Tinggal 5 Meter Lagi, Terowongan Segera Tembus dari Dua Sisi Jalan

    Seputarfakta.com - Tria -

    Seputar Kaltim

    28 Desember 2024 02:15 WIB

    PPK Dinas PUPR Samarinda, Rezky Samudra Aprilyan, Jumat (27/12/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pembangunan terowongan dengan panjang total sekitar 400 meter di Samarinda kini hampir selesai. Tinggal menyisakan 5 meter sebelum terowongan sepenuhnya tembus dari kedua sisi jalan, yakni Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap. 

    Proyek ini mencakup konstruksi terowongan sepanjang 400 meter dengan tambahan panjang 13 meter di inlet dan outlet. 

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Samarinda, Rezky Samudra Aprilyan menyampaikan, proses penembusan terowongan dilakukan secara bertahap dan direncanakan selesai seluruhnya pada April 2025 mendatang.

    Rezky menjelaskan bahwa trase pembangunan mencakup jalur sepanjang 700 meter, menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin, Kecamatan Sambutan ke Jalan Kakap, Samarinda Ilir. 

    "Operasi sambil jalan lebih baik dengan adanya rekomendasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Sudah 2-3 kali sidang teknis dilakukan untuk membahas kelayakan fungsi operasional terowongan ini," katanya Rezky, Jumat (27/12/2024).  

    Ia mengatakan terowongan tersebut dilengkapi sistem pengamanan modern, seperti pemasangan jet fan untuk sirkulasi udara dalam kondisi darurat dan hydrant yang terkoneksi ke luar untuk mengantisipasi insiden berbahaya.

    "Dari awal, mitigasi risiko telah menjadi fokus utama. Segala sesuatu sudah disiapkan sejak tahap perencanaan," tambahnya.  

    Proses penggalian menggunakan berbagai metode untuk menjamin keamanan, mulai dari pemasangan baja pelindung, penyemprotan beton setebal 20 Cm, hingga penguatan pada segmen-segmen rawan. 

    "Kami juga menguji zona-zona yang berpotensi rawan, termasuk area dengan sesar. Penguatan tambahan seperti angkur telah dipasang untuk memastikan stabilitas," katanya.  

    Rezky mengaku konstruksi terowongan sudah memenuhi standar keamanan, termasuk sistem ventilasi darurat dan drainase untuk mengantisipasi aliran air dari atas. "Lebar total terowongan mencapai 10 meter, dengan bahu jalan selebar satu meter. Proses penggalian dilakukan secara bergantian dari inlet dan outlet," ujarnya.

    Meskipun proyek ini menghadapi sejumlah revisi teknis terkait zona sesar dan antisipasi terhadap kebocoran, pihaknya dijadwalkan akan melakukan sidang lanjutan dengan KKJTJ pada Januari 2025 untuk mengevaluasi kelayakan operasional.  

    “Harapannya, setelah sidang berikutnya, proyek ini sudah bisa dinyatakan layak dan mulai ada gambaran kapan bisa dioperasikan,” pungkasnya. 

    (Sf/By)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Tinggal 5 Meter Lagi, Terowongan Segera Tembus dari Dua Sisi Jalan

    Seputarfakta.com - Tria -

    Seputar Kaltim

    28 Desember 2024 02:15 WIB

    PPK Dinas PUPR Samarinda, Rezky Samudra Aprilyan, Jumat (27/12/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pembangunan terowongan dengan panjang total sekitar 400 meter di Samarinda kini hampir selesai. Tinggal menyisakan 5 meter sebelum terowongan sepenuhnya tembus dari kedua sisi jalan, yakni Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap. 

    Proyek ini mencakup konstruksi terowongan sepanjang 400 meter dengan tambahan panjang 13 meter di inlet dan outlet. 

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Samarinda, Rezky Samudra Aprilyan menyampaikan, proses penembusan terowongan dilakukan secara bertahap dan direncanakan selesai seluruhnya pada April 2025 mendatang.

    Rezky menjelaskan bahwa trase pembangunan mencakup jalur sepanjang 700 meter, menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin, Kecamatan Sambutan ke Jalan Kakap, Samarinda Ilir. 

    "Operasi sambil jalan lebih baik dengan adanya rekomendasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Sudah 2-3 kali sidang teknis dilakukan untuk membahas kelayakan fungsi operasional terowongan ini," katanya Rezky, Jumat (27/12/2024).  

    Ia mengatakan terowongan tersebut dilengkapi sistem pengamanan modern, seperti pemasangan jet fan untuk sirkulasi udara dalam kondisi darurat dan hydrant yang terkoneksi ke luar untuk mengantisipasi insiden berbahaya.

    "Dari awal, mitigasi risiko telah menjadi fokus utama. Segala sesuatu sudah disiapkan sejak tahap perencanaan," tambahnya.  

    Proses penggalian menggunakan berbagai metode untuk menjamin keamanan, mulai dari pemasangan baja pelindung, penyemprotan beton setebal 20 Cm, hingga penguatan pada segmen-segmen rawan. 

    "Kami juga menguji zona-zona yang berpotensi rawan, termasuk area dengan sesar. Penguatan tambahan seperti angkur telah dipasang untuk memastikan stabilitas," katanya.  

    Rezky mengaku konstruksi terowongan sudah memenuhi standar keamanan, termasuk sistem ventilasi darurat dan drainase untuk mengantisipasi aliran air dari atas. "Lebar total terowongan mencapai 10 meter, dengan bahu jalan selebar satu meter. Proses penggalian dilakukan secara bergantian dari inlet dan outlet," ujarnya.

    Meskipun proyek ini menghadapi sejumlah revisi teknis terkait zona sesar dan antisipasi terhadap kebocoran, pihaknya dijadwalkan akan melakukan sidang lanjutan dengan KKJTJ pada Januari 2025 untuk mengevaluasi kelayakan operasional.  

    “Harapannya, setelah sidang berikutnya, proyek ini sudah bisa dinyatakan layak dan mulai ada gambaran kapan bisa dioperasikan,” pungkasnya. 

    (Sf/By)