-masing wilayah.
"Contohnya di Pulau Derawan. Kalau ada pasien yang harus dirujuk malam hari, tidak memungkinkan lewat sungai. Risikonya tinggi, bisa menghantam batang atau speedboat terbalik. Jadi harus lewat jalur darat melalui Tanjung Batu. Di situ kita siapkan ambulans," jelasnya.
Sementara itu, ia juga menyampaikan bahwa pengadaan lima ambulans tersebut menggunakan dana APBD Kabupaten Berau dengan nilai di atas Rp200 juta, dan dilakukan melalui sistem e-katalog.
"Saat ini proses administrasi masih berlangsung, dan rencananya ambulans akan diserahkan ke masing-masing puskesmas pada pertengahan September 2025," tuturnya.
Dinkes juga memastikan bahwa pemanfaatan ambulans akan diawasi ketat agar tidak disalahgunakan atau terbengkalai. Pengawasan akan melibatkan bagian aset, bidang pelayanan kesehatan, dan bagian umum. Selain itu, akan ada pembekalan teknis bagi petugas puskesmas terkait penggunaan dan perawatan ambulans.
"Spesifikasi ambulans juga sudah kita sesuaikan secara detail. Kita juga akan memberikan pembekalan kepada petugas puskesmas mengenai penggunaan dan perawatan ambulans. Supaya mereka tidak hanya bisa menggunakan, tapi juga ikut menjaga kualitas dan kondisi kendaraan ini," tambahnya.
Lamlay berharap dengan penambahan armada ini, pelayanan rujukan dan tanggap darurat di tingkat puskesmas semakin optimal, cepat, aman, dan merata di seluruh wilayah, termasuk yang terpencil sekalipun.
(Sf/Rs)