Seputar Kaltim

    Tingkatkan Kewaspadaan Masuknya Virus Nipah, Bandara Kalimarau Perkuat Skrining Penumpang

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    31 Januari 2026 pukul 17:48 WITA

    Suasana para penumpang di Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Bandara Kelas I Kalimarau Kabupaten Berau memperkuat skrining penumpang sebagai langkah kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Nipah melalui transportasi udara. Upaya ini dilakukan menyusul pernyataan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus yang memastikan seluruh bandara di Indonesia melakukan skrining sebagai bentuk pencegahan.

    Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara juga diketahui menerapkan langkah serupa untuk mengantisipasi masuk dan menyebarnya virus Nipah yang dapat menular dari hewan ke manusia maupun antar manusia.

    Virus Nipah merupakan penyakit infeksi yang diketahui dapat menyebar melalui produk yang terkontaminasi oleh kelelawar yang terinfeksi, seperti buah-buahan.

    Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri melalui Kasubag TU dan Keuangan BLU UPBU Kalimarau, Yudhy Anggara mengatakan pihak bandara telah menerima arahan dari kantor pusat dan menjalin koordinasi intensif dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

    "Virus Nipah ini kami sudah di warning dari kantor pusat. Walaupun kewenangan penanganannya ada di KKP, kami sebagai penyelenggara bandara ikut berperan dan menjadikan ini sebagai kesadaran bersama," ujar Yudhy.

    Ia menyampaikan bahwa petugas bandara juga telah diinstruksikan untuk lebih waspada dalam menangani penumpang, khususnya apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan.

    "Jika ada penumpang yang berpotensi sakit, langsung dilakukan screening dan diarahkan ke KKP. KKP juga aktif menginformasikan kepada seluruh stakeholder bandara," jelasnya.

    Menurutnya, koordinasi antara pengelola bandara dan KKP sudah berjalan dengan baik. Informasi terkait potensi penyebaran penyakit menular, termasuk virus Nipah dan penyakit lainnya, disampaikan melalui jalur komunikasi yang telah disepakati.

    "Tidak hanya virus Nipah, penyakit lain juga akan diinformasikan. Kami diminta membantu apabila ada potensi indikasi penyebaran oleh manusia," tekannya.

    Meski demikian, pihak Bandara Kalimarau menegaskan hingga saat ini belum ada pengetatan khusus di area bandara karena status dari pemerintah pusat belum dinyatakan sebagai kondisi darurat.

    "Saat ini masih observasi. Kalau memang ada indikasi potensi, akan dikoordinasikan ke KKP. Penanganan masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan," ujarnya.

    Dirinya pun menyebut bahwa petugas kesehatan dari KKP saat ini telah stand by di Bandara Kalimarau untuk melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang menunjukkan gejala sakit. Jumlah petugas yang berjaga setiap harinya sekitar tiga orang, terdiri dari tenaga medis dan administrasi.

    "Petugas kesehatan sudah siap menangani jika ada potensi kasus. Untuk saat ini masih tahap pemantauan," pungkasnya.

    Yudhi pun menegaskan bahwa pihaknya akan terus memastikan dan memantau perkembangan situasi serta memperkuat koordinasi lintas instansi demi menjaga keselamatan dan kesehatan penumpang tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tingkatkan Kewaspadaan Masuknya Virus Nipah, Bandara Kalimarau Perkuat Skrining Penumpang

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    31 Januari 2026 pukul 17:48 WITA

    Suasana para penumpang di Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Bandara Kelas I Kalimarau Kabupaten Berau memperkuat skrining penumpang sebagai langkah kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Nipah melalui transportasi udara. Upaya ini dilakukan menyusul pernyataan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus yang memastikan seluruh bandara di Indonesia melakukan skrining sebagai bentuk pencegahan.

    Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara juga diketahui menerapkan langkah serupa untuk mengantisipasi masuk dan menyebarnya virus Nipah yang dapat menular dari hewan ke manusia maupun antar manusia.

    Virus Nipah merupakan penyakit infeksi yang diketahui dapat menyebar melalui produk yang terkontaminasi oleh kelelawar yang terinfeksi, seperti buah-buahan.

    Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri melalui Kasubag TU dan Keuangan BLU UPBU Kalimarau, Yudhy Anggara mengatakan pihak bandara telah menerima arahan dari kantor pusat dan menjalin koordinasi intensif dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

    "Virus Nipah ini kami sudah di warning dari kantor pusat. Walaupun kewenangan penanganannya ada di KKP, kami sebagai penyelenggara bandara ikut berperan dan menjadikan ini sebagai kesadaran bersama," ujar Yudhy.

    Ia menyampaikan bahwa petugas bandara juga telah diinstruksikan untuk lebih waspada dalam menangani penumpang, khususnya apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan.

    "Jika ada penumpang yang berpotensi sakit, langsung dilakukan screening dan diarahkan ke KKP. KKP juga aktif menginformasikan kepada seluruh stakeholder bandara," jelasnya.

    Menurutnya, koordinasi antara pengelola bandara dan KKP sudah berjalan dengan baik. Informasi terkait potensi penyebaran penyakit menular, termasuk virus Nipah dan penyakit lainnya, disampaikan melalui jalur komunikasi yang telah disepakati.

    "Tidak hanya virus Nipah, penyakit lain juga akan diinformasikan. Kami diminta membantu apabila ada potensi indikasi penyebaran oleh manusia," tekannya.

    Meski demikian, pihak Bandara Kalimarau menegaskan hingga saat ini belum ada pengetatan khusus di area bandara karena status dari pemerintah pusat belum dinyatakan sebagai kondisi darurat.

    "Saat ini masih observasi. Kalau memang ada indikasi potensi, akan dikoordinasikan ke KKP. Penanganan masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan," ujarnya.

    Dirinya pun menyebut bahwa petugas kesehatan dari KKP saat ini telah stand by di Bandara Kalimarau untuk melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang menunjukkan gejala sakit. Jumlah petugas yang berjaga setiap harinya sekitar tiga orang, terdiri dari tenaga medis dan administrasi.

    "Petugas kesehatan sudah siap menangani jika ada potensi kasus. Untuk saat ini masih tahap pemantauan," pungkasnya.

    Yudhi pun menegaskan bahwa pihaknya akan terus memastikan dan memantau perkembangan situasi serta memperkuat koordinasi lintas instansi demi menjaga keselamatan dan kesehatan penumpang tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat.

    (Sf/Rs)