Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    Tingkatkan Kualifikasi Ratusan Guru PAUD dan Tenaga Kependidikan, Pemkab Paser Gandeng UWGM Samarinda

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    07 November 2026 pukul 16:30 WITA

    Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda Aan Indarto, saat ditemui di Kampus UWGM. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda sudah hampir tiga tahun menjalin kerja sama aktif dengan Kabupaten Paser. Kerja sama tersebut berjalan di dua bidang, yakni pendidikan dan penelitian. 

    Hal itu disampaikan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UWGM Samarinda, Aan Indarto, saat ditemui di Kampus UWGM Samarinda, Sabtu (7/11/2026).

    "Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda ini sudah hampir tiga tahun berjalan aktif kerja sama dan yang sudah dilaksanakan itu ada dua bidang. Yang pertama kerja sama terkait dengan pendidikan, yang kedua yaitu kerja sama terkait dengan penelitian," ujar Aan.

    Di bidang pendidikan, kerja sama yang paling menonjol adalah program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk guru PAUD di Kabupaten Paser. Program ini sudah berjalan tiga gelombang.

    Gelombang pertama sebanyak 126 mahasiswa telah lulus dan sudah yudisium. Dengan demikian, guru PAUD di Kabupaten Paser yang sebelumnya masih berijazah SMA kini sudah bergelar S1.

    "Gelombang pertama alhamdulillah kami sudah meluluskan, sudah yudisium sebanyak 126 mahasiswa. Jadi guru PAUD di Kabupaten Paser itu sekarang alhamdulillah kemungkinan nanti tidak akan ada lagi yang SMA, ijazahnya sudah S1," jelasnya.

    Selanjutnya, sebanyak 111 mahasiswa akan menyusul yudisium, sementara gelombang ketiga sebanyak 60 mahasiswa masih dalam proses perkuliahan.

    Selain guru PAUD, kerja sama RPL juga berjalan untuk Program Studi Akuntansi dan Manajemen. Program ini menyasar tenaga kependidikan di Kabupaten Paser.

    Aan menjelaskan, di banyak daerah, khususnya Kabupaten Paser, bendahara sekolah di SMP dan SD masih dirangkap oleh guru. Pemerintah Kabupaten Paser yang diinisiasi DPRD Kabupaten Paser kemudian menyekolahkan para bendahara yang masih berijazah SMA ke Program Studi Akuntansi, serta Kepala Tata Usaha (KTU) ke Program Studi Manajemen.

    Saat ini program tersebut sudah berjalan di semester pertama dengan total 143 mahasiswa RPL Program Studi Manajemen dan Akuntansi.

    Menurut Aan, program RPL berbeda dengan program perkuliahan reguler. Jika program reguler S1 ditempuh selama 4 tahun atau 8 semester, maka program RPL hanya ditempuh 4 semester karena pengalaman kerja mahasiswa diakui dan direkognisi.

    "Kalau reguler untuk S1 kita menyelesaikan di 4 tahun, namun kalau RPL karena dia sudah bekerja, dia sudah ada pengalaman, maka pengalaman pekerjaan itu yang kami rekognisi, yang tadinya kuliah itu 8 semester, nanti kuliah di RPL ini hanya 4 semester," ujarnya.

    Meski lebih singkat, proses asesmen tetap dijaga ketat dan dilaporkan ke kementerian dengan baik.

    Di bidang penelitian, UWGM Samarinda mengerjakan kajian perundang-undangan, naskah akademik, dan rancangan perundang-undangan.

    Kajian tersebut akan direkomendasikan untuk melihat apakah ketika nanti dibuat sebuah rancangan peraturan daerah, kewenangannya ada di kabupaten atau tidak.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Tingkatkan Kualifikasi Ratusan Guru PAUD dan Tenaga Kependidikan, Pemkab Paser Gandeng UWGM Samarinda

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    07 November 2026 pukul 16:30 WITA

    Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda Aan Indarto, saat ditemui di Kampus UWGM. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda sudah hampir tiga tahun menjalin kerja sama aktif dengan Kabupaten Paser. Kerja sama tersebut berjalan di dua bidang, yakni pendidikan dan penelitian. 

    Hal itu disampaikan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UWGM Samarinda, Aan Indarto, saat ditemui di Kampus UWGM Samarinda, Sabtu (7/11/2026).

    "Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda ini sudah hampir tiga tahun berjalan aktif kerja sama dan yang sudah dilaksanakan itu ada dua bidang. Yang pertama kerja sama terkait dengan pendidikan, yang kedua yaitu kerja sama terkait dengan penelitian," ujar Aan.

    Di bidang pendidikan, kerja sama yang paling menonjol adalah program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk guru PAUD di Kabupaten Paser. Program ini sudah berjalan tiga gelombang.

    Gelombang pertama sebanyak 126 mahasiswa telah lulus dan sudah yudisium. Dengan demikian, guru PAUD di Kabupaten Paser yang sebelumnya masih berijazah SMA kini sudah bergelar S1.

    "Gelombang pertama alhamdulillah kami sudah meluluskan, sudah yudisium sebanyak 126 mahasiswa. Jadi guru PAUD di Kabupaten Paser itu sekarang alhamdulillah kemungkinan nanti tidak akan ada lagi yang SMA, ijazahnya sudah S1," jelasnya.

    Selanjutnya, sebanyak 111 mahasiswa akan menyusul yudisium, sementara gelombang ketiga sebanyak 60 mahasiswa masih dalam proses perkuliahan.

    Selain guru PAUD, kerja sama RPL juga berjalan untuk Program Studi Akuntansi dan Manajemen. Program ini menyasar tenaga kependidikan di Kabupaten Paser.

    Aan menjelaskan, di banyak daerah, khususnya Kabupaten Paser, bendahara sekolah di SMP dan SD masih dirangkap oleh guru. Pemerintah Kabupaten Paser yang diinisiasi DPRD Kabupaten Paser kemudian menyekolahkan para bendahara yang masih berijazah SMA ke Program Studi Akuntansi, serta Kepala Tata Usaha (KTU) ke Program Studi Manajemen.

    Saat ini program tersebut sudah berjalan di semester pertama dengan total 143 mahasiswa RPL Program Studi Manajemen dan Akuntansi.

    Menurut Aan, program RPL berbeda dengan program perkuliahan reguler. Jika program reguler S1 ditempuh selama 4 tahun atau 8 semester, maka program RPL hanya ditempuh 4 semester karena pengalaman kerja mahasiswa diakui dan direkognisi.

    "Kalau reguler untuk S1 kita menyelesaikan di 4 tahun, namun kalau RPL karena dia sudah bekerja, dia sudah ada pengalaman, maka pengalaman pekerjaan itu yang kami rekognisi, yang tadinya kuliah itu 8 semester, nanti kuliah di RPL ini hanya 4 semester," ujarnya.

    Meski lebih singkat, proses asesmen tetap dijaga ketat dan dilaporkan ke kementerian dengan baik.

    Di bidang penelitian, UWGM Samarinda mengerjakan kajian perundang-undangan, naskah akademik, dan rancangan perundang-undangan.

    Kajian tersebut akan direkomendasikan untuk melihat apakah ketika nanti dibuat sebuah rancangan peraturan daerah, kewenangannya ada di kabupaten atau tidak.

    (Sf/Lo)