Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala DPPKB Kota Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani saat diwawancara usai pertemuan dengan DPRD, Senin (13/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani, mengungkapkan bahwa tingkat kunjungan bayi dan balita ke posyandu di Samarinda masih sangat rendah. Dari sekitar 63 ribu balita yang ada, hanya kurang lebih 30 persen yang rutin datang ke posyandu.
"Kendala terberat sebenarnya adalah kesadaran masyarakat. Kalau saja semua orang tua membawa bayi atau balitanya ke posyandu, kita akan lebih mudah mengetahui potensi dan kondisi mereka. Saat ini, tingkat kunjungan masih sangat jauh dari yang diharapkan," ujar Ayu, Senin (13/5/2024).
Ia menjelaskan, banyak dari orang tua yang mungkin lebih memilih membawa anak mereka ke bidan atau dokter spesialis anak daripada ke posyandu. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi DPPKB dalam mendapatkan data yang akurat terkait kesehatan balita di kota ini.
"Salah satu acuan utama kami adalah data dari posyandu. Oleh karena itu, kami perlu melakukan upaya lebih lanjut untuk bisa mendapatkan data dari bidan atau dokter spesialis anak. Kerja sama dengan mereka menjadi sangat penting," tambahnya.
Untuk mengatasi kendala ini, DPPKB Kota Samarinda berencana melakukan berbagai langkah strategis guna meningkatkan kunjungan ke posyandu. Salah satu rencana yang sedang dipertimbangkan adalah mengadakan posyandu di pasar-pasar, atau pusat perbelanjaan serta melaksanakan kegiatan posyandu pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu.
"Kami ingin memastikan tidak ada lagi alasan bagi orang tua untuk tidak membawa anak mereka ke posyandu. Dengan mengadakan posyandu di tempat-tempat yang lebih mudah dijangkau dan pada hari-hari libur, kami berharap tingkat kunjungan akan meningkat," kata Ayu.
Dengan langkah-langkah ini, DPPKB berharap dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan posyandu, sehingga kesehatan balita di Samarinda dapat lebih terpantau dan terjamin.
“Karena data ini juga berpengaruh dalam upaya pengendalian stunting di Samarinda,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala DPPKB Kota Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani saat diwawancara usai pertemuan dengan DPRD, Senin (13/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani, mengungkapkan bahwa tingkat kunjungan bayi dan balita ke posyandu di Samarinda masih sangat rendah. Dari sekitar 63 ribu balita yang ada, hanya kurang lebih 30 persen yang rutin datang ke posyandu.
"Kendala terberat sebenarnya adalah kesadaran masyarakat. Kalau saja semua orang tua membawa bayi atau balitanya ke posyandu, kita akan lebih mudah mengetahui potensi dan kondisi mereka. Saat ini, tingkat kunjungan masih sangat jauh dari yang diharapkan," ujar Ayu, Senin (13/5/2024).
Ia menjelaskan, banyak dari orang tua yang mungkin lebih memilih membawa anak mereka ke bidan atau dokter spesialis anak daripada ke posyandu. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi DPPKB dalam mendapatkan data yang akurat terkait kesehatan balita di kota ini.
"Salah satu acuan utama kami adalah data dari posyandu. Oleh karena itu, kami perlu melakukan upaya lebih lanjut untuk bisa mendapatkan data dari bidan atau dokter spesialis anak. Kerja sama dengan mereka menjadi sangat penting," tambahnya.
Untuk mengatasi kendala ini, DPPKB Kota Samarinda berencana melakukan berbagai langkah strategis guna meningkatkan kunjungan ke posyandu. Salah satu rencana yang sedang dipertimbangkan adalah mengadakan posyandu di pasar-pasar, atau pusat perbelanjaan serta melaksanakan kegiatan posyandu pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu.
"Kami ingin memastikan tidak ada lagi alasan bagi orang tua untuk tidak membawa anak mereka ke posyandu. Dengan mengadakan posyandu di tempat-tempat yang lebih mudah dijangkau dan pada hari-hari libur, kami berharap tingkat kunjungan akan meningkat," kata Ayu.
Dengan langkah-langkah ini, DPPKB berharap dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan posyandu, sehingga kesehatan balita di Samarinda dapat lebih terpantau dan terjamin.
“Karena data ini juga berpengaruh dalam upaya pengendalian stunting di Samarinda,” pungkasnya.
(Sf/Rs)