Seputar Kaltim

    Tim SAR Masih Cari Bocah 11 Tahun yang Diduga Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    11 Juli 2026 pukul 19:25 WITA

    Tim gabungan Basarnas dan TNI-Polri, serta BPBD terus berupaya melakukan pencarian korban yang diduga tenggelam di Pantai Kemala Balikpapan. (Foto: Tangkapan Layar/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang bocah berusia 11 tahun  yang diduga tenggelam setelah terseret arus saat berenang di Pantai Kemala, Balikpapan, Sabtu (11/7/2026) pagi.

    Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 Wita. Saat itu, bocah malang itu  bersama tiga temannya bermain dan berenang di bibir pantai. Namun, diduga mereka terseret ombak hingga mengarah ke tengah laut.

    Tiga anak lainnya, berhasil diselamatkan oleh personel petugas. Sementara korban hingga kini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.

    Koordinator Lapangan Basarnas Balikpapan, Nur Ngalim menyampaikan, informasi awal diterima dari BPBD yang menyebut ada empat anak berada di lokasi saat kejadian.

    “Berdasarkan laporan yang kami terima, ada empat anak yang berenang. Tiga berhasil diselamatkan oleh Sabhara, sedangkan satu anak atas nama Abizar masih dalam pencarian,” kata Ngalim.

    Dari hasil pendataan sementara, keempat anak diduga berenang sebelum ombak menyeret mereka ke arah laut. Karena tidak mampu berenang, mereka kesulitan menyelamatkan diri hingga terbawa arus.

    “Anak-anak ini diduga terbawa ombak ke tengah. Karena tidak bisa berenang, mereka kemudian hanyut terbawa arus,” ujarnya.

    Hingga siang hari, tim SAR gabungan masih menyisir kawasan Pantai Kemala dan memfokuskan pencarian di titik terakhir korban diduga terlihat. Berbagai unsur yang terlibat terus berupaya memaksimalkan pencarian agar korban dapat segera ditemukan.

    “Pihaknya juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi gelombang berpotensi membahayakan keselamatan,” imbaunya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Tim SAR Masih Cari Bocah 11 Tahun yang Diduga Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    11 Juli 2026 pukul 19:25 WITA

    Tim gabungan Basarnas dan TNI-Polri, serta BPBD terus berupaya melakukan pencarian korban yang diduga tenggelam di Pantai Kemala Balikpapan. (Foto: Tangkapan Layar/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang bocah berusia 11 tahun  yang diduga tenggelam setelah terseret arus saat berenang di Pantai Kemala, Balikpapan, Sabtu (11/7/2026) pagi.

    Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 Wita. Saat itu, bocah malang itu  bersama tiga temannya bermain dan berenang di bibir pantai. Namun, diduga mereka terseret ombak hingga mengarah ke tengah laut.

    Tiga anak lainnya, berhasil diselamatkan oleh personel petugas. Sementara korban hingga kini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.

    Koordinator Lapangan Basarnas Balikpapan, Nur Ngalim menyampaikan, informasi awal diterima dari BPBD yang menyebut ada empat anak berada di lokasi saat kejadian.

    “Berdasarkan laporan yang kami terima, ada empat anak yang berenang. Tiga berhasil diselamatkan oleh Sabhara, sedangkan satu anak atas nama Abizar masih dalam pencarian,” kata Ngalim.

    Dari hasil pendataan sementara, keempat anak diduga berenang sebelum ombak menyeret mereka ke arah laut. Karena tidak mampu berenang, mereka kesulitan menyelamatkan diri hingga terbawa arus.

    “Anak-anak ini diduga terbawa ombak ke tengah. Karena tidak bisa berenang, mereka kemudian hanyut terbawa arus,” ujarnya.

    Hingga siang hari, tim SAR gabungan masih menyisir kawasan Pantai Kemala dan memfokuskan pencarian di titik terakhir korban diduga terlihat. Berbagai unsur yang terlibat terus berupaya memaksimalkan pencarian agar korban dapat segera ditemukan.

    “Pihaknya juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi gelombang berpotensi membahayakan keselamatan,” imbaunya.

    (Sf/Rs)